Tampilkan postingan dengan label tips berdoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips berdoa. Tampilkan semua postingan

Mulai dari Tuhan Berbicara



"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat." Ibr 11:3

Selalu begitu.....

Ketika Tuhan Menciptakan alam semesta, Tuhan berfirman,...maka terjadilah yang terjadi dari yang sebelumnya tidak kelihatan..... "Jadilah terang !",... maka kemudian terang ada di langit.... "Jadilah cakrawala !",... maka ckarawala pun menjadi ada dari yang sebelumnya tidak kelihatan...

Tuhan Yesus juga begitu,... ketika Tuhan bertemu dengan orang lumpuh di kolam Bethesda, Tuhan berkata "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah", maka orang lumpuh itu kemudian berjalan,...

Mengadakan yang dibutuhkan melalui Firman
Selalu begitu. Ketika menyembuhkan Barthemeus yang buta pun demikian. Tuhan berfirman dan firmannya pasti manjur. Yang tidak kelihatan menjadi kelihatan... Yang kesembuhannya tidak kelihatan, menjadi kelihatan. Begitu pula ketika membutuhkan keledai untuk memasuki Yerusalem, ketika membutuhkan tempat untuk merayakanpaskah terakhir,.... Tuhan berkata dan yang diperlukan menjadi kelihatan dan bisa dinikmati...

Wow luar biasa sekali.... Itu sebabnya betapa pentingnya menerima Firman bila kita sedang membutuhkan pertolongan Tuhan. Berusaha dengan mengerjakan sesuatu itu baik dan sangat perlu, tapi prinsip dan cara kerja Tuhan adalah BERFIRMAN,... lalu dengan ajaib apa yang difirmankanNya menjadi tercipta.

Bro and Sis, bila kita perlu sesuatu hari ini,... jangan buru-buru lari kesana kemari dalam kepanikan. Tunggu Tuhan berbicara sebab perkataannya pasti menjadi kenyataan. Dan betapa Tuhan menanti-nanti untuk berkata-kata atas kebutuhan kita.

"Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu." Maz 32:8

Gideon Penakut Menjadi Gideon Sang Pahlawan
Kisah Gideon adalah kisah klasik bagaimana perkataan Tuhan merubahkan hidup seseorang dan juga suatu bangsa. Di kitab Hakim-hakim pasal 6, kita bisa menemui Gideon yang penakut sedang sembunyi dari orang Midian yang saat itu menjajah orang Israel. Ketika Tuhan mendengar jeritan orang Israel, Dia tidak menurunkan petir dan membakar ratusan ribu orang Midian, tetapi Tuhan BERFIRMAN.

Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya (Gideon), demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." Hak 6:12

Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!" Hak 6:14

Ketika Gideon mendengar perkataan Tuhan dan akhirnya menerima dan percaya,.... kita tahu the rest is history,... Gideon dengan 300 orang Israel membantai 120,000 orang Midian, menghabisi mereka, meluluhlantakkan mereka dan membebaskan orang Israel dari penjajahan. Wow.

Hanya dengan perkataanNya. Dari si Penakut menjadi Pahlawan perkasa. Pada awalnya tidak kelihatan satupun pahlawan. Namun setelah Tuhan berfirman yang tidak kelihatan menjadi kelihatan. Wow.

Selalu begitu: ... Tidak ada,.... Tuhan Berfirman......Seseorang Percaya,....Lalu,.... Yang tidak ada menjadi ada....

Yang Paling Perlu: Mendengarkan Tuhan
Tuhan Yesus yang luar biasapun tak akan bisa melakukan sesuatu bila perkataannya tidak didengar dan dihargai. Tuhan memang maha hebat. Tapi ketika Tuhan Yesus datang ke Nazaret (Mat 13), orang-orang sekampungnya tidak mau mendengar perkataan Tuhan dan akibatnya Tuhan tidak bisa banyak melakukan mujizat disana (ayat 58).

Banyak anak Tuhan tidak cukup menghormati Tuhan dan perrkataannya. Tidak punya cukup waktu untuk berdoa dan membaca Alkitab. Tidak cukup konsentrasi ketika mendengarkan kotbah di hari minggu. Tidak cukup serius merenungkan Firman Tuhan. Dan tidak memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk memberikan perkataannya yang sebetulnya menjadi jawaban atas kebutuhan kita....

Padahal perkataan Tuhan yang masuk kehati kita sangat lah besar kuasaanya. Yang saya maksudkan bukan mendengar janji Tuhan sambil lalu atau membaca satu ayat beberapa kejap. Namun benar-benar dengan sungguh-sungguh membuka hati ketika Tuhan dengan caraNya yang ajaib, entah lewat mimpi, lewat kotbah, lewat pembacaan Alkitab dsb, memberikan perkataan yang merupakan jawaban atas persoalan kita,..... Wow, anda dan saya akan mengalami mujizat Tuhan.

Sebab bila Tuhan sudah berbicara, Firman Tuhan itu pasti menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Dan tidak ada yang bisa menahannya.

Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.Yes 55:11

All in His Grace,
Binsar

Doa Jalan Tol




























Banyak orang bertanya-tanya dalam hati. Apakah ada cara untuk mempercepat doanya segera terjawab?..... Kalau memang doa kita bisa dijawab lebih cepat mengapa memakai jalur lambat bukan?

“Tuhan saya ingin gaji naik”. Orang yang lain berdoa, “Tuhan berikan saya promosi dalam pekerjaan”. Yang lain lagi berdoa “Tuhan tolonglah saya mengembangkan bisnis saya…” Ada banyak jenis doa dan permintaan. Dari pekerjaan, jodoh, kerukunanan rumah tangga, kesembuhan, dan sebagainya.

Expressway, ….jalan tol….. . Adakah Doa Jalan Tol?

Perumpamaan Tentang Doa Yang Benar 
Bila kita melihat kedalam Firman Tuhan, kita akan menemukan perumpamaan tentang seorang janda dan seorang hakim di Kitab Lukas pasal 18.

Dalam perumpamaan itu, Tuhan Yesus menegaskan tentang beberapa hal penting untuk membuat doa anda dan saya menjadi Doa Expressway.

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. …Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Luk 18:1,7)


Lalu coba kita lihat hasilnya.

Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"   Luk 18:8

Whoala !

Tuhan Yesus katakan Allah akan SEGERA menjawab doa kita bila kita melakukan hal-hal diatas. 

SEGERA. 

Artinya CEPAT, EXPRESS, dibandingkan bila tidak melakukan hal-hal tersebut bukan?

Di ayat 1 dan 7, Tuhan Yesus menjelaskan dasar untuk suatu doa yang segera dijawab. Di ayat 8 adalah hasilnya. Mari kita lihat persyaratannya. Ada kata-kata penting yang ditekankan disana yaitu:


- HARUS

- SELALU BERDOA

- TIDAK JEMU-JEMU

- SIANG-MALAM

- BERSERU

Kunci Doa Jalan Tol 
5 kunci untuk membuat suatu doa menjadi doa jalan tol adalah: Harus – Selalu - Tidak Jemu-jemu – siang malam - berseru.

HARUS
Apakah doa adalah suatu alternative? Tuhan bilang “Harus”. Artinya tidak bisa tidak harus dilakukan. Alangkah tidak adil menyalahkan Tuhan untuk keadaan yang seseorang alami kalau orang tersebut tidak pernah atau malas untuk berdoa.

SELALU
Bila kita memiliki suatu impian. Suatu cita-cita. Kita tidak hanya doa sekali-sekali. Tapi kita harus selalu berdoa. Doa adalah verbalisasi (memperkatakan) apa yang ada di dalam hati kita. Memproklamirkan dan mengumumkan pada alam semesta apa yang menjadi isi hati kita.


TIDAK JEMU-JEMU
Doa juga merupakan Visualisasi apa yang menjadi cita-cita kita. Orang-orang yang sangat sukses, tidak mulai dalam keadaan Sukses. Mereka mulai dari bawah. Mulai dari tidak bisa apa-apa. Tapi selama hidup mereka tidak pernah melepaskan impian mereka. Seolah-olah senantiasa ada di depan mata mereka. Doa adalah Visualisasi. Membuat actual dan relevan kembali apa yang belasan tahun menjadi cita-cita kita. Ketika kita berdoa, kita paparkan di depan mata kita, isi hati kita, hidup kita dan apa yang menjadi impian kita. Dahsyat sekali !


SIANG MALAM
Kita  perlu supporter yang mendorong dan menyemangati kita di dalam pencapaian yang kita sedang daki dalam hidup ini. Kalau tidak ada orang lain sebagai cheer leader (pemandu sorak) kita, apa salahnya kalau kita sendiri yang memberi semangat ? Siang malam ketika kita sedang bergumul, doa sejenak yang kita lakukan merupakan seruan penyemangat yang kita sangat butuhkan.

BERSERU
Doa harus penuh Semangat.  Doa yang letoy dan lemah akan membuat kita mengasihani diri sendiri. Jadi kita harus rubah menjadi doa yang bergairah. Tuhan Yesus menyarankan Doa dengan Berseru ! Artinya dengan sepenuh kekuatan kita suarakan yang menjadi jeritan dan seruan batin kita. Luar biasa.

Apa Hasilnya?
Tuhan Yesus katakan “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka”. Luk 18:8a


SEGERA
Doa yang segera dijawab oleh Tuhan adalah Doa seperti diatas. Doa Jalan Tol. Doa Yang segera dijawab Tuhan.

Semoga doa anda dan saya tidak tertunda karena keseganan kita berdoa terus menerus sampai impian kita terjadi dalam hidup ini.

All blessings,
Binsar

Menang di Peperangan Rohani

Hari hari ini apakah saudara-saudari masih bersemangat? Untuk mereka yang bekerja dengan target, tentu kita sedang bekerja dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar tahun ini diakhiri dengan prestasi yang baik seperti yang diharapkan dari kita.

Saya mau memberi suatu informasi penting.  Hari hari ini kita perlu berhati-hati dan menyadari bahwa pekerjaan kita merupakan suatu peperangan rohani juga. Suka atau tidak, kita harus mengerti bahwa ada kuasa-kuasa yang ingin kita gagal dalam apapun usaha kita.

Pencuri (Iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yoh 10:10

Peristiwa Rohani dibalik musibah
Saudara-saudari, sering kali kita menganggap kejadian buruk yang terjadi pada pekerjaan, bisnis dan rumah tangga kita hanyalah sesuatu yang kebetulan dan tak bisa dihindarkan. Kemudian kita menerima hal itu apa adanya dan berusaha untuk menyelesaikan persoalan itu tanpa mengerti kenapa hal itu terjadi pada kita. Jangan begitu. Jangan menganggap segala kejadian disekitar kita hanya kebetulan dan fenomena yg normal. Kebanyakan tidak begitu. Paulus mengatakan ada sesuatu dibalik itu semua. Apa yg disebut konflik di alam rohani. Peperangan kita bukan melawan darah dan daging ...

... supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Ef 6:11b, 12

Hanya Tuhan Yang Berpihak Pada Kita
Di jaman ini setiap orang punya sandaran rohani, jimat, pegangan, feng-shui, backing rohani, bahkan jin-jin, tuyul yang menjadi sandaran mereka. Anda akan surprised bila mengetahui berapa banyak orang-orang yang merupakan saingan bisnis, kompetitor, customer, bahkan rekan kantor yang bersandar pada sesuatu kekuatan lain. Ajak mereka bicara dan kita akan mengetahui siapa atau apa yang mereka andalkan untuk keberhasilan mereka. Dan perlu kita ketahui, siapa atau apapun yang tidak bersama Tuhan Yesus adalah lawan dari Keberhasilan dan Sukses yang saudara dan saya sedang usahakan (Luk11:23).

Kalau kita tidak menyadari hal ini dan tidak berjaga-jaga, kita akan mengalami kebingungan ketika menemui usaha kita digilas secara tiba-tiba. Karir kita dijegal. Proyek kita disabotase. Pelayanan kita dihambat. Asset kita dicuri atau dirusak oleh kejadian yang tak terduga.

Saudara-saudari, orang disekeliling kita punya backing-backing roh yang bertentangan dengan jalan keberhasilan kita.

Lalu apakah kita menjadi tak berdaya dan menerima begitu saja diperlakukan oleh semua penguasa-penguasa rohani disekeliling kita ini?

Penjaga Kita Lebih Kuat
Puji Tuhan, Rasul Yohanes mengatakan bahwa Roh di dalam kita lebih besar daripada yang diluar kita (1Yoh4:4). Haleluyah ! Terima kasih Tuhan Yesus. Fakta ini harus kita sadari dan pegang selalu.

Kemudian ada satu lagi yang sering kita lupakan. Yaitu pekerjaan Malaikat-malaikat pelindung kita.

Ini yang membedakan Elisha dan bujangnya. Bujangnya melihat semua peristiwa hanya seperti yang terlihat secara kasat mata. Elisha berbeda. Ia melihat sesuatu secara alam rohani juga. Dibalik ancaman fisik yang dia alami, Ia melihat ada kuasa kuasa kegelapan yg bekerja. Itu sebabnya dia perlu kuasa rohani juga untuk mem-back up dia. Dan ketika ia menyadari kehadiran Malaikat-malaikat Tuhan ia tidak takut dan kuatir.

Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. (2Raja6:15-17)

Malaikat Gabriel menjelaskan hal yang sama kepada Daniel ketika dia sudah menanti begitu lama (21 hari) dan belum menerima tuntunan Tuhan ketika dia ber-doa puasa. Malaikat Gabriel menjelaskan:

Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. (Dan 10:12-13)
Kita tahu janji Tuhan:

Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Maz 34:8

Aman Dalam Perlindungan Tuhan Yesus
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Maz 91:9-11

Peperangan rohani? Yes, itu memang ada. Tapi bagi mereka yang takut dan berharap pada Tuhan memiliki perlindungan penuh dari para malaikat. Mana yang lebih kuat ? Tentu saja Malaikat Tuhan. Sebab itu kita akan mengakhiri tahun ini dengan keberhasilan. Amin.

All blessings,

Binsar

Memanfaatkan Tuntunan Tuhan


Belajar dari Daud (2): Memanfaatkan Tuntunan Tuhan

Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?" Jawab TUHAN kepada Daud: "Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila." (1Sam23:2)

Kita bisa banyak belajar dari salah satu Manager yang paling sukses di muka bumi yaitu Daud. Banyak pribadi-pribadi sukses di Alkitab dan tiap tiap mereka memiliki karakteristik khas yang menjadi kekuatan mereka untuk mencapi puncak keberhasilan. Kita tahu Daniel dengan kesucian dan devotionnya; Yusuf dengan purity dan hati yang bersih dari kepahitan; dan Musa dengan kelemahlembutan dan kerendahan hatinya. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Daud? Bagi Dia tidak lain adalah hati yang berkenan kepada Allah. Dalam hal ini Tuhan sendiri mengakui kelebihan Daud (Kis13:22).

Berkenan Kepada Tuhan Melalui Ketaatan
Dalam hal apa Daud berkenan kepada Allah? Daud senantiasa bertanya kepada Tuhan dan mengandalkan tuntunan Tuhan itu untuk setiap transaksi bisnisnya. Tentu saja konteks transaksi pada kehidupan Daud adalah peperangan-peperangan yang dilakukannya terhadap orang Filistin dan bangsa-bangsa yang lain. Hal itu bisa kita lihat di kisah di Kehila diatas.

Juga dalam situasi terjepit Daud bertanya kepada Tuhan untuk jalan keluar. Misalkan dalam kisah di Ziklag.

1Sam30:3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. 4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. 6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. 7 Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud. 8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan." 9 Lalu pergilah Daud . . . 

Tingkat Keberhasilan yang Tinggi Diperoleh Melalui Tuntunan Tuhan
Kalau kita lihat bagian-bagian lain dalam kitab Samuel, kita temui bahwa success rate Daud adalah 100%. Dalam setiap pertempuran dia bertanya kepada Tuhan dan berdasarkan tuntunan Tuhan itu Ia memutuskan untuk maju berperang atau tidak. Bahkan Tuhan juga memberikan tuntunan yang spesifik untuk pertempuran tertentu. Luar biasa bukan? Artinya dengan mengandalkan insider information dari Tuhan itu, Daud mampu membuat setiap transaksi bisnisnya berhasil dengan baik sekali.

Kita tentu memiliki dasar pendidikan analisis yang baik dari perguruan tinggi atau training-training yang kita pernah ikuti. Namun sering kali pengetahuan dan pengalaman kita tidak cukup memadai untuk situasi-situasi dalam hidup ini yang sering kali begitu kompleks. Alangkah baiknya kalau kita membiasakan diri untuk sabar menantikan dan mendengar tuntunan Tuhan atas situasi-situasi tersebut. Kita bisa datang kepada Allah dari segala informasi dan Allah segala hikmat. Dengan nasehat dan tuntunanNya yakinlah kita akan siap menghadapi apapun persoalan kita dan keluar dengan keberhasilan.

Seni Mendengar Suara Tuhan
Mendengar tuntunan Tuhan tidaklah sulit. Roh Kudus yang senantiasa berada dalam hidup kita secara terus menerus membisikkan tuntunanNya kepada kita. Tentu saja pembacaan Firman Allah secara regular akan membiasakan kita untuk membedakan antara tuntunan Tuhan dan keinginan daging kita. Menantikan Tuhan dalam doa dan penyembahan, dan pembacaan Alkitab tidak akan pernah sia-sia.

Saya jadi teringat perkataan Paulus,
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Rom 8:14)

Apakah anda telah menggunakan salah satu tool management yang luar biasa ini ?

All blessings,
Binsar

Mengerti Yang Kita Minta

Mat 20:22a Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?"….

Kalau kita membaca cerita di paragraph tersebut kita akan melihat ambisi ibu Yakobus dan Yohanes yang menginginkan posisi tinggi bagi anak-anaknya apabila Tuhan Yesus menjadi raja. Saya yakin saat itu ibu Zebedeus tidak mengerti bahwa pemerintahan Tuhan Yesus belum tiba di jaman itu melainkan untuk di akhir jaman. Tapi yang menarik bagi saya adalah ketika Tuhan Yesus berkata bahwa mereka tidak mengerti apa yang mereka minta.

Tuhan Yesus bicara tentang konsekuensi dari suatu permintaan. Sisi yang lain dari suatu permintaan. Sisi yang kurang menarik dari suatu permintaan.




Untuk suatu kemuliaan kursi pemerintahan ada cawan sengsara yang harus diminum.
Seorang gadis yang meminta kecantikan dan tubuh yang langsing sebetulnya sedang meminta bukan saja kecantikan tapi juga hari hari yang sengsara ketika dia harus menahan nafsu makan dalam masa masa berdiet ditambah menghabiskan berjam-jam dalam seminggu untuk ke salon kecantikan, potong rambut, manicure pedicure dsb. Harus mengeluarkan uang untuk belanja pakaian, asesoris dan kosmetik untuk mempercantik dirinya.

Seorang karyawan yang meminta promosi jabatan dan gaji yang tinggi sebetulnya sedang meminta hari-hari yang sibuk, tambahan stress dan beban kerja serta tekanan politik kantoran yang harus dihadapinya.

Dibalik suatu trophy piala ada pertandingan yang harus dilalui. Dibalik sebuah sabuk juara ada pertarungan yang harus ditempuh. Dan hal ini yang sering dilupakan oleh anak-anak Tuhan.

Tidak Bisa Cengeng Untuk Sukses
Banyak anak Tuhan yang menangis karena harus melalui penderitaan dan proses yang berat pada saat ini padahal itu merupakan bagian yang harus dilaluinya karena Tuhan sedang menjawab doa mereka sebulan yang lalu atau setahun yang lalu.

Ada yang minta Tuhan mengangkat proses yang berat itu dari hidupnya padahal mereka meminta kesuksesan yang hanya dapat diperoleh setelah melalui proses tersebut.

Bahkan kadang bersifat kekanak-kanakan karena mau bagian yang enak tapi tidak mau bagian yang tidak enak. Akhirnya menjadi lembek dan mudah cengeng.

Banyak orang ingin hidup seperti Aladin dan lampu wasiatnya. Tuhan adalah Jin gendut yang harus datang menghadap dan memberi apapun permintaannya persis seperti yang dia minta dan pada saat itu juga ketika dia memintanya. Tanpa ada bagian yang harus dilakukan dari pihaknya kecuali berseru dan meminta…... ;-)

Tidak boleh begitu.

Mengerti Konsukensi Dibalik Cantik, Kaya, Juara, ...
Ada konsekuensi yang datang bersamaan dengan apa yang kita minta. Untuk menjadi cantik dan langsing, seorang gadis harus bisa menahan diri dalam hal makan. Untuk mendapat teman hidup yang ganteng dan baik, dia harus belajar untuk tidak banyak cerewet dan malas merawat diri. Untuk menjadi kaya, harus bisa menahan diri dari belanja sesukanya dan mulai belajar berinvestasi.

Intinya kita harus menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang sesuai dengan permintaan doa kita. Jangan justru kitalah yang menjadi penghalang bagi doa-doa kita untuk segera dijawab dan digenapi oleh Tuhan Yesus.

All blessings,
Binsar

Doa Yang Selalu Dijawab



“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”. (Mat. 7:7-11)

Istri saya membuat satu lagu yang sangat memberkati dari ayat diatas. Anda mungkin pernah menyanyikan lagu "Bapa Yang Kekal" tersebut. Dalam paragraph diatas Tuhan Yesus memberikan satu janji yang sangat luar biasa tentang doa. Dia memberikan suatu kepastian bahwa setiap orang, tanpa kecuali, yang meminta akan menerima. Begitu pula siapa yang mencari akan mendapatkan.

Banyak hal dicari manusia di dunia ini termasuk diantaranya pengertian, tuntunan serta pencerahan. Dan Firman Tuhan mengatakan, itu semua itu akan diperoleh. Wow... luar biasa! Selama ini saya terbiasa dengan pengertian 50:50 chance untuk menerima apa yang kita minta. Atau Tuhan mendengar doa kita tapi belum tentu menjawab. Tapi Tuhan Yesus tidak berkata begitu. Kadang kita sendiri yang membuat Firman Tuhan berubah dari pengertiannya yang sederhana namun penuh kuasa.

Dalam ayat-ayat diatas, Tuhan Yesus kemudian meneruskan dengan perbandingan antara bapa lahiriah dan Bapa Sorgawi. Perbandingan yang memastikan bahwa apa yang diberikan oleh Bapa Sorgawi kualitasnya tidak akan pernah lebih rendah dibandingkan dengan apa yang mungkin diberikan oleh bapa lahiriah.

Tuhan Menjawab dengan Pemberian Yang Berkualitas
Quality! Inspirasi baru inilah yang saya dapatkan dari Firman Tuhan diatas, yaitu bahwa Tuhan bukan hanya menjamin akan memenuhi permintaan kita tetapi juga memastikan bahwa Ia akan memberi yang baik. Disinilah manusia sering salah mengerti dan mengira Tuhan tidak mendengar doanya. Padahal yang terjadi adalah bahwa definisi manusia dan Tuhan mengenai ”yang baik” itu belum tentu sama.

Sangat mungkin seorang pemohon akan menerima sesuatu yang berbeda dengan yang dia minta. Firman Tuhan mengatakan setiap yang meminta akan menerima. Tapi belum tentu menerima sesuatu yang persis dengan permintaannya. Bapa hanya memberi sesuatu yang baik. Jadi banyak orang akan menerima sesuatu yang jauh lebih baik dari yang dia minta. Tentu saja Tuhanlah yang menentukan apa yang baik dan yang tidak baik bagi kita. Bukankah Dia Maha Tahu?

Jawaban Yang Tidak Selalu Persis dengan Permintaan
Pertanyaannya adalah, ketika Tuhan menjawab doa kita tetapi jawaban itu berbeda dari yang kita minta, bisakah kita melihat bahwa pemberian-Nya itu baik untuk kita? dan bisakah kita menerima dan mengucap syukur atas pemberian-Nya tersebut?

Apabila seseorang meminta liburan keluar negri namun justru mendapat suatu musibah, apakah dia mau mengerti bahwa dia sedang menerima yang baik dari Tuhan? Sekalipun pengalaman itu akhirnya justru mendekatkan dia kepada Tuhan dan membentuk karakter yang semakin dewasa.

Apabila seseorang meminta suatu promosi di pekerjaannya namun justru mengalami PHK, apakah dia bisa menerima hal itu sebagai kebaikan yang Tuhan berikan?……. meski belum tahu bahwa hal itu ternyata menuntun dia pada suatu bisnis wiraswasta yang sukses besar dikemudian hari?

Apakah kita selalu bisa melihat jawaban Allah dengan kaca mata dan sudut pandang Allah?


All blessings,
Binsar

Menangkap Peringatan Tuhan

Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang, untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing. Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya.. (Ayub 33:15-19a)

Sering kali anak-anak Tuhan protes karena Tuhan tidak menjawab doa mereka. Tuhan tidak mendengar permohonan kita saat kita begitu desperate butuh tuntunan dalam hal-hal yang menurut kita sangat urgent. Dalam mencari pekerjaan, misalnya, atau pindah pekerjaan, memilih jodoh, dan lain sebagainya.

Terlalu Sibuk dan Tidak Bisa Mendengar Jawaban Tuhan
Tapi suatu hari saya membaca Firman Tuhan diatas dan menemui bahwa bukanlah demikian kenyataannya. Disitu dikatakan, Tuhan senantiasa berbicara bukan hanya dengan satu dua cara tapi dengan berbagai cara untuk memperingatkan kita dari keputusan-keputusan yang salah. Tuhan bahkan juga mencegah kita dari bahaya maut yang mengancam akibat keputusan-keputusan yang salah.

Saya menemukan bahwa ternyata masalahnya selalu ada pada pihak kita. Sering Tuhan berbicara tapi kita terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuk mendengarkan, terlalu banyak hal yang mengalihkan perhatian kita, atau kadang tanpa kita sadari kita mau mengatur Tuhan. Kita ingin Tuhan berbicara dengan cara yang kita tentukan. Dan segera. Anytime we want!

Tuhan Yesus Bukanlah Lampu Aladin
It doesn’t work that way. Tuhan tidak bisa diperlakukan sebagai lampu Alladin, yang sekali gosok langsung keluar jinnya. Secara instant apa yang kita mau harus segera dipenuhi. Sebetulnya agak lucu juga kalau kita memperlakukan Tuhan seperti itu. Siapa yang menuruti perintah? Kita menuruti Tuhan atau Tuhan menuruti kita? Dengan memperlakukan Tuhan sebagai lampu Aladin berarti Tuhan menjadi hamba kita. Benarkah ini? No …no... no!. Sekali lagi, No!.

Ketika seseorang mengundang Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Rajanya, maka saat itu juga ia mengambil keputusan untuk menjadikan dirinya hamba dari Tuhan Yesus. Kita beruntung mempunyai Tuhan yang memperlakukan kita dengan decent dan nice. Lebih dari pada itu, Dia bahkan mengangkat hamba itu menjadi saudara pewaris Kerajaan Allah. Namun demikian kita tetap tidak boleh lupa akan kenyataan bahwa Dia tetap dan yang akan selalu menjadi Tuhan.

Tuhan Yang Sayang dan Suka Memberi Petunjuk
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. (Maz. 32: 8)

Begitu sayangnya Tuhan kepada kita sampai kadang sekalipun tidak sampai hati, Dia harus membiarkan kita terbaring sakit di tempat tidur. Supaya kita tidak bisa pergi kemana-mana dan punya cukup waktu untuk mendengarkan peringatan-Nya. Ah, begitu baiknya Tuhan Yesus. Mungkin teman-teman sedang mengalami banyak masalah hari-hari ini. Bahkan mungkin terbaring sakit di tempat tidur. Namun demikian jangan kecewa dan putus asa. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengijinkan Tuhan berbicara banyak kepada kita. It’s just a small pause. It’s not a STOP in your life but only a PAUSE.

Sebab Tuhan sedang ingin menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. And you’d better believe it karena apa yang disediakan di depan kita pasti sangatlah baik dan indah.

All blessings,
Binsar

Merayu Tuhan













Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!" Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. (2 Sam.12:21-22)

Daud adalah seorang yang sangat pandai merayu Tuhan. Tidak heran Tuhan berkata tentang Daud sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan (Kis.13:22). Dia juga seseorang yang mengerti bagaimana melunakkan hati Tuhan dan membuat Tuhan tidak tahan bersikap keras terhadapnya. Dan ini adalah sesuatu yang dicari Tuhan di dalam diri kita.

Manusia Yang Ngobrol Intim dengan Tuhan
Tuhan juga menemukan itu pada diri Enokh. Begitu intim Dia ngobrol dengan Enokh akhirnya Tuhan angkat Enokh hidup-hidup ke sorga (Kej 5:24). Mungkin Tuhan berpikir, ”Daripada harus pergi ke bumi setiap kali ingin ngobrol dengan Enokh, lebih baik Aku angkat saja dia kemari.” Something like that. Sikap yang sama juga terdapat dalam diri Abraham sehingga Tuhan jadi tidak enak hati karena belum memberitahu rencananya untuk menghancurkan Sodom dan Gomora (Kej 18:17-18).

Hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus harus lebih dari sekedar ritual dan liturgi yang sudah dirancang dengan rutin. Coba kita lihat Daud. Sekalipun dia berbuat salah dan menerima hukumannya, dia tetap saja berusaha mengajuk-ajuk hati Tuhan dengan menaruh abu di kepalanya dan berpuasa.

Jangan Menjauh dari Tuhan saat Jatuh dalam Dosa
Daud tahu dia bersalah tapi dia tidak menjauhkan diri dari Tuhan. Dia tidak membiarkan rasa bersalah itu memisahkan hubungan batinnya dengan Tuhannya. Itu sebabnya Tuhan cepat memulihkan keadaannya sekalipun dia melakukan dosa yang berat. Tuhan tahu hati Daud. Hatinya adalah hati yang bertobat, hati yang ingin selalu berbalik kepada Tuhan, hati yang mau diajar dan dibentuk, hati yang mencintai Tuhan lebih dari segalanya.

Apakah anda dan saya mengerti hati Tuhan Yesus? Apakah anda dan saya pernah merayu Tuhan Yesus? Apakah anda dan saya mengerti bagaimana caranya merayu hati Tuhan Yesus?

Memulai Dengan Satu Langkah Sederhana
Satu-satunya cara untuk memulai dan mempelajarinya adalah dengan datang kepadanya pagi ini dan berkata: Aku sayang pada-Mu Tuhan. Aku ingin ngobrol denganmu mengenai hidupku dan tantangan yang sedang kuhadapi.

Lakukan itu setiap hari dan anda akan mendapatkan satu kiat sukses yang tiada tandingannya. Yaitu memiliki Tuhan Yesus sebagai backing anda.

All blessings,
Binsar

From Prayer to Praise

Cocokkah seorang profesional menyanyi memuji Tuhan? Tidak ketinggalan zamankah jika seorang businessman bersenandung lagu penyembahan sambil sibuk dalam pekerjaannya? Anehkah kalau kita melihat seorang yang sudah berhasil dalam karirnya masih suka memuji dan menyembah Tuhan?

Ada satu kisah nyata tentang seorang misionaris wanita di awal abad 20 yang terkena cacar air. Pada jaman tersebut penyakit yang sangat menular dan mematikan ini sedang mewabah dengan luar biasa. Seperti orang-orang lain yang terkena penyakit ini, missionaris ini harus tinggal di rumah dan tidak boleh berjumpa dengan siapapun. Dia berdoa siang dan malam mengharap kesembuhan tetapi setelah berdoa dan berdoa belum juga menerima jawaban.

Neraca Doa dan Ucapan Syukur Yang Seimbang
Sampai pada suatu malam wanita ini mendapat satu penglihatan. Dia melihat sebuah neraca dan neraca itu berat sebelah. Sisi yang satu berisi penuh dengan doa-doa sedang sisi lainnya hanya berisi sedikit puji-pujian. Lalu Tuhan Yesus memerintahkan wanita ini agar banyak memuji-muji Tuhan sebanyak doa yang telah dia panjatkan kepada Tuhan. Mendengar perkataan ini, wanita itu segera mulai memuji-muji Tuhan dengan segenap hati. Sampai dua hari dua malam dia terus memuji-muji Tuhan sampai tetangga-tetangga mendengar suaranya. Dan di akhir hari yang kedua ia mengalami kesembuhan total dari penyakitnya. Puji Tuhan !!!

Moral of the story? Bagi orang percaya, memuji Tuhan sama pentingnya dengan doa-doa yang dipanjatkan. Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi untuk menaikkan ucapan syukur bersama dengan doa-doa mereka.

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Fil. 4:6)


Rasul Paulus bukan sekedar kotbah, dia juga mengalami dan mempraktekkannya ketika Dia bersama Silas dimasukkan kedalam penjara di Filipi. Dan kita tentu semua tahu bagaimana Tuhan menjawab dengan mujizat ketika anak-anakNya tetap menyanyikan pujian didalam masa kesesakan mereka. Terjadi gempa yang besar dan belenggu penjara terlepas dengan ajaib.

Saya yakin pujian dan ucapan syukur menunjukkan pernyataan iman kita. Artinya : sebelum kita menerima jawaban doa, kita sudah mengucap syukur dan berterima kasih atas jawaban yang belum kita lihat. Bukankah itu esensi dari Ibrani 11:1 ?

Siapa Bilang Memuji Tuhan Sudah Tidak Afdol?
Lalu menjawab pertanyaan kita yang di atas, apakah cocok dan tidak ketinggalan zaman jika kaum profesional Kristen yang sudah berhasil dalam karirnya masih suka memuji dan menyembah Tuhan di lingkungan kerjanya? Pertanyaan ini dipicu oleh adanya orang-orang yang berkeyakinan bahwa kaum profesional adalah mereka yang menghadapi persaingan, baik bisnis maupun karir, dengan mengandalkan kecerdikan, pengalaman dan kekuatan sendiri. Oleh mereka hal ini dianggap sebagai gaya hidup ”orang-orang maju” atau modern. Dalam pandangan kelompok ini, menjalin keintiman dengan Tuhan dan mengandalkan kekuatan-Nya adalah gaya hidup kuno dan hanya diperuntukkan bagi mereka yang kalah bersaing dan putus asa. Karenanya gaya hidup ini dipandang ”tidak bergengsi”.

Saya ingat kesaksian seorang General Manager di perusahaan BUMN yang datang di kebaktian kami. Dia sebetulnya tidak terbiasa dengan puji-pujian yang berirama agak cepat dan sering kali bersikap pasif di dalam kebaktian. Namun suatu hari dia mengalami situasi di mana dia harus bersaing dengan begitu banyak orang di kantor untuk suatu jabatan yang penting. Banyak sekali orang yang pintar di perusahaan tersebut dan sebagai orang Kristen yang minoritas, anak Tuhan ini mengerti bahwa tantangannya cukup berat. Namun puji Tuhan, sekalipun dia pasif di kebaktian, dia teringat akan lagu yang seperti ini liriknya:

”Beribu rebah di kiriku, berlaksa di sisi kananku, ku tahu janji-Mu, Engkau bersamaku. Takkan goyah keyakinanku pada diri-MU, Yesus Tuhanku. Tiada yang seperti diri-Mu…. dst”. Saya yakin anda sering mendengar lagu tersebut.

Pujian Menghempaskan Musuh Musuh Kita
Anak Tuhan itu teringat akan lagu tersebut dan mengimani kebenarannya diatas persaingan ketat yang sedang dia hadapi itu. Anda tahu hasilnya? Belum lama saya melihat dia datang di kebaktian menaiki kendaraan dinas baru yang mahal dan bagus. Ternyata dialah yang terpilih untuk jabatan penting tersebut. Bapak ini kemudian bersaksi bahwa Dia telah menjadikan Tuhan rahasia suksesnya dan tangan Tuhanlah yang telah menyisihkan para pesaingnya sehingga ia bisa mendapatkan posisi tersebut. Puji Tuhan.

Menurut saya, justru karena kehidupan kita, kaum profesional, sarat dengan persaingan, kita lebih membutuhkan Tuhan. Kaum profesional yang intim dengan Tuhan adalah orang modern sejati. Mereka lebih modern daripada orang yang mengandalkan kekuatan sendiri. Membawa pujian dan doa ke lingkungan kerja juga bukan sesuatu yang aneh dan ketinggalan jaman. Justru inilah kunci sukses kita. Kaum profesional yang masih mengandalkan kekuatan sendiri hidup di zaman dimana manusia belum tahu bahwa ada Allah yang sangat tertarik dan peduli dengan perkembangan karir atau bisnis manusia. Dengan kekuasaan-Nya yang luar biasa dan tak terbatas Dia siap, bahkan rindu, untuk membantu manusia meraih kesuksesan demi kesuksesan dan menampilkan yang terbaik dari potensi yang dimilikinya. Banyak orang tidak tahu kebenaran ini tetapi kita, kaum profesional yang telah mengenal Yesus, tahu.

Apakah saat ini anda sedang berdoa begitu keras untuk suatu tantangan hidup? Dan apakah anda sudah memuji serta mengucap syukur pada Tuhan sama banyaknya dengan doa-doa anda? Saya berdoa agar kita semua mengalami terobosan dalam karir dan bisnis kita melalui pujian syukur kita kepada Tuhan Yesus.

All blessings,
Binsar

Dari Keluhan Menuju Doa


Adalah suatu kenyataan bahwa banyak anak-anak Tuhan kurang mengerti kuasa doa. Sebab itu banyak yang jarang menyempatkan waktu untuk berdoa. Yang dimaksud disini adalah berdoa dengan benar, ketika menghadapi masalah di tempat kerja atau di rumah.

Karena doa jarang menjadi option pertama, kita akhirnya mudah terpancing untuk mengomel, berkeluh kesah dan akhirnya kesal sendiri karena bereaksi demikian. Akibatnya bukannya persoalan terselesaikan, tapi persoalan barulah yang timbul. Banyak yang menderita sakit dada karena mengalami kepahitan, juga sakit kepala dan stress karena kejengkelan yang terpendam bertumpuk-tumpuk.

Keluhan dan protes tidak akan menyelesaikan persoalan kita
Ada banyak suami atau istri yang jengkel kepada pasangannya karena merasa diperlakukan kasar dan tidak dihargai. Karena dengan perkataan dan teguran tidak terjadi perubahan, akhirnya timbulah percekcokan yang berakhir dengan sakit hati. Syukur kalau setelah itu mereka bisa saling memaafkan sehingga hubungan dipulihkan. Kalau tidak, sakit hati ini bisa menjadi bertumpuk-tumpuk dan suatu ketika meledak seperti bom atom yang fatal.

Ada karyawan Kristen yang tidak puas dengan sikap managernya. Ia melihat bos tersebut tidak bisa dijadikan teladan. Selain sering memperlakukan bawahannya dengan kasar dan sewenang-wenang, ia juga suka pura-pura lupa kalau menjelang hari penentuan bonus tahunan. Sebagian pegawai menerima saja perlakuan seperti itu tapi sebagian yang lain berani meng-konfrontasi, tentu saja dengan perhitungan fifty-fifty: dipecat atau mengalami perubahan perlakuan.

Tidak puas terhadap atasan juga sering terjadi di dunia pelayanan: jemaat gereja yang tidak puas dengan gembala sidangnya atau pengerja pelayanan kantor yang tidak suka dengan koordinator pelayanannya, dlsb.

Dalam kasus-kasus diatas kebanyakan orang mengomel dan mencurahkan kejengkalannya kepada rekan-rekannya. Bahkan ada yang meracuni pikiran orang lain dengan melebih-lebihkan dan menjelek jelekan orang yang tidak disukai tersebut.


Mengeluh VS Mengandalkan Doa
Ada ayat yang menarik dalam Alkitab mengenai hal ini.

Luk. 6: 28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Mat. 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Adalah suatu hal yang mengejutkan bahwa sangat sedikit anak-anak Tuhan yang berdoa secara positif atas atasannya yang kasar, atas gembalanya dan pendetanya yang tidak sempurna (somehow mereka selalu saja menemukan kelemahan bapak pendetanya :-), atas suaminya atau istrinya di rumah. Lebih banyak yang memilih untuk membicarakan orang-orang tersebut di belakangnya dari pada mendoakannya.

Doa Lebih Berkuasa Dari Protes dan Komplain
Padahal Tuhan Yesus katakan, doa orang percaya itu dahsyat sekali. Umpamanya kita berdoa untuk pasangan kita dengan sungguh-sungguh, besar sekali chance-nya bagi doa kita untuk terjawab. Artinya, berkat doa kita, sangat mungkin pasangan kita berubah dari kelakuannya yang tidak benar. Karena doa kita, tidak mustahil atasan kita sadar dan memperbaiki tingkah lakunya yang menurut kita keterlaluan. Dan bapak gembala / pendeta semakin disempurnakan dan dipakai Tuhan dengan lebih besar lagi sebagai jawaban atas doa kita yang penuh keyakinan dan kasih. Karena doa orang percaya besar sekali kuasanya!

Doa Mendatangkan Kelegaan Yang Tuntas
Ketika kita berdoa, bukan hanya apa yang kita doakan akan terjadi. Lebih dari itu, kitapun akan dilepaskan dari rasa kesal dan kepahitan yang bisa mengakibatkan kanker atau penyakit berat lainnya karena kalau kita berdoa dan memberkati orang yang tidak berkenan kepada kita, rasa sesak dalam dada kita akan Tuhan ganti dengan kelegaan dan damai sejahtera.

Apakah kita sudah mulai berdoa bagi mereka yang menyakiti kita?
Apakah kita cukup percaya bahwa doa kita akan memberi dampak yang baik bagi orang lain ?

Let’s start to do it today.

All blessings
Binsar