Tampilkan postingan dengan label Life style. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life style. Tampilkan semua postingan

Mulai Dengan Sukses-Sukses Kecil (2)

Ini suatu pencapaian yang besar karena banyak orang yang hidupnya kelihatan baik dari luar namun batinnya sengsara. Pikirannya dan hidupnya menderita karena merasa sebagai orang yang serba kurang dibandingkan dengan orang lain di sekelilingnya.

Mengapa Selalu Merasa Kurang
Kenapa orang merasa selalu kurang? Begini konsepnya,., ....bila kita mengira bahwa kepuasan diukur dari sesuatu yang di luar: materi, barang yang kita punya, HP baru, mobil baru, dll ... atau kepuasan mata, pergi berbelanja, jalan jalan ke luar negeri,... atau kepuasan jasmani, seperti makan makanan yang enak, hubungan fisik dsb maka kita salah mencari kepuasan.


Kepuasan itu berasal dari dalam. Nikmat dan bahagia itu masalah hati. Dan kita perlu belajar untuk bisa merasakan itu.

Kepuasan dirasakan ketika kita berinteraksi dengan Tuhan dan orang yang kita kasihi. Buktinya,.... ketika kita pertama kali bertemu dengan Tuhan Yesus, menerima Tuhan sebagai Tuhan dan Sahabat, kita merasakan damai dan kebahagian dan kepuasan yang tidak bisa dijelaskan. Perasaan ecstasy yang sulit dibandingkan dengan apapun juga.

Demikian pula ketika seseorang sedang jatuh cinta, dia merasakan suatu perasaan yang sulit dibandingkan sekalipun makan siangnya hanya nasi dan tempe di rumah kos-kos-an yang sederhana.

Bertemu dengan keluarga kita dan teman-teman dekat juga memberikan rasa indah yang luar biasa sekalipun pertemuan itu diadakan di restoran yang sederhana.

Tidak Sulit Menemukan Kepuasan Disekeliling Kita 
Sebetulnya setiap kita pasti pernah merasakan kebahagian dan kepuasan yang luar biasa yang diuraikan diatas. Yang kita butuhkan adalah belajar untuk mengalami lagi suasana-suasan tersebut lebih lagi di hidup kita selanjutnya.

Bila kita mengerti hal ini maka anda dan saya menjadi orang-orang yang berbahagia sekalipun mungkin secara materi tidak naik mobil jaguar dan setiap minggu berlibur ke Paris dan Disneyland.....

Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Fil4:11b-12a, 13)  


Orang yang mengerti cara untuk berbahagia seperti Paulus bukanlah orang-orang gila. Bukan juga orang-orang yang pandai menipu diri sendiri. Juga bukanlah orang-orang yang apatis, "nrimo" dan tidak ada lagi inisiatif untuk maju. No. No. dan No.

Orang yang pintar mengatur hatinya untuk tetap berbahagia adalah orang-orang yang aktif, bersemangat, punya gairah untuk maju dan menikmasti hidupnya..... O ya....
 
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,  (Fil4:4,6)


Bagaimana kalau kita terlalu bergantung dengan hal-hal materi dan situasi di luar diri kita? Bagaimana kalau kepuasan kita terlalu diatur oleh keadaan disekeliling kita?

Well, caranya hanya satu. Yaitu kita mulai belajar menikmati kepuasan-kepuasan yang datang dari dalam. Temukan kembali perasaan-perasaan itu dan hidup anda akan berubah sama sekali.

Dan bila itu terjadi, anda sudah mendapatkan suatu pencapai luart biasa dalam hidup anda.

All blessings,
Binsar

Gairah dan Vitalitas Rohani

Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. (2 Sam. 6:12b,14)

Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!" Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; (2 Sam. 6:20-22a)


Kehidupan rohani seseorang, apapun profesi maupun bisnisnya, membawa dampak pada buah tangannya. Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa kerohanian yang penuh vitalitas membuat kehidupan seseorang penuh energi dan kreatifitas dimana ini akan menuntunnya pada keberhasilan. Omong kosong apabila ada pendapat yang meng-claim bahwa kerohanian seseorang dapat menyebabkan kegagalan pada usahanya.

Kreativitas dan Produktivitas berasal dari Kerohanian yang Sehat
Saya percaya bahwa dari roh yang sehat akan ada jiwa yang sehat dan ini kelihatan melalui pikirannya yang positif, ide-idenya yang cemerlang, ketenangan dan kecermatannya dalam mengambil keputusan, dsb. Bukan itu saja. Kerohanian yang baik memudahkan seseorang mematuhi tuntunan Tuhan di situasi-situasi kritis sehingga mereka tidak perlu mengalami terlalu banyak konflik.


Daud mengerti kunci sukses ini dan memegang kuat prinsip ini dalam hidupnya. Sekalipun hidup di jaman yang belum ada kebaktian karismatik, dia sudah mengerti apa itu menari dihadapan Tuhan. Baginya ini adalah suatu pernyataan bahwa segala yang dia miliki berasal dari Tuhan. Karena itu ia tidak malu bahkan dengan sengaja merendahkan dirinya dihadapan rakyatnya seolah-olah mengatakan bahwa kemenangan yang dia raih di medan perang semuanya berasal dari Tuhan belaka. Suatu teknik merayu-rayu hati Tuhan yang sangat jitu. Itulah sebabnya Tuhan menyatakan Daud sebagai orang yang berkenan di hati-Nya (Kis. 13:22).

Itu juga sebabnya Tuhan senantiasa menyertainya dalam setiap peperangan dan memberikan kemenangan-kemenangan yang luar biasa.

Yes, kita perlu mempertahankan kehidupan kerohanian yang penuh vitalitas hari-hari ini. Bergairah dan bersemangat untuk membaca Alkitab, berdoa dan melayani Tuhan. Senantiasa berjaga-jaga. Jangan sampai cinta kasih kita pada Tuhan Yesus menjadi tawar dan datar.

Tuhan Yesus sayang anda.

All blessings,
Binsar

Menyesuaikan Diri




Krisis diijinkan Tuhan
Tuhan Mengijinkan Suatu keadaan Melanda kota atau negri bahkan seluruh dunia karena ada maksud tertentu yang ditujukan pada kota atau negri tersebut. Kadang kita tidak mengerti maksud Krisis itu karena Tuhan tidak memberitahu sebelumnya. Kadang belakangan kita baru mengerti tujuan Tuhan mengijinkan Krisis itu terjadi.

Saat ini harga BBM melompat tinggi sekali. Dari USD 15 per barrel beberapa tahun yang lalu, kemudian melompat sampai melebihi USD140 per barrel dan menimbulkan kepanikan luarbiasa sebelum mengambang diatas USD 50 pada saat ini. Sesuatu yang tak terpikirkan bahkan akan dianggap bercanda kalau kita sebutkan beberapa tahun yang lalu.

Semua harga naik, orang demo dan orang-orang menjerit. Bukan hanya orang menengah bawah tapi juga orang-orang kaya juga mulai pusing kepala. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa, Amerika dan semua negara-negara maju juga kewalahan

Menyesuaikan Diri Untuk Survive
Saudara-saudari, ketika Krisis terjadi, tidak selamanya Tuhan bersedia MENGECUALIKAN kita dari Krisis itu. Sering kali, kita yang harus menyesuaikan diri kita. Tuhan tentu akan menolong dan menyertai kita melewati Kriris ini tapi tidak berarti kita tidak melakukan apa-apa.

Kita juga harus menyesuaikan diri. Bukan Tuhan tapi kita.

1 Raja 17:2-6 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Nabi Elia harus pergi ke Sungai Kerit ketika kekeringan melanda Israel. Nabi yang bisa berdoa menghalangi dan menurunkan hujan ini ternyata harus menyesuaikan diri ketika Krisis Kekeringan melanda Israel. Dia tidak berdoa dengan semua imannya agar dia bisa tetap di kampungnya dan sumur rumahnya tetap mengeluarkan air. Dia tidak mengubah batu menjadi daging dan roti di rumahnya. Nabi Elia harus menurut pada kehendak alam. Dia harus turut kehendak si Krisis tersebut ketika kekeringan melanda Israel.

Cara Yang Unik Tidak Jadi Soal
Namun tidak berarti dia akan menderita dan mati. Tuhan tahu satu tempat bagi orang pilihanNya. Supaya bisa survive dan keluar dengan selamat dari Krisis tersebut. Tuhan sediakan cara yang unik agar Elia bisa tetap makan daging dan roti serta minum air yang segar.

Namun tidak lama kemudian Tuhan menyuruh Nabi Elia pindah
1Raja :17:7-9 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."

Tidak lama kemudian, Elia harus pindah dan ikut petunjuk Tuhan yang baru agar dia bisa tetap survive dan bisa tetap makan roti sampai lewati masa Krisis itu. Cara yang kedua ini juga tidak kalah uniknya. Dia harus numpang pada seorang janda miskin dan makan dari tepung yang tidak habis-habis. Cara Unik yang meragukan dan yang perlu ketaatan penuh dan iman percaya.

Moral of the story?

Pelajaran yang bisa ditarik adalah: Jangan menangis dan salahkan Krisis. Tapi ikuti tuntunan Tuhan agar kita bisa Survive. Jangan minta Tuhan yang menyesuaikan mengikuti kemauan kita. Kita yang harus menyesuaikan diri. Caranya kadang UNIK dan berubah-ubah. Tapi bila kita turuti, kita akan tertolong. Tidak mudah. Tapi pasti manjur.

Tuhan Selalu Mengawasi Kita
Mari banyak ambil waktu untuk bersekutu dengan Tuhan hari-hari ini. Agar kita bisa menerima tuntunan Tuhan dan melewati Krisis ini. Menerima Tuntunan Tuhan dan dikuatkan untuk percaya pada tuntunanNya itu.

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Maz 32:8

All blessings,
Binsar

Hati Yang Senang



























Di tahun yang baru kita perlu semangat yang diperbaharui juga. Tahun yang penuh tantangan ini tidak mungkin bisa dilalui dengan gairah yang loyo. Semangat yang lesu, hati yang mendung pasti tidak akan siap menghadapi dinamika pekerjaan yang penuh kejutan dan tekanan yang berat. Sebaliknya hati yang gembira akan mem-boost kreatifitas dan prestasi kita pada level yang tertinggi.

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. (Ams 15:13)

Saya baru saja membaca buku dari Bill Hybels, seorang pemimpin gereja yang sukses dari Willow Creek, Chicago. Bill memulai gereja hanya dengan segelintir orang namun saat ini sudah memiliki jemaat sebanyak 12,000 jiwa. Suatu prestasi yang luar biasa untuk ukuran Amerika. Namun dia menceritakan bahwa saat membangun karirnya, dia mengalami breakdown yang parah dan menyadari bahwa dia tidak akan bisa terus melanjutkan pekerjaannya dengan pola hidup yang dia lalui saat itu. Dia menyadari bahwa bukan saja pelayanannya akan hancur, tapi juga rumah tangganya dan dirinya sendiripun akan berantakan. Singkat cerita, setelah melakukan banyak evaluasi dan bimbingan dari rekan-rekannya, dia melakukan perubahan 180 derajat. Satu yang terpenting adalah dia mulai membentuk kehidupan yang lebih seimbang. Dia mengisi hidupnya dengan hal lain dibanding hanya melulu bekerja untuk pelayanan saja.

Hobby sebagai sumber inspirasi
Dia mulai lagi melakukan hobby yang sudah lama dia tidak lakukan. Sesuatu yang menyenangkan yang sudah terlupakan karena kesibukkan pekerjaan. Ternyata mengisi waktu dengah hobby dalam waktu yang pantas, mampu membangkitkan semangat kerja yang sudah kering terkuras untuk bekerja non-stop yang selalu dilakukannya selama ini. Bahkan dia menyadari bahwa inspirasi-inspirasi baru muncul ketika dia melakukan sesuatu yang seolah-olah tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Intinya, kita harus bisa menikmati hidup ini. Nikmati pekerjaan. Tapi juga miliki dan nikmati waktu untuk bermain. Waktu untuk beristirahat dan berinteraksi dengan lingkungan.

Dalam semuanya itu kita perlu menjaga agar hati kita selalu bersukacita. Temukan hal-hal dalam hidup ini yang paling efektif membuat kita bersukacita. Ada orang yang paling bersukacita kalau melakukan hobby-nya. Apapun itu. Ada yang suka bercocok-tanam, berolah-raga, membangun catalog koleksi cindera-mata, wah banyak sekali dan tidak bisa disebutkan satu persatu. Ayo coba kita membagi waktu kita untuk hal-hal tersebut dan temui bahwa itu bisa menyegarkan gairah kerja kita.

Menciptakan waktu-waktu yang berarti
Ada orang yang paling disegarkan kalau dia pergi bertamasya bersama keluarganya. Mungkin tidak perlu jauh-jauh. Kadang pergi ke-mall di akhir minggu setelah bergereja sudah cukup menyegarkan. Mencoba restaurant yang baru? Kadang hal-hal seperti ini sudah memberi variasi pada kehidupan yang monoton yang hanya diisi dengan kerja dan kerja saja.

Spend time dengan teman-teman lama juga merupakan hal yang terlupakan bagi banyak orang. Padahal bertemu teman-teman sesama alumni SMA, perguruan tinggi atau sahabat pelayanan masa kuliah adalah moment-moment yang sangat menyenangkan. Tidak terlalu banyak biaya yang keluar namun hasilnya sangat luar biasa. Kita lebih bahagia. Lebih gembira. Lebih bersemangat.

Hati yang gembira membuat kita lebih efektif
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta. (Ams 17:22; 15:15)

Betapa kita memerlukan hati yang selalu gembira dan bersemangat. Memang kadang yang kita sedang hadapi, kesulitan kita, kebutuhan keuangan yang mendesak dan hal-hal seperti itu membuat kita tidak bisa bersukacita. Tapi seperti kata Tuhan Yesus, kekuatiran kita tidak akan sedikitpun merubah situasi buruk yang kita sedang hadapi. Sebaliknya, hati yang gembira dan keyakinan kita pada pertolongan Tuhan, akan membawa mujizat yang tidak terduga. Seperti kata Pemazmur:

dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. (Maz 37:4)

Haleluyah, mari kita ambil waktu untuk menemukan inspirasi dan kegembiraan disamping waktu bekerja. Pasti prestasi kita akan lebih meningkat dan produktif. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Fil 4:4)

All blessings,

Binsar

Orang Sukses Yang Tidak Kaya




















OK ok ok sebelum anda menolak judul yang saya buat untuk artikel ini, saya perlu jelaskan didepan.  Firman Tuhan setuju dengan hidup yang diberkati secara rohani dan jasmani sebab Tuhan datang untuk memberi hidup yang berkelimpahan bukan? (Yoh 10:10)....

Abaraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Daud, Salomo, Daniel, dan banyak lagi tokoh-tokoh Alkitab tidak diragukan lagi adalah orang-orang yang Kaya secara finansial. Tokoh-tokoh sebelum Nabi Nuh .....mungkin belum hidup dalam dunia yang kompleks sehingga mereka mungkin hidup tanpa perduli untuk mengumpulkan kekayaan. Tapi pasti mereka juga tidak hidup dalam kekurangan.....

Intinya, orang-orang benar dalam Perjanjian Lama umumnya hidup dalam berkelimpahan dan ..... jatuh miskin ketika mereka meninggalkan Tuhan.

Suatu prinsip yang sangat sederhana.... sehingga Daud pun mengatakan: Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; (Maz 37:25)

Namun kalau kita selidiki lebih lanjut, ada orang-orang benar dan sukses dalam Alkitab yang hidupnya tidak Kaya. Benar yang dimaksud artinya tentu memiliki hidup berkenan kepada Allah. Dan Sukses artinya mereka berhasil memenuhi panggilan dan tujuan hidupnya. Hidup yang memberi dampak pada dunia di sekitar mereka.

Kita bisa mulai dengan Rasul Paulus, Rasul Petrus dan rasul-rasul dalam gereja mula-mula misalnya. Tambahkan kesitu, nabi Elia, Elisa dan nabi-nabi lain yang Tuhan kirim ke bangsa Israel sepanjang jaman raja-raja.

Apakah Prinsip Hidup Berkelimpahan Tidak Manjur Dalam Hidup Mereka?
Mustahil ! Kebenaran Firman Tuhan berlaku kemarin, hari ini dan selama-lamanya bukan.... ?

Tapi persoalannya bukan disitu. Kalau kita gali lebih dalam, kita akan temui bahwa banyak orang benar yang MEMILIH untuk hidup dalam kekurangan agar dapat efektif dalam melakukan tugasnya. Lebih efektif dalam mencapai panggilannya. Efektif?

Ya karena kalau mereka hidup penuh kekayaan, mereka tidak bisa melakukan panggilannya. Coba bayangkan bila seorang misionaris pergi ke Papua pedalaman dan hidup di tenda dengan genset, satelite TV, kulkas, big LCD TV dan satu mobil Jaguar parkir di depan "tenda"nya ?

O dia akan dianggap orang aneh dan tidak akan bisa secara efektif melayani orang-orang pedalaman tersebut. Jadi apa yang mereka lakukan? Banyak dari mereka yang akhirnya menyesuaikan gaya hidupnya, bahkan cara berpakaiannya dan cara makannya agar mereka bisa efektif melayani di daerah misi.

Rasul Paulus mungkin merupakan contoh yang paling baik untuk hal ini. Dia mengatakan:
Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, .... sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu. (2Kor 6:3, 4, 10)

Memilih Untuk Tidak Menjadi Kaya Raya  
Rasul Paulus adalah orang yang pintar dan berpendidikan tinggi. Dia akan sangat gampang untuk hidup kaya bila dia mengambil suatu profesi businessman secara full time. Namun dia memilih untuk hidup dengan menjual tenda sambilan karena dia memiliki suatu gol dalam hidupnya. Artinya bila dia harus hidup tidak kaya untuk berhasil maka itulah yang menjadi plihannya. Pilihan untuk hidup tidak Kaya secara finansial.

Apakah boleh ?

Tentu saja boleh.  Hidup ini jauh lebih luas dari sekedar menjadi kaya. Dalam hidup yang singkat ini banyak pencapaian-pencapaian yang bisa dikejar dari sekedar menjadi kaya.

Memang tidak selalu harus memilih salah satu. Tapi banyak dari kita akan sampai pada satu titik dimana kita harus memilih antara hidup kaya atau mencapai cita-cita panggilan kita. Paling tidak hidup sederhana untuk sementara waktu agar bisa fokus pada pencapaian dalam bentuk yang lain.

Hidup Berkorban Untuk Suatu Cita-cita
Rasul Paulus mengatakan dengan begitu jelas di Surat Filipi:
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, ...dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Fil 3:8, 14)
 
Apakah kita hidup hanya sekedar untuk memperoleh kekayaan? Untuk sukses secara material semata-mata?

Bagaimana kalau pencapaian material menjadi penghalang atau faktor penunda datangnya Sukses yang terutama: Cita-cita kita? Panggilan Kita?

All blessings,
Binsar

Agresif Memberi


Hari-hari ini sepertinya perekonomian dunia semakin hari bukannya semakin membaik tetapi sebaliknya. Efeknya bukan hanya dirasakan oleh kaum pebisnis saja tetapi juga sampai kepada masayarakat kebanyakan termasuk ibu rumah tangga.

Dalam situasi yang demikian, ada dua pilihan untuk kita: bertindak defensif atau proaktif.

a. Defensif:
Potong semua budget untuk hal yang tidak perlu. Yang menyedihkan, untuk banyak orang ini juga berarti: Potong budget untuk hal yang sebetulnya diperlukan. Too bad. Pendapatan kita memang belum bisa berlomba dengan kenaikan biaya hidup.

b. Proaktif atau saya lebih senang menyebutnya Agresif:
Memberi lebih banyak dari sebelumnya kepada pekerjaan Tuhan dan orang yang lebih miskin dari anda.

Orang Yang Memberi Pinjaman Pada Tuhan
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Ams. 19:17)

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Luk.. 6:38)

Lalu, tentu saja ayat yang sangat digemari banyak orang:

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal.3:10)

Ibaratnya kita berada di garis depan sebuah peperangan yg sedang genting-gentingnya. Keputusan yang kita ambil akan mempengaruhi sisa waktu kita didepan. Saya dan anda harus memilih untuk defensif atau agresif. Tetapi sebelum anda terbakar untuk memberikan semua uang gaji bulan ini kepada Tuhan dan orang miskin, ijinkan saya memberikan satu footnote untuk pilihan diatas.

Tuhan tidak menyuruh anda untuk mengabaikan kebutuhan keluarga anda.
Anda tidak bisa mempersembahkan semua penghasilan anda tapi membiarkan anak-anak dan istri menangis karena tidak makan dan berpakaian yang tidak pantas. Namun point-nya adalah: Anda bisa memilih untuk berkorban dengan cara mengalokasikan pendapatan anda namun tetap dalam proporsi yang tepat disertai keyakinan kuat pada Firman Tuhan.

Lalu berapa banyak? Jawabannya sangat sederhana. Bicarakan dengan pasangan anda dan bawa ke dalam doa. Percayalah. Anda akan jauh lebih diberkati daripada orang yang menahan uangnya hanya untuk dirinya sendiri.

Ams 11:24 - Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

All blessings,
Binsar

From Prayer to Praise

Cocokkah seorang profesional menyanyi memuji Tuhan? Tidak ketinggalan zamankah jika seorang businessman bersenandung lagu penyembahan sambil sibuk dalam pekerjaannya? Anehkah kalau kita melihat seorang yang sudah berhasil dalam karirnya masih suka memuji dan menyembah Tuhan?

Ada satu kisah nyata tentang seorang misionaris wanita di awal abad 20 yang terkena cacar air. Pada jaman tersebut penyakit yang sangat menular dan mematikan ini sedang mewabah dengan luar biasa. Seperti orang-orang lain yang terkena penyakit ini, missionaris ini harus tinggal di rumah dan tidak boleh berjumpa dengan siapapun. Dia berdoa siang dan malam mengharap kesembuhan tetapi setelah berdoa dan berdoa belum juga menerima jawaban.

Neraca Doa dan Ucapan Syukur Yang Seimbang
Sampai pada suatu malam wanita ini mendapat satu penglihatan. Dia melihat sebuah neraca dan neraca itu berat sebelah. Sisi yang satu berisi penuh dengan doa-doa sedang sisi lainnya hanya berisi sedikit puji-pujian. Lalu Tuhan Yesus memerintahkan wanita ini agar banyak memuji-muji Tuhan sebanyak doa yang telah dia panjatkan kepada Tuhan. Mendengar perkataan ini, wanita itu segera mulai memuji-muji Tuhan dengan segenap hati. Sampai dua hari dua malam dia terus memuji-muji Tuhan sampai tetangga-tetangga mendengar suaranya. Dan di akhir hari yang kedua ia mengalami kesembuhan total dari penyakitnya. Puji Tuhan !!!

Moral of the story? Bagi orang percaya, memuji Tuhan sama pentingnya dengan doa-doa yang dipanjatkan. Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi untuk menaikkan ucapan syukur bersama dengan doa-doa mereka.

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Fil. 4:6)


Rasul Paulus bukan sekedar kotbah, dia juga mengalami dan mempraktekkannya ketika Dia bersama Silas dimasukkan kedalam penjara di Filipi. Dan kita tentu semua tahu bagaimana Tuhan menjawab dengan mujizat ketika anak-anakNya tetap menyanyikan pujian didalam masa kesesakan mereka. Terjadi gempa yang besar dan belenggu penjara terlepas dengan ajaib.

Saya yakin pujian dan ucapan syukur menunjukkan pernyataan iman kita. Artinya : sebelum kita menerima jawaban doa, kita sudah mengucap syukur dan berterima kasih atas jawaban yang belum kita lihat. Bukankah itu esensi dari Ibrani 11:1 ?

Siapa Bilang Memuji Tuhan Sudah Tidak Afdol?
Lalu menjawab pertanyaan kita yang di atas, apakah cocok dan tidak ketinggalan zaman jika kaum profesional Kristen yang sudah berhasil dalam karirnya masih suka memuji dan menyembah Tuhan di lingkungan kerjanya? Pertanyaan ini dipicu oleh adanya orang-orang yang berkeyakinan bahwa kaum profesional adalah mereka yang menghadapi persaingan, baik bisnis maupun karir, dengan mengandalkan kecerdikan, pengalaman dan kekuatan sendiri. Oleh mereka hal ini dianggap sebagai gaya hidup ”orang-orang maju” atau modern. Dalam pandangan kelompok ini, menjalin keintiman dengan Tuhan dan mengandalkan kekuatan-Nya adalah gaya hidup kuno dan hanya diperuntukkan bagi mereka yang kalah bersaing dan putus asa. Karenanya gaya hidup ini dipandang ”tidak bergengsi”.

Saya ingat kesaksian seorang General Manager di perusahaan BUMN yang datang di kebaktian kami. Dia sebetulnya tidak terbiasa dengan puji-pujian yang berirama agak cepat dan sering kali bersikap pasif di dalam kebaktian. Namun suatu hari dia mengalami situasi di mana dia harus bersaing dengan begitu banyak orang di kantor untuk suatu jabatan yang penting. Banyak sekali orang yang pintar di perusahaan tersebut dan sebagai orang Kristen yang minoritas, anak Tuhan ini mengerti bahwa tantangannya cukup berat. Namun puji Tuhan, sekalipun dia pasif di kebaktian, dia teringat akan lagu yang seperti ini liriknya:

”Beribu rebah di kiriku, berlaksa di sisi kananku, ku tahu janji-Mu, Engkau bersamaku. Takkan goyah keyakinanku pada diri-MU, Yesus Tuhanku. Tiada yang seperti diri-Mu…. dst”. Saya yakin anda sering mendengar lagu tersebut.

Pujian Menghempaskan Musuh Musuh Kita
Anak Tuhan itu teringat akan lagu tersebut dan mengimani kebenarannya diatas persaingan ketat yang sedang dia hadapi itu. Anda tahu hasilnya? Belum lama saya melihat dia datang di kebaktian menaiki kendaraan dinas baru yang mahal dan bagus. Ternyata dialah yang terpilih untuk jabatan penting tersebut. Bapak ini kemudian bersaksi bahwa Dia telah menjadikan Tuhan rahasia suksesnya dan tangan Tuhanlah yang telah menyisihkan para pesaingnya sehingga ia bisa mendapatkan posisi tersebut. Puji Tuhan.

Menurut saya, justru karena kehidupan kita, kaum profesional, sarat dengan persaingan, kita lebih membutuhkan Tuhan. Kaum profesional yang intim dengan Tuhan adalah orang modern sejati. Mereka lebih modern daripada orang yang mengandalkan kekuatan sendiri. Membawa pujian dan doa ke lingkungan kerja juga bukan sesuatu yang aneh dan ketinggalan jaman. Justru inilah kunci sukses kita. Kaum profesional yang masih mengandalkan kekuatan sendiri hidup di zaman dimana manusia belum tahu bahwa ada Allah yang sangat tertarik dan peduli dengan perkembangan karir atau bisnis manusia. Dengan kekuasaan-Nya yang luar biasa dan tak terbatas Dia siap, bahkan rindu, untuk membantu manusia meraih kesuksesan demi kesuksesan dan menampilkan yang terbaik dari potensi yang dimilikinya. Banyak orang tidak tahu kebenaran ini tetapi kita, kaum profesional yang telah mengenal Yesus, tahu.

Apakah saat ini anda sedang berdoa begitu keras untuk suatu tantangan hidup? Dan apakah anda sudah memuji serta mengucap syukur pada Tuhan sama banyaknya dengan doa-doa anda? Saya berdoa agar kita semua mengalami terobosan dalam karir dan bisnis kita melalui pujian syukur kita kepada Tuhan Yesus.

All blessings,
Binsar

Dari Keluhan Menuju Doa


Adalah suatu kenyataan bahwa banyak anak-anak Tuhan kurang mengerti kuasa doa. Sebab itu banyak yang jarang menyempatkan waktu untuk berdoa. Yang dimaksud disini adalah berdoa dengan benar, ketika menghadapi masalah di tempat kerja atau di rumah.

Karena doa jarang menjadi option pertama, kita akhirnya mudah terpancing untuk mengomel, berkeluh kesah dan akhirnya kesal sendiri karena bereaksi demikian. Akibatnya bukannya persoalan terselesaikan, tapi persoalan barulah yang timbul. Banyak yang menderita sakit dada karena mengalami kepahitan, juga sakit kepala dan stress karena kejengkelan yang terpendam bertumpuk-tumpuk.

Keluhan dan protes tidak akan menyelesaikan persoalan kita
Ada banyak suami atau istri yang jengkel kepada pasangannya karena merasa diperlakukan kasar dan tidak dihargai. Karena dengan perkataan dan teguran tidak terjadi perubahan, akhirnya timbulah percekcokan yang berakhir dengan sakit hati. Syukur kalau setelah itu mereka bisa saling memaafkan sehingga hubungan dipulihkan. Kalau tidak, sakit hati ini bisa menjadi bertumpuk-tumpuk dan suatu ketika meledak seperti bom atom yang fatal.

Ada karyawan Kristen yang tidak puas dengan sikap managernya. Ia melihat bos tersebut tidak bisa dijadikan teladan. Selain sering memperlakukan bawahannya dengan kasar dan sewenang-wenang, ia juga suka pura-pura lupa kalau menjelang hari penentuan bonus tahunan. Sebagian pegawai menerima saja perlakuan seperti itu tapi sebagian yang lain berani meng-konfrontasi, tentu saja dengan perhitungan fifty-fifty: dipecat atau mengalami perubahan perlakuan.

Tidak puas terhadap atasan juga sering terjadi di dunia pelayanan: jemaat gereja yang tidak puas dengan gembala sidangnya atau pengerja pelayanan kantor yang tidak suka dengan koordinator pelayanannya, dlsb.

Dalam kasus-kasus diatas kebanyakan orang mengomel dan mencurahkan kejengkalannya kepada rekan-rekannya. Bahkan ada yang meracuni pikiran orang lain dengan melebih-lebihkan dan menjelek jelekan orang yang tidak disukai tersebut.


Mengeluh VS Mengandalkan Doa
Ada ayat yang menarik dalam Alkitab mengenai hal ini.

Luk. 6: 28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Mat. 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Adalah suatu hal yang mengejutkan bahwa sangat sedikit anak-anak Tuhan yang berdoa secara positif atas atasannya yang kasar, atas gembalanya dan pendetanya yang tidak sempurna (somehow mereka selalu saja menemukan kelemahan bapak pendetanya :-), atas suaminya atau istrinya di rumah. Lebih banyak yang memilih untuk membicarakan orang-orang tersebut di belakangnya dari pada mendoakannya.

Doa Lebih Berkuasa Dari Protes dan Komplain
Padahal Tuhan Yesus katakan, doa orang percaya itu dahsyat sekali. Umpamanya kita berdoa untuk pasangan kita dengan sungguh-sungguh, besar sekali chance-nya bagi doa kita untuk terjawab. Artinya, berkat doa kita, sangat mungkin pasangan kita berubah dari kelakuannya yang tidak benar. Karena doa kita, tidak mustahil atasan kita sadar dan memperbaiki tingkah lakunya yang menurut kita keterlaluan. Dan bapak gembala / pendeta semakin disempurnakan dan dipakai Tuhan dengan lebih besar lagi sebagai jawaban atas doa kita yang penuh keyakinan dan kasih. Karena doa orang percaya besar sekali kuasanya!

Doa Mendatangkan Kelegaan Yang Tuntas
Ketika kita berdoa, bukan hanya apa yang kita doakan akan terjadi. Lebih dari itu, kitapun akan dilepaskan dari rasa kesal dan kepahitan yang bisa mengakibatkan kanker atau penyakit berat lainnya karena kalau kita berdoa dan memberkati orang yang tidak berkenan kepada kita, rasa sesak dalam dada kita akan Tuhan ganti dengan kelegaan dan damai sejahtera.

Apakah kita sudah mulai berdoa bagi mereka yang menyakiti kita?
Apakah kita cukup percaya bahwa doa kita akan memberi dampak yang baik bagi orang lain ?

Let’s start to do it today.

All blessings
Binsar

Memberi, Menyingkirkan Penghalang Doa

Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru. (Ams 21:13)

Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup Matanya akan sangat dikutuki. (Ams 28:27)

Apabila semua tombol sudah ditekan, semua teori dan prinsip iman sudah diaktifkan namun semuanya masih mandek dan doa kita belum terjawab, coba kita cek yang satu ini: Sudahkah hidup kita seimbang. Sering kita merasa sudah menggunakan semua formula Alkitab dan berdoa dengan fokus sepenuhnya pada persoalan yang kita hadapi. Tapi dengan sedih menemukan belum ada juga perubahan seperti yang kita harapkan. Coba juga yang satu ini: Sudahkah kita menolong orang miskin.

Membersihkan hati nurani dengan menolong orang
Kita tentu ingat bahwa Ayub tidak mengalami pemulihan dari kesulitannya sampai dia berdoa bagi teman-temannya. Intinya adalah doa kita akan dijawab apabila Tuhan Yesus menemui hati nurani yang bersih dalam diri kita. Bukan saja bersih dari kecemburuan, kebencian dan kepahitan, tapi Tuhan juga menginginkan hati nurani yang bersih dari ketidak-adilan dan ketidak-perdulian.

Apabila seseorang kejam terhadap istrinya, jangan harap doanya dijawab (1 Pet. 3:7). Apabila seseorang memberontak terhadap orang tuanya jangan harap dia mengalami berkat dan umur yang panjang (Ef. 6:2-3). Karyawan yang selalu memberontak terhadap atasannya jangan harap mendapat balasan yang baik dari Tuhan Yesus (Ef. 5:5,8). Demikian pula seseorang yang menutupi telinganya terhadap jeritan orang yang lemah tidak akan mendapat jawaban dari Tuhan Yesus untuk dirinya sendiri (Ams. 21:13).

Setiap orang membutuhkan pertolongan dari Tuhan untuk dapat merealisasikan seluruh potensinya kedalam karir dan bisnisnya. Motivasi dan determinasi yang tinggi tidaklah cukup. Perlu berkat dari Tuhan. Perlu penyertaan dan dukungan Tuhan.


Tuhan Mau Sukses Yang Berdampak Pada Orang Lain
Namun Tuhan menginginkan suatu kehidupan yang seimbang. Tuhan menghendaki sukses yang berdampak terhadap lingkungan dan sesama manusia. Itu sebabnya seorang anak Tuhan tidak bisa hidup sendiri dan eksklusif. Tuhan mau agar kita selalu menyadari bahwa sukses yang akan kita capai harus berdampak bagi orang lain dan turut dirasakan oleh orang lain.

Karena itu sebelum kita mencapai sukses tertinggi dalam karir kita, Tuhan mau kita belajar membagikan keberhasilan kita kepada sesama kita sekalipun tampaknya kita masih belum mencapai apa-apa.

Suatu prinsip menuju sukses yang tidak biasa. Namun manjur.

All blessings,
Binsar

Skill Interaksi Sosial

Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar. (Ams 21:9)

Saudara saudari, ayat diatas memang sering digunakan didalam konseling pasutri. Namun hikmat yang terkandung lebih luas dari pada itu. Esensi yang perlu diketahui adalah bahwa seseorang yang suka bertengkar akan dijauhi oleh teman temannya, rekan kerjanya, rekan bisnisnya bahkan orang yang terdekat sekalipun yaitu pasangan hidupnya. Ini berlaku untuk kaum pria maupun wanita.

Orang yang suka bertengkar dijauhi temannya
Hidup ini sudah terlalu rumit untuk ditambah dipusingkan dengan orang orang yang kerjanya ber-argumentasi, bertengkar, cerewet dan sebentar sebentar complain.
Saudara saudari, sepintar pintarnya seseorang dia membutuhkan orang lain untuk bisa berhasil dalam hidupnya. Dia membutuhkan mentoring dari atasan, kerjasama dari rekan kerjanya dan juga respon yang baik dari para customernya untuk bisa sukses.

Reputasi seorang yang suka bertengkar dan berselisih paham akan terdengar jauh dan mempengaruhi keputusan orang lain yang bisa mendatangkan akibat yang tidak menguntungkannya.

Kerjasama vs Pertengkaran
Saya mengenal seseorang yang didekati oleh dua pihak untuk melakukan suatu bisnis yang menarik. Sebetulnya tawaran pihak yang pertama kelihatannya lebih menarik dari tawaran dari pihak kedua. Namun karena sering mendengar konflik yang terjadi antara dia dengan rekan rekan bisnisnya, orang menjadi kuatir akan menghadapi masalahnya yang sama dengan pihak pertama tersebut. Dan akhirnya pihak kedualah yang dipilih untuk menjadi rekan bisnis.

Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. (Ams 20:3)

Membangun Image Diri
Kitab Amsal menghendaki kita untuk menjadi pintar dan menguasai amarah yang bisa saja timbul dalam interaksi dalam pekerjaan dan bisnis. Kita punya pilihan untuk menjadi terhormat dan membangun reputasi tersebut atau menjadi bodoh dan menciptakan image yang akan merugikan kita sendiri.

Saya percaya kita semua memilih untuk menjadi pintar dan belajar untuk menguasai diri kita. Tentu saja hanya dengan pertolongan Tuhan Yesus kita yang baik.

All blessings to you throughout the week,
Binsar

Bila Doa Belum Berhasil (belajar dari Mart Green)



Bagaimana bila doa yang kita panjatkan berulang-ulang belum juga memberikan hasil? Sudah Capek doa, tapi belum ada terobosan. Bahkan mungkin sedikitpun tanda-tanda kearah itu tidak ada sama sekali.

Tuhan Yesus memberikan Solusi yang ampuh.

Bila persoalan sudah menumpuk seperti gunung yang tak tergoyahkan. Bila penghalang rencana bisnis dan karir kita kelihatannya begitu kokoh seperti benteng yang tinggi, Tuhan mengatakan:

Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa. (Mat 17:21)

Mengahadapi Persoalan Setinggi Gunung
Dibalik segala persoalan kita ada Iblis yang memang kerjanya menyabotase semua yang baik yang Tuhan sediakan untuk kita. Tuhan Yesus mengatakan Iblis datang untuk Mencuri, Membunuh dan Membinasakan / Menghancurkan (Yoh 10:10). Tidak perlu bingung dalam hal ini. Tuhan tidak pernah punya rencana yang jelek untuk kita. Semua rencanaNya bagus-bagus. Bahkan Dia menyediakan hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Namun ada si Iblis. Dan semua yang buruk, yang jelek dan yang kacau balau, datangnya dari Iblis.

Tuhan kita katakan bahwa ada jenis persoalan yang perlu dilawan dengan DOA Puasa. Tidak cukup berdoa saja. Harus dengan Doa Puasa.

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa." (Mat 17:19-21)

Seni Yang Hilang
Berpuasa sudah menjadi sesuatu yang kuno dan asing bagi banyak anak-anak Tuhan. Dan yang memprihatinkan, saya temui banyak orang yang bukan Kristen justru dengan rutin berpuasa 2-3 hari seminggu. Saya memiliki supir yang beragama lain namun secara rutin berpuasa setiap Senin dan Kamis hampir sepanjang tahun. Saya menemui bahwa karyawan saya ini memiliki roh yang kuat dan tidak mudah goyah dalam menghadapai persoalan. Baik persoalan keluarga, keuangan dan lain sebagainya. Bahkan kehidupannya sangat baik. Sekalipun bekerja sebagai supir namun memiliki bisnis angkot dan rumah kontrakan disamping rumah dan kendaraan pribadi. Luar biasa bukan?

Seandainya, anak-anak Tuhan mengerti rahasia kekuatan Doa Puasa dan melakukannya secara rutin dalam kehidupannya, betapa lebih luar biasa lagi hasilnya. Sebab Doa Puasa yang disertai kuasa Tuhan Yesus tentu lebih ampuh dan manjur lagi hasilnya. Jemaat Tuhan di abad pertama juga sangat biasa melakukan Doa Puasa. Kalau kita membaca Kisah Para Rasul, kita menemui bahwa Doa Puasa adalah bagian kehidupan sehari-hari dari orang percaya.

Mart Green dan Hobby Lobby
Mungkin saudara-saudari mendengar tentang Mart Green yang akhir tahun lalu menyelamatkan Oral roberts University dari kebangkrutan. (http://abcnews.go.com/US/wireStory?id=4244846). Pemilik store-chain Hobby Lobby dan Mardel ini adalah salah satu dari 400 orang terkaya di Amerika versi majalah Forbes. Mart yang memiliki kekayaan 1,8 milyar dollar ini adalah orang Kristen yang sekalipun kaya raya, memiliki gaya hidup yang sederhana dan sangat tradisional. Sejak menerima upah dengan membantu menempelkan bingkai foto di umur 9 tahun, Mart dengan setia memberi perpuluhan dari semua penghasilannya. Dia sering memberi sumbangan dan mendukung misonaris di pelosok dunia.

Namun sekalipun sederhana, Mart Green cukup radikal. Banyak orang terkejut dan kuatir ketika dia memutuskan toko-tokonya libur di hari minggu. Padahal minggu adalah hari dimana banyak orang pergi berbelanja!

Satu rahasia Mart Green yang orang mungkin tidak tahu adalah dia selalu membaca Alkitab setiap pagi dan berpuasa panjang di setiap tahun. Yang terpanjang bahkan sampai 40 hari. Wow. Andaikan orang yang begitu kaya raya saja ber-doa-puasa dengan rutin betapa sangat malu bila orang-orang yang sedang dalam suatu kesulitan tidak pernah melakukannya.

Saya yakin diawal tahun yang penuh tantangan ini kita perlu lagi memusatkan lebih lagi kerohanian kita untuk lebih bergantung dan berharap kepada Tuhan Yesus. Itulah kunci keberhasilan dan kunci sukses kita. Amin.

All blessings,
Binsar

Christmas everyday



Sebentar lagi tanggal 25 dan banyak orang di dunia merayakan Natal. …. Merayakan kelahiran Tuhan Yesus …

Beberapa hari ini saya merenungkan tentang Christmas. Memang umumnya ahli-ahli Arkeologi menyatakan bahwa Tuhan Yesus tidak dilahirkan di tanggal 25 Desember. Melihat deskripsi Alkitab mengenai cuaca dan suasananya, kemungkinan besar kelahiran Tuhan tidak terjadi di bulan Desember. Tapi kalau banyak orang merayakan tanggal 25/12 sebagai kelahiran Tuhan ya kita tidak perlu keberatan. Apapun tujuannya entah komersil ataupun religius yang penting nama Tuhan disebut. Dan hal ini bisa dipakai untuk memberitakan bukan saja kelahiran Nya tapi juga karya Nya di kayu salib.

Setiap hari ada Christmas
Ah saya bahkan berpikir alangkah baiknya kalau Christmas dirayakan setiap hari. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Yohanes sesungguhnya Tuhan Yesus sudah ada sebelum bumi dijadikan. Christmas day tidaklah awal dari keberadaan Tuhan Yesus. He has been there forever. ….
Memang oleh kelahiran Tuhan dan karyaNya di kayu salib, semua orang yang menerima Nya memperoleh banyak benefit sebagai bagian dari hak anak anak Bapa di Surga. Seolah olah sebagai kado kado indah yang tergeletak di bawah pohon natal yang kita terima secara gratis di perayaan Natal. Bukan karena kita berhak untuk itu. Tetapi semata mata karena kebaikan orang yang mengasihi kita. … begitulah kurang lebih analoginya.

Kado Natal setiap hari
Roh Kudus mengajar saya suatu kebenaran yang sangat menarik. Yaitu. Banyak orang menunggu sampai Christmas day untuk mengingat dan merasakan kebaikan Tuhan. Tetapi sebetulnya itu tidak perlu. Alangkah baiknya kalau kita tidak perlu menunggu sampai tanggal 25 Desember untuk mengalami semua kebaikanNya.
Kita tidak perlu menunggu sampai Christmas untuk menerima keberhasilan dan sukses sebagai kado dibawah pohon natal yang kita hias. Kita tidak perlu menunggu sampai Christmas untuk memperoleh pertolongan Tuhan dan segala benefit yang dijanjikan Nya bagi anak anak Nya.
Ada ayat yang menarik dari Injil Yohanes dibawah ini.
Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Tuhan lahir di hati dan alami kebaikanNya
Setiap hari Tuhan Yesus ingin kita menglami Christmas. Yaitu Ia lahir didalam batin kita. Firman itu lahir di dalam hidup kita. Sebab ketika sesorang menerima Firman Tuhan dengan segala kebenaran dan hikmat yang terkandung didalamNya, orang tersebut bisa mengalami kepenuhan dan kuasa yang dijanjikan Tuhan. Yaitu kuasa yang selayaknya diterima oleh anak anak Tuhan.
Anda tentu tidak perlu bertanya kepada saya apa saja bentuk kuasa yang dijanjikan untuk anak anak Tuhan. Lihat saja apa yang dimiliki sang Bapa di surga dan anda akan mengerti kurang lebih seperti apa yang Dia janjikan akan dialami oleh anak anak Tuhan.
Tapi kata “menerima” itu sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Sebab banyak orang Kristen yang sudah lama menjadi Kristen, tidak mengalami seluruh yang Tuhan inginkan agar terjadi di dalam hidupnya. Karena apa? …. Karena tidak melakukan kata “menerima” Firman tersebut.
Apakah yang Dia katakan pada anda melalui pembacaan Firman Tuhan hari ini ???

Firman Tuhan melahirkan semua yang baik untuk kita
Apakah anda bersedia menerima Sang Anak (“Firman Tuhan”) untuk lahir dalam hidup anda ??? Apakah anda bersedia diatur, dikoreksi, diubah, dibentuk sesuai dengan apa yang dikatakan Firman Tuhan ???
Kalau demikian adanya, anda berarti telah mengalami kelahiran Firman itu di dalam hidup anda. Dan segala kuasa dan benefit yang menyertai Firman Tuhan akan anda alami seluruhnya saat itu juga.
Apakah Firman Tuhan tentang mengembalikan perpuluhan yang sedang lahir dalam hidup anda? Atau tentang bekerja keras bagi Perusahaan seperti untuk Tuhan ? Atau tentang mengampuni atasan dan kolega anda yang memfitnah anda? Atau tentang tunduk kepada atasan? Atau tentang hal hal yang lain.
Apapun itu bentuknya, terimalah dan ijinkan Firman Tuhan lahir hari ini dalam hidup anda. Biarlah hari ini menjadi Christmas day bagi anda. Dan anda akan menerima semua benefit yang Tuhan janjikan karena menerima Dia....  Tuhan Yesus yang baik.

All blessings,
Binsar