Tampilkan postingan dengan label manajemen pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen pikiran. Tampilkan semua postingan

Berpikir Positif






For as he thinks in his heart, so is he (Ams 23:7a)„Kita adalah sebagaimana apa yang kita pikirkan“.

Pikiran adalah medan peperangan yang sesungguhnya. Menang kalah suatu pertempuran ditentukan oleh pikiran seseorang. Hasil akhir selalu ditentukan oleh bagaimana seseorang memandang tantangan yang ada didepannya. Kalau seseorang selalu memikirkan kekalahan maka dia sudah kalah sebelum bertempur. Dan tak perlu diragukan dia pasti akan benar-benar mengalami kekalahan pada akhirnya.

Tapi orang yang optimis berbeda. Dia selalu percaya bahwa ada jalan keluar untuk suatu masalah. Maka dia tidak akan menyerah dan dengan pertolongan Tuhan pasti akan keluar sebagai pemenang. Pasti begitu.

Memenangkan Peperangan Dengan Cara Pandang
Apapun peperangan itu. Masalah keuangan, masalah pekerjaan, karir, teman hidup, konflik keluarga atau apapun juga. Hasil akhir akan ditentukan dari bagaiman cara pandang kita. Kalau kita berpikir negatif dan gagal maka kegagalanlah yang akan kita terima. Sebaliknya pikiran yang positif akan membuat kita kreatif. Dan dengan inspirasi dan pertolongan dari Tuhan, ada kemenangan besar yang tersedia dibalik masalah-masalah itu.

„Dibalik pertempuran besar ada kemenangan yang besar“. „Semakin berat masalah yang hadapi, semakin besar pula kemuliaan yang Tuhan sediakan“.

Kalau kita membaca kitab Bilangan pasal 13 kita menemui ciri-ciri orang negatif dari 10 orang pengintai yang dikirim Musa ke Tanah Perjanjian. Orang-orang yang negatif biasanya suka komplain, menggerutu, menyalahkan orang lain, takut menghadapi tantangan dan tidak mau susah. Menyerah sebelum berusaha.

Menjauhi Penularan Penyakit Negatif
Professor Meyer Feldberg, Dekan Columbia Business School yang terkenal itu mengatakan: „Saya perlu dikelilingi oleh orang-orang yang berpikir positif. Orang-orang yang negatif menyedot dan menghabiskan energi saya“.

Orang-orang yang negatif bukan saja menghancurkan dirinya sendiri tapi juga membuat capek orang-orang disekelilingnya. Itulah yang dilakukan oleh 10 pengintai di Bilangan 13. Mereka juga mempengaruhi dan melemahkan orang lain untuk bersama-sama memboikot suatu visi yang baik.
Itu sebabnya orang-orang yang negatif kumpulnya juga dengan mereka mereka yang punya penyakit yang sama.

Oh kita harus menjauh dari orang-orang seperti ini.

Kita perlu bergaul dengan orang-orang seperti Caleb dan Joshua. Orang-orang yang berani mengklaim janji Allah dengan bekerja keras dan berpikiran positif. Caleb berkata: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Wuiiih. Lelaki yang sangat optimis. (Ini baru tipe pria yang perlu dicari oleh anda-anda yang masih single dan available).

Menyembuhkan Pola Pikir Negatif 
Lalu bagaimana kalau kita sudah mulai terjangkit penyakit negatif ini?

Pertama kita harus ingat bahwa kita adalah Anak Allah Yang Maha Tinggi. Tinggalkan rasa minder dan mengasihani diri sendiri. Mungkin ada trauma pengalaman yang membuat kita bersikap selalu pesimis dan negatif. Ijinkan Tuhan mengangkat self-esteem yang sudah terlanjur turun begitu rendah. Pandang Yesus dan sadari bahwa kita telah Dia angkat menjadi pewaris Kerajaan Surga bersama-sama denganNya.

Kedua kita harus ingat bahwa Allah kita tidak lagi tertidur saat ini. Firman Tuhan katakan Dia tidak pernah tertidur dan tak pernah terlelap (Maz 121:4). Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia pasti menyertai kita dalam pertarungan-pertarungan kita. Dan bila Tuhan beserta kita, siapakah lawan kita? Tidak ada. Kemenangan pasti dipihak kita.

Ketiga. Biasakan untuk tetap optimis sekalipun kemenangan anda belum terjadi. Penundaan atau delay adalah latihan untuk memiliki mental yang kuat. Orang yang cengeng mudah menyerah ketika menemui kegagalan. Orang positif melihat kegagalan sebagai persiapan untuk kemenenagan yang lebih besar.
Ketika Caleb memasuki tanah Kanaan dia sudah berusai 80 tahun. Tapi dengan berani dia minta porsi bagian dia dan dengan tanpa takut dia ganyang raksasa raksasa di Kanaan seperti orang sedang makan kerupuk. Dia sikat semua !

Bagaimana dia menjadi begitu berani dan kuat? Karena penundaan selama 40 tahun tidak membuat dia lemah. Sebaliknya dia semakin lapar akan kesuksesan dan keberhasilan.

Bagaimana dengan anda dan saya?

All blessings,
Binsar

Tahun Baru, Ekspetasi Baru




18  firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! 19  Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Yes 43)

Indahnya perkataan Tuhan Yesus yang kita bisa temui dalam Alkitab.....

Untuk Tahun yang Baru Tuhan menjanjikan Sesuatu yang Baru. Tentu saja baru yang indah,.... yang ajaib,... yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Konteks Yes 43 adalah janji bagi mereka yang selama ini berada dalam "tawanan" kehidupan. Seperti orang Israel yang tertawan 70 tahun di Babelonia, banyak orang berada dalam situasi yang tidak lebih baik dari pada orang yang sedang tertawan. Terikat hutang, terhimpit kesulitan ekonomi, menderita dalam relationship yang salah, jerat kebiasaan buruk dan macam-macam yang lain.

Good News !. Tahun ini kita bisa menerima janji Tuhan Yesus bahwa kita akan melihat sesuatu yang BARU.

Mindset Yang Baru
Yang dibutuhkan tentu saja mindset yang berbeda. Pikiran yang Apatis harus berubah menjadi Percaya. Mindset yang Negatif harus rela untuk menjadi Positif. Sifat Bimbang dan Takut mesti dibaharui dengan Keberanian dan Optimisme yang didasari Janji Tuhan tersebut.


Bila tahun-tahun yang lewat kita belum mengalami perubahan yang kita harapkan, hal itu jangan terlalu kita ingat-ingat atau kita pikirkan. Orang yang terlalu terbenam dalam masa lalu tidak akan bisa bangkit dan menyongsong perubahan.    Tuhan meminta kita untuk menlupakan yang lalu dan mengantisipasi dengan semangat Hal Baru yang akan Tuhan perbuat. Yaitu Pembaharuan bagi anda dan saya. Tuhan mengatakan, "Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru !" Woooow.... Awesome....

2013 adalah Tahun Baik. Bukan Tahun 2012a. 2013 adalah angka Tahun yang Mujur.

Jalan-jalan di Situasi yang Mustahil
Ada dua hal yang Tuhan janjikan. Yang pertama adalah JALAN KELUAR bagi situasi sulit yang kita hadapi.... Mereka yang lama terbelenggu dengan himpitan dan tekanan yang sangat berat akan mendapat jalan keluar. Sekalipun selama ini sudah mencoba segala cara dan tetap gagal memperoleh jalan keluar, ini adalah tahun yang mujur bagi kita. Tuhan janjikan SESUATU YANG BARU. Jalan di padang gurun.

Kita sudah berusaha dan gagal. Sekarang biarkan Tuhan yang ambil alih. Giliran Tuhan untuk bagian-bagian yang sulit. Menyeberang Laut Merah? Tidak masalah!.... Menyeberang Sungai Yordan? Piece of Cake ! ....alias gampang. Miliki Ekspektasi Positif. Bersandar pada Tuhan. Rajin merenungkan Firman Tuhan. Itu semua adalah fondasi yang kuat untuk bangunan indah yang akan Tuhan ciptakan diatasnya.

Provisi dari Sumber-sumber yang Mustahil

Janji Tuhan yang kedua adalah sungai-sungai di padang belantara.... Rivers in the Desert. Sekalipun kering kerontang, Tuhan bisa buatkan sungai-sungai. Bukan satu sungai tetapi sungai-sungai. Mungkin dengan mata dan pikiran kita, tidak bisa membayangkan bagaimana memenuhi kebutuhan urgent yang saat ini kita perlukan. Tapi tahun 2013 adalah Tahun Mujur. Tahun yang Baru. Bukan hanya baru berdasarkan kalender saja, tetapi Pengalaman Baru akan kita alami bersama Tuhan Yesus.

Bila kita bersedia lebih percaya pada JanjiNya dibandingkan Pesimisme dan Intimidasi disekeliling kita maka Sumber-sumber air akan kita rasakan. Manna dari Surga, daging burung dari langit, air minum dari gunung batu sudah merupakan spesialisasi Tuhan Yesus.... Awesome bukan...?

Luar biasa. Tahun 2013 akan penuh dengan kejutan manis.

All blessings,
Binsar

Mencari Tantangan

Semua orang tahu bahwa seseorang akan semakin kuat setelah melewati situasi yang berat. Lihat saja tentara baret hijau yang baru menyelesaikan training camp yang berat. Badannya lebih berotot tapi bukan hanya itu. Mentalnya semakin kuat dan kepercayaan dirinya juga semakin mantap.

Tapi tunggu sampai mereka kembali dari suatu misi yang berat di hutan belantara atau misi penyelamatan seperti peristiwa Woyla misalnya. Tentara seperti ini tidak bisa dibandingkan dengan mahasiswa Akabri yang baru masuk kampus. Keyakinan dirinya, skill yang yang terbentuk di medan perang bukan teori yang didapat di bangku kampus. Mereka adalah tentara yang sudah teruji.

Semakin banyak medan perang yang mereka hadapi, semakin kuat dan semakin dapat diandalkan mereka di medan yang sulit sekalipun. Ya tidak.

"Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api" (1Pet 1:6-7a)

"sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun." (Yak 1:3-4)

Cara pandang yang berbeda
Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang tidak banya muridnya mengerti. Bahkan di jaman sekarang tidak banyak pengikut Kristus yang mau menerima bahwa Tuhan Yesus memanggil kita bukan untuk menjadi kaya dan tidak kekurangan dalam segala sesuatu. Tuhan  berkata:

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Mat 16:24)

Tuhan Yesus menyiapkan murid-murid untuk memiliki cara pandang yang benar tentang hidup. Tentang apa yang dikejar dalam hidup ini. Tentang apa yang harus diantisipasi dalam hidup ini. Yaitu Salib dan penyangkalan diri. Hardship. Tantangan. Ujian. Proses. Kesulitan.

Kesuksesan adalah Perhentian Sementara 
Bila setelah melalui Ujian dan proses, seseorang mendapatkan sukses di pekerjaan, usaha atau profesinya, itu hanyalah perhentian sementara. Berhenti di Pit Stop hanyalah untuk melanjutkan perlombaan. Bukan saatnya untuk menerima piala. Piala bagi murid Kristus baru akan diberikan ketika kita bertemu Tuha nanti.

Karena untuk terus bertumbuh semakin dewasa dan semakin kuat dalam iman, seseorang harus kembali masuk kedalam proses yang baru dan yang lebih berat dari sebelumnya. Wow. Jadi begitu ya?

Sebab itu sebetulnya seorang murid Kristus tidak boleh membenci tantangan, ujian dan proses yang kadang menyakitkan. Sebaliknya justru mengantisipasi dan bersiap selalu untuk itu. OK kalau dibilang kita harus "mencari tantangan", "mencari kesusahan" mungkin agak ekstrim. Tapi sebetulnya itu esensi dari Kekristenan.

"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" (Mzm 34:20)

"Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu." (1Pet 4:12)

Seseorang tidak mengalami pertumbuhan iman dalam masa kelimpahan dimana semuanya baik-baik saja. Justru di masa sulit, Abraham, Yusuf, Daud dan para pahlawan iman di Ibrani pasal 11 mengalami pembentukan yang membuat mereka memiliki iman dan karakter Kristus yang kuat. Salomo dan Nebukadnezar menuju kejatuhan ketika hidup dalam kenikmatan dan sukses.

Mengejar Mahkota yang Kekal
Murid Kristus mengejar sesuatu yang kekal. Mereka tidak hidup untuk memperoleh beberapa rumah dan mobil dan deposito yang cukup untuk pensiun dan menyekolahkan anak-anak mereka.

Hidup dari Tuhan terlalu dangkal bila hanya untuk memperoleh hal-hal tersebut.  Murid Kristus bangun tiap hari dengan satu tujuan. Yaitu masuk kedalam api ujian yang baru dan keluar semakin kuat setiap hari.

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yak 1:12)

Murid Kristus tidak akan pensiun sampai berjumpa dengan Tuhannya. Tidak pernah.

Bila ujian dalam kesabaran sudah dilalui, mereka akan siap masuk kedalam ujian dalam bentuk lain di pekerjaan, di rumah tangga, di pelayanan, dan di konteks apapun untuk mengejar perubahan diri menjadi semakin baik, sampai gambar Kristus terbentuk dalam dirinya.

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Rom 8:29)

Takut pada Tantangan? "No way !"

Dengan anugerah Kristus kita akan semakin kuat. Amin
All blessings,
Binsar

Fear Factor

Memasuki Tahun yang baru, kita memasuki phase yang baru, situasi yang baru, keadaan yang baru, ketidakpastian yang baru dan juga kekuatiran yang baru. 


Setiap situasi yang baru membuat kita tidak secure, tidak pasti, dan akibatnya membuat kita kuatir, ....bahkan sering membuat kita takut. Ini hal yang wajar dialami kita semua. Kalau kita ingat dulu ketika kita mau naik kelas dari SD ke SMP, kita kuatir dan cemas. Namun setelah kita ikuti beberapa bulan ternyata tidak sesulit yang kita kira. Demikian juga ketika kita naik kelas dari SMP ke SMA, ketakutan yang sama muncul kembali. Lalu dari SMA ke Perguruan Tinggi dan dari Perguruan Tinggi ke pekerjaan kita yang pertama..... Orang yang memasuki pernikahan juga merasakan hal yang sama. 


Mengikuti Kehidupan Joshua Yang Berhasil.
Ini juga dialami oleh Joshua ketika untuk pertama kali dia sendiri yang harus memimpin orang Israel masuk ketanah perjanjian. Saat itu Musa sudah wafat dan tidak ada lagi sosok senior yang selama ini memimpin dan memberi petunjuk apa yang harus dilakukan untuk situasi yang mereka hadapi. Untuk pertama kali Johua harus memimpin bangsa itu masuk ke negeri yang dikuasai raksasa-raksasa yang menakutkan. Saat itu Tuhan berkata pada Joshua seperti dibawah ini:


Yosua 1:6-9 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." 


Nasehat Tuhan bagi kita dalam memasuki tahun yang baru adalah sama seperti yang Tuhan berikan pada Joshua. Tuhan janjikan, dengan bersumpah, sukses dan keberuntungan dalam hidup dan usaha kita bila menuruti nasehat yang Tuhan berikan seperti yang saya kutip diatas.  By the way, di Alkitab versi King James kata success hanya satu kali tertulis di Alkitab yaitu di ayat 8 (.... for then thou shalt make thy way prosperous, and then thou shalt have good success.). Luar biasa bukan?





Hidup Dengan Keberanian.
Pertama-tama, yang Tuhan mau kita lakukan adalah kita harus berani mengambil keputusan dalam apapun yang kita hadapi. Di ayat 6 Tuhan meminta Joshua untuk memimpin bangsa Israel. Tidak lagi berharap pada Musa atau orang lain. Tidak boleh lagi mengandalkan orang lain. Tidak boleh bersikap plin-plan dengan apapun yang kita hadapi. Tentu saja kita harus bergantung pada Tuhan. Tapi kita diminta bersikap tegas dalam hidup kita. Tuhan mau kita berani dalam mengambil keputusan. Jangan ragu-ragu dan jangan takut-takut. Bagaimana kalau kita salah dalam mengambil keputusan. Salah dalam mengambil pilihan investasi misalnya. Friends asalkan kita sudah berdoa sebelumnya, sekalipun pilihan kita kelihatannya salah, ujung-ujungnya bisa dibalikkan menjadi sukses (Rom 8:28). Amin ? 


Kuatkan Hati. Kalau Perlu Dikuat-kuatkan.
Tuhan mengingatkan Joshua sampai tiga kali untuk menguatkan dan meneguhkan hatinya. Dilarang untuk kecut dan tawar hati. Dilarang hidup dengan sikap takut-takut. Harus optimis. Harus berani. Jangan biarkan ketakutan tentang pekerjaan kita, tentang bisnis kita, tentang sikap bos kita dan banyak lagi ketidak pastian dalam hidup ini untuk membuat kita stress dan takut. Anyway, Tuhan yang maha besar ada di pihak kita bukan? Kenapa harus takut? Orang yang takut mengambil keputusan tidak akan pernah memperoleh apa-apa.


"Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." (Yak 1:6,7)


Lalu Kunci Yang Terpenting.
Lalu kunci yang penting ada di bagian berikutnya. Yaitu kita harus mengandalkan Firman Tuhan dalam keputusan-keputusan kita. Simple bukan? Kita diminta sering merenungkan Firman Tuhan yang tentu saja kita harus baca terlebih dahulu. 


Bagaimana kita bisa renungkan kalau kita tidak pernah baca ayat-ayat Firman Tuhan itu. Baca dan renungkan Firman Tuhan dalam menghadapi persoalan, maka kita tidak perlu kuatir, sukses pasti terjadi dalam usaha dan pekerjaan kita. Pasti. Karena Tuhan sendiri yang mengatakannya. Amin? 


Tahun yang baru? Siapa Takut? 


All blessings, 
Binsar

Menyesuaikan Diri




Krisis diijinkan Tuhan
Tuhan Mengijinkan Suatu keadaan Melanda kota atau negri bahkan seluruh dunia karena ada maksud tertentu yang ditujukan pada kota atau negri tersebut. Kadang kita tidak mengerti maksud Krisis itu karena Tuhan tidak memberitahu sebelumnya. Kadang belakangan kita baru mengerti tujuan Tuhan mengijinkan Krisis itu terjadi.

Saat ini harga BBM melompat tinggi sekali. Dari USD 15 per barrel beberapa tahun yang lalu, kemudian melompat sampai melebihi USD140 per barrel dan menimbulkan kepanikan luarbiasa sebelum mengambang diatas USD 50 pada saat ini. Sesuatu yang tak terpikirkan bahkan akan dianggap bercanda kalau kita sebutkan beberapa tahun yang lalu.

Semua harga naik, orang demo dan orang-orang menjerit. Bukan hanya orang menengah bawah tapi juga orang-orang kaya juga mulai pusing kepala. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa, Amerika dan semua negara-negara maju juga kewalahan

Menyesuaikan Diri Untuk Survive
Saudara-saudari, ketika Krisis terjadi, tidak selamanya Tuhan bersedia MENGECUALIKAN kita dari Krisis itu. Sering kali, kita yang harus menyesuaikan diri kita. Tuhan tentu akan menolong dan menyertai kita melewati Kriris ini tapi tidak berarti kita tidak melakukan apa-apa.

Kita juga harus menyesuaikan diri. Bukan Tuhan tapi kita.

1 Raja 17:2-6 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Nabi Elia harus pergi ke Sungai Kerit ketika kekeringan melanda Israel. Nabi yang bisa berdoa menghalangi dan menurunkan hujan ini ternyata harus menyesuaikan diri ketika Krisis Kekeringan melanda Israel. Dia tidak berdoa dengan semua imannya agar dia bisa tetap di kampungnya dan sumur rumahnya tetap mengeluarkan air. Dia tidak mengubah batu menjadi daging dan roti di rumahnya. Nabi Elia harus menurut pada kehendak alam. Dia harus turut kehendak si Krisis tersebut ketika kekeringan melanda Israel.

Cara Yang Unik Tidak Jadi Soal
Namun tidak berarti dia akan menderita dan mati. Tuhan tahu satu tempat bagi orang pilihanNya. Supaya bisa survive dan keluar dengan selamat dari Krisis tersebut. Tuhan sediakan cara yang unik agar Elia bisa tetap makan daging dan roti serta minum air yang segar.

Namun tidak lama kemudian Tuhan menyuruh Nabi Elia pindah
1Raja :17:7-9 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."

Tidak lama kemudian, Elia harus pindah dan ikut petunjuk Tuhan yang baru agar dia bisa tetap survive dan bisa tetap makan roti sampai lewati masa Krisis itu. Cara yang kedua ini juga tidak kalah uniknya. Dia harus numpang pada seorang janda miskin dan makan dari tepung yang tidak habis-habis. Cara Unik yang meragukan dan yang perlu ketaatan penuh dan iman percaya.

Moral of the story?

Pelajaran yang bisa ditarik adalah: Jangan menangis dan salahkan Krisis. Tapi ikuti tuntunan Tuhan agar kita bisa Survive. Jangan minta Tuhan yang menyesuaikan mengikuti kemauan kita. Kita yang harus menyesuaikan diri. Caranya kadang UNIK dan berubah-ubah. Tapi bila kita turuti, kita akan tertolong. Tidak mudah. Tapi pasti manjur.

Tuhan Selalu Mengawasi Kita
Mari banyak ambil waktu untuk bersekutu dengan Tuhan hari-hari ini. Agar kita bisa menerima tuntunan Tuhan dan melewati Krisis ini. Menerima Tuntunan Tuhan dan dikuatkan untuk percaya pada tuntunanNya itu.

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Maz 32:8

All blessings,
Binsar

Tetap Untung Ketika Rugi

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. Taurat yang Kau sampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
(Maz. 119:71-72)


Memilih Untuk Tetap Untung dalam Kerugian
Enaknya menjadi murid Yesus adalah dalam segala keadaan kita selalu beruntung. Meskipun anda dalam kesulitan pekerjaan atau katakanlah bisnis anda sedang seret, anda tetap bisa memilih untuk menjadi beruntung.

Ingat kata "MEMILIH". Sebab kita semua bisa mudah terpengaruh dengan situasi kurang baik yang kita hadapi dan langsung naik darah sambil menyalahkan semua orang bahkan juga Tuhan. Namun kalau kita MEMILIH untuk menenangkan diri sejenak dan mendengarkan perkataan Tuhan maka Tuhan Yesus akan berbicara. Kitapun akan menemukan harta karun yang terselip dibawah reruntuhan persoalan tersebut. Emas dan perak itu akan menjadi milik kita. Dan yakinlah, semua yang berasal dari Tuhan itu akan bersifat langgeng, tidak hanya sementara.

Anda perlu modal untuk bangkit dari masalah anda? Butuh modal untuk memulai lagi bisnis anda? Disitu sudah tersedia emas dan perak yang anda butuhkan. Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Mulailah dengan berdiam diri dan menantikan Tuhan maka anda akan bangkit dan naik lebih tinggi dari sukses anda yang terakhir kali.

Modal Untuk Bangkit Dari Kebangkrutan
Ok, apakah emas dan perak yang akan kita terima itu? Well, sebetulnya untuk tepatnya, yang akan kita terima itu lebih bernilai dari emas dan perak. Harta tersebut adalah hikmat atau pengertian yang berasal dari Tuhan Yesus. Orang banyak menyebutnya wangsit. Kita menyebutnya Kiat Sukses.

Ini adalah rahasia keberhasilan yang tidak mungkin kita dapat di seminar-seminar kepemimpinan yang kita datangi, jauh lebih baik dari semua buku yang penuh dengan teori.

Setiap kali kita menghadapi kegagalan, kita bisa menambahkan hikmat dan pengertian yang baru kedalam Peti Harta kita dan semakin lama harta yang kita kumpulkan menjadi semakin banyak. Inilah yang akan membuat anda menjadi pengusaha dan career person yang sudah makan asam garam. Menjadikan anda jauh lebih bijaksana dari pesaing maupun rekan kerja anda.

Selalu Melihat Dari Sisi Yang Positif
Apakah anda menglami stress karena kegagalan dalam usaha dan proyek anda? Jangan biarkan kita terkubur dalam kesedihan dan penyesalan yang berlarut-larut. Buka hati dan pikiran kita untuk pelajaran yang kita bisa ambil dari sana. Sehingga sekalipun gagal, kita justru mengambil KEUNTUNGAN dalam bentuk lain dari kegagalan tersebut. Sehingga secara total kita bukannya merugi tapi tetap beruntung dari peristiwa tersebut. Percayalah, Tuhan akan membalikkan usaha kita menjadi berlipat lebih baik setelah peristiwa itu. Asalkan kita mau memunguti setiap keping harta karun pelajaran dari sana.

Dengan bantuan Roh Kudus, kita akan bisa menterjemahkan setiap pelajaran tersebut dan menerapkannya ketika kita mengerjakan proyek kita yang berikutnya.

Apakah kita sudah menerima dan mengumpulkan harta-harta jenis ini sepanjang hidup kita? Mengumpulkan satu persatu di tiap saat-saat susah yang kita temui?

Don’t ever miss it!

God bless you. And always remember that Jesus loves you.


All blessings,
Binsar

Menang di Peperangan Rohani

Hari hari ini apakah saudara-saudari masih bersemangat? Untuk mereka yang bekerja dengan target, tentu kita sedang bekerja dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar tahun ini diakhiri dengan prestasi yang baik seperti yang diharapkan dari kita.

Saya mau memberi suatu informasi penting.  Hari hari ini kita perlu berhati-hati dan menyadari bahwa pekerjaan kita merupakan suatu peperangan rohani juga. Suka atau tidak, kita harus mengerti bahwa ada kuasa-kuasa yang ingin kita gagal dalam apapun usaha kita.

Pencuri (Iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yoh 10:10

Peristiwa Rohani dibalik musibah
Saudara-saudari, sering kali kita menganggap kejadian buruk yang terjadi pada pekerjaan, bisnis dan rumah tangga kita hanyalah sesuatu yang kebetulan dan tak bisa dihindarkan. Kemudian kita menerima hal itu apa adanya dan berusaha untuk menyelesaikan persoalan itu tanpa mengerti kenapa hal itu terjadi pada kita. Jangan begitu. Jangan menganggap segala kejadian disekitar kita hanya kebetulan dan fenomena yg normal. Kebanyakan tidak begitu. Paulus mengatakan ada sesuatu dibalik itu semua. Apa yg disebut konflik di alam rohani. Peperangan kita bukan melawan darah dan daging ...

... supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Ef 6:11b, 12

Hanya Tuhan Yang Berpihak Pada Kita
Di jaman ini setiap orang punya sandaran rohani, jimat, pegangan, feng-shui, backing rohani, bahkan jin-jin, tuyul yang menjadi sandaran mereka. Anda akan surprised bila mengetahui berapa banyak orang-orang yang merupakan saingan bisnis, kompetitor, customer, bahkan rekan kantor yang bersandar pada sesuatu kekuatan lain. Ajak mereka bicara dan kita akan mengetahui siapa atau apa yang mereka andalkan untuk keberhasilan mereka. Dan perlu kita ketahui, siapa atau apapun yang tidak bersama Tuhan Yesus adalah lawan dari Keberhasilan dan Sukses yang saudara dan saya sedang usahakan (Luk11:23).

Kalau kita tidak menyadari hal ini dan tidak berjaga-jaga, kita akan mengalami kebingungan ketika menemui usaha kita digilas secara tiba-tiba. Karir kita dijegal. Proyek kita disabotase. Pelayanan kita dihambat. Asset kita dicuri atau dirusak oleh kejadian yang tak terduga.

Saudara-saudari, orang disekeliling kita punya backing-backing roh yang bertentangan dengan jalan keberhasilan kita.

Lalu apakah kita menjadi tak berdaya dan menerima begitu saja diperlakukan oleh semua penguasa-penguasa rohani disekeliling kita ini?

Penjaga Kita Lebih Kuat
Puji Tuhan, Rasul Yohanes mengatakan bahwa Roh di dalam kita lebih besar daripada yang diluar kita (1Yoh4:4). Haleluyah ! Terima kasih Tuhan Yesus. Fakta ini harus kita sadari dan pegang selalu.

Kemudian ada satu lagi yang sering kita lupakan. Yaitu pekerjaan Malaikat-malaikat pelindung kita.

Ini yang membedakan Elisha dan bujangnya. Bujangnya melihat semua peristiwa hanya seperti yang terlihat secara kasat mata. Elisha berbeda. Ia melihat sesuatu secara alam rohani juga. Dibalik ancaman fisik yang dia alami, Ia melihat ada kuasa kuasa kegelapan yg bekerja. Itu sebabnya dia perlu kuasa rohani juga untuk mem-back up dia. Dan ketika ia menyadari kehadiran Malaikat-malaikat Tuhan ia tidak takut dan kuatir.

Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. (2Raja6:15-17)

Malaikat Gabriel menjelaskan hal yang sama kepada Daniel ketika dia sudah menanti begitu lama (21 hari) dan belum menerima tuntunan Tuhan ketika dia ber-doa puasa. Malaikat Gabriel menjelaskan:

Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. (Dan 10:12-13)
Kita tahu janji Tuhan:

Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Maz 34:8

Aman Dalam Perlindungan Tuhan Yesus
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Maz 91:9-11

Peperangan rohani? Yes, itu memang ada. Tapi bagi mereka yang takut dan berharap pada Tuhan memiliki perlindungan penuh dari para malaikat. Mana yang lebih kuat ? Tentu saja Malaikat Tuhan. Sebab itu kita akan mengakhiri tahun ini dengan keberhasilan. Amin.

All blessings,

Binsar

Berpikir Positif


For as he thinks in his heart, so is he (Ams 23:7a)

„Kita adalah sebagaimana apa yang kita pikirkan“.

Pikiran adalah medan peperangan yang sesungguhnya. Menang kalah suatu pertempuran ditentukan oleh pikiran seseorang. Hasil akhir selalu ditentukan oleh bagaimana seseorang memandang tantangan yang ada didepannya. Kalau seseorang selalu memikirkan kekalahan maka dia sudah kalah sebelum bertempur. Dan tak perlu diragukan dia pasti akan benar-benar mengalami kekalahan pada akhirnya.

Tapi orang yang optimis berbeda. Dia selalu percaya bahwa ada jalan keluar untuk suatu masalah. Maka dia tidak akan menyerah dan dengan pertolongan Tuhan pasti akan keluar sebagai pemenang. Pasti begitu.

Peperangan Dimenangkan Didalam Pikiran Kita
Apapun peperangan itu. Masalah keuangan, masalah pekerjaan, karir, teman hidup, konflik keluarga atau apapun juga. Hasil akhir akan ditentukan dari bagaiman cara pandang kita. Kalau kita berpikir negatif dan gagal maka kegagalanlah yang akan kita terima. Sebaliknya pikiran yang positif akan membuat kita kreatif. Dan dengan inspirasi dan pertolongan dari Tuhan, ada kemenangan besar yang tersedia dibalik masalah-masalah itu.

„Dibalik pertempuran besar ada kemenangan yang besar“. „Semakin berat masalah yang hadapi, semakin besar pula kemuliaan yang Tuhan sediakan“.

Kalau kita membaca kitab Bilangan pasal 13 kita menemui ciri-ciri orang negatif dari 10 orang pengintai yang dikirim Musa ke Tanah Perjanjian. Orang-orang yang negatif biasanya suka komplain, menggerutu, menyalahkan orang lain, takut menghadapi tantangan dan tidak mau susah. Menyerah sebelum berusaha.

Professor Meyer Feldberg, Dekan Columbia Business School yang terkenal itu mengatakan: „Saya perlu dikelilingi oleh orang-orang yang berpikir positif. Orang-orang yang negatif menyedot dan menghabiskan energi saya“.

Menghindari Racun Pikiran Dari Orang-orang Yang Negatif
Orang-orang yang negatif bukan saja menghancurkan dirinya sendiri tapi juga membuat capek orang-orang disekelilingnya. Itulah yang dilakukan oleh 10 pengintai di Bilangan 13. Mereka juga mempengaruhi dan melemahkan orang lain untuk bersama-sama memboikot suatu visi yang baik.

Itu sebabnya orang-orang yang negatif kumpulnya juga dengan mereka mereka yang punya penyakit yang sama.

Oh kita harus menjauh dari orang-orang seperti ini.

Kita perlu bergaul dengan orang-orang seperti Caleb dan Joshua. Orang-orang yang berani mengklaim janji Allah dengan bekerja keras dan berpikiran positif. Caleb berkata: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Wuiiih. Lelaki yang sangat optimis. (Ini baru tipe pria yang perlu dicari oleh anda-anda yang masih single dan available).

Lalu bagaimana kalau kita sudah mulai terjangkit penyakit negatif ini?
Pertama kita harus ingat bahwa kita adalah Anak Allah Yang Maha Tinggi. Tinggalkan rasa minder dan mengasihani diri sendiri. Mungkin ada trauma pengalaman yang membuat kita bersikap selalu pesimis dan negatif. Ijinkan Tuhan mengangkat self-esteem yang sudah terlanjur turun begitu rendah. Pandang Yesus dan sadari bahwa kita telah Dia angkat menjadi pewaris Kerajaan Surga bersama-sama denganNya.

Kedua kita harus ingat bahwa Allah kita tidak lagi tertidur saat ini. Firman Tuhan katakan Dia tidak pernah tertidur dan tak pernah terlelap (Maz 121:4). Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia pasti menyertai kita dalam pertarungan-pertarungan kita. Dan bila Tuhan beserta kita, siapakah lawan kita? Tidak ada. Kemenangan pasti dipihak kita.

Ketiga. Biasakan untuk tetap optimis sekalipun kemenangan anda belum terjadi. Penundaan atau delay adalah latihan untuk memiliki mental yang kuat. Orang yang cengeng mudah menyerah ketika menemui kegagalan. Orang positif melihat kegagalan sebagai persiapan untuk kemenenagan yang lebih besar.

Orang-orang Yang Positif Berani Meminta dan Melakukan Hal-hal Besar 
Ketika Caleb memasuki tanah Kanaan dia sudah berusai 80 tahun. Tapi dengan berani dia minta porsi bagian dia dan dengan tanpa takut dia ganyang raksasa raksasa di Kanaan seperti orang sedang makan kerupuk. Dia sikat semua !

Bagaimana dia menjadi begitu berani dan kuat? Karena penundaan selama 40 tahun tidak membuat dia lemah. Sebaliknya dia semakin lapar akan kesuksesan dan keberhasilan.

Bagaimana dengan anda?

All blessings,
Binsar

Bebas Dari Kepahitan


Belajar dari Yusuf(2): Free from bitterness; expecting blessings in disguise


Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kej 50: 19-21)

Kemampuan Untuk Mengampuni Dan Melupakan
Menurut saya tidak ada yang lebih berperan pada sukses Yusuf daripada sikapnya dalam menghadapi kebusukan orang lain. Dengan kata lain, Yusuf memiliki hati yang bebas dari kepahitan. Mungkin ada memiliki teori lain, tapi menurut saya, itu merupakan suatu value yang sangat berperan dalam perubahan drastis yang dialami Yusuf. Hati yang bersih dari kepahitan adalah kunci yang penting untuk menuju sukses.

Firman Tuhan katakan, kepahitan itu sama seperti akar yang kuat dan yang berbuah segala jenis kekacauan (Ibr12:15). Kepahitan juga membuat sesorang tidak bisa melihat kasih karunia Tuhan yang sedang mengerjakan sesuatu dalam situasi yang jelek itu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Bukankah Tuhan sendiri sudah menjanjikan bahwa Dia turut bekerja dalam segalau sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Simak baik: segala sesuatu. Ya dalam keadan baik maupun dalam keadaan buruk.

Orang Yang Positif Menolak Kepahitan 
Namun banyak orang yang menjadi pahit kepada Tuhan maupun kepada orang lain (orang tua, suami / isteri, teman2, dlsb) dalam setiap situasi buruk yang menimpa mereka. Mereka dengan kata lain tidak pernah mengijinkan situasi buruk itu untuk dibalikkan menjadi blessings in disguise. Yusuf tidak seperti itu. Dia senantiasa mengalir dengan situasi yang di bawa kepadanya. Sambil terus menjaga hatinya tetap positif dan terus terbuka pada pengalaman baru yang mendatanginya.

Ketika dia hendak dibunuh oleh saudara kandungnya, dia tidak menjadi pahit. Ketika dia akhirnya dibuang dengan cara dijual kepada orang Mesir, dia tidak menjadi pahit. Ketika dia difitnah oleh istri Potifar, dia tidak menjadi pahit. Ketika dia dibuang kepenjara oleh Potifar, dia tidak menjadi pahit hati. Dia telah melewatkan semua kesempatan untuk meracuni dirinya dengan kekecewaan dan kepahitan.

Saya yakin ada terbersit dalam hatinya untuk menjadi pahit hati. Tergoda untuk menjerit dan menyalahkan saudara-saudaranya. Menyalahkan Potifar. Mendendam pada istri Potifar....Namun kepercayaannya pada kemampuan Tuhan untuk menolong dia, memberkati dia, itu melebihi semua rasa kecewa yang ditawarkan oleh pikirannya.

Pahit Hati Menutup Semua Pintu Berkat
Setiap hari kita bisa temui di kantor, di dunia usaha, orang orang yang pahit hati. Dan anda akan temui pikiran-pikiran yang negatif, destruktif dan tidak kreatif dari orang orang tersebut. Sebaliknya dengan mereka yang memiliki hati yang bersih. Sekalipun menghadapi berbagai ketidak-adilan dalam kehidupannya, mereka tetap bangkit dengan pikiran yang positif, optimis dan penuh kreatifitas. Mereka juga lah yang senantiasa bangkit dari keadaan buruk apapun yang menimpa mereka. Mereka pulalah yang senantiasa mengalami keberhasilan dalam hidupnya.

Bagi mereka, tidak ada batasan yang bisa mencegah mereka untuk meningkat lebih lagi dalam segala aspek pencapaian yang mereka kejar dalam hidup ini.

Ah, apakah anda telah melewatkan satu lagi kesempatan untuk menjadi pahit hati pada hari ini? Selamat untuk anda. Anda telah menjaga roh, jiwa dan tubuh anda dalam keadaan bersih dan sehat. Tuhan Yesus berkata, Andalah yang mewarisi bumi ini (Mat5:5).

All blessings,
Binsar

Stay Strong and Courageous in 2010


(Renungan malam tahun baru)


Ada satu pesan yang baik sekali untuk membekali kita semua setiap kali memasuki tahun yang baru. Pesan yang sama seperti yang Tuhan berikan pada Yosua malam sebelum ia dan orang Israel memasuki tanah perjanjian beberapa ribu tahun yang lalu.

Saat itu orang-orang Israel harus menghadapi bangsa raksasa, tentara yang ganas, medan yang sulit dan benteng-benteng tinggi dan tebal di tanah Kanaan yang sebentar lagi akan mereka masuki.


What a comparison! Situasi yang akan kita hadapi di tahun yang akan datang ini tidak banyak berbeda - penuh dengan tantangan dan raksasa-raksasa yang siap menelan siapa saja yang tidak berjaga-jaga. Situasi ekonomi dan politik yang penuh uncertainties dan threats, ketidak-pastian dan ancaman, persis seperti yang dialami Yosua & kawan-kawan sekian ribu tahun yang lalu.
Kalau kita tidak siap, gertakannya saja cukup membuat kita gentar memasuki awal tahun yang baru. Raksasa-raksasa tsb bisa dalam bentuk kenaikan harga yang begitu cepat karena didorong oleh tingginya inflasi, biaya hidup yang terus meningkat lebih cepat dari pada kenaikan gaji, juga ketidak-pastian dalam pekerjaan karena krisis keuangan global yang terjadi di seluruh dunia. PHK yang terjadi di Amerika sekarang merembet ke Eropa, Jepang, Asia, bahkan juga ke Indonesia.  Sangat challenging.

Jadi Apa Yang Harus Kita Buat?
Dalam situasi seperti ini kita perlu Tuhan Yesus sendiri berbicara menenangkan hati kita. Kita butuh Tuhan Yesus meneguhkan hati kita. Kita perlu merasakan kehadiran-Nya untuk membuat kita berani berangkat ke tempat kerja kita.

Kepada Yosua waktu itu Tuhan berpesan, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi”. (Yos. 1:7)

Sama seperti kepada Yosua waktu itu, sekarang inipun Tuhan berpesan agar kita sendirilah yang harus menguatkan dan meneguhkan hati kita dalam menghadapi tahun yang baru. Bukan aneh. Sebab meski Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita, Dia juga mau kita tidak pesimis dan takut dalam menghadapi hari-hari di depan. Dia pasti akan menyertai kita tapi kita harus menguatkan hati kita juga. Dia mau setiap kita berbicara keras kepada diri sendiri seperti ini:

“Aku kuat. Aku kuat bersama Tuhan Yesus! Aku akan berhasil dalam tahun ini! Aku akan sukses sepanjang tahun ini!” 


Ayo terus katakan berulang-ulang sampai beban yang ada didalam dada itu pergi. Terus mengucapkannya sampai rasa sesak didalam dada berganti dengan rasa hangat dan kuat oleh pertolongan kuasa Roh Kudus.

Selamat Tahun Baru. Tuhan Yesus beserta kita senantiasa.

All blessings.
Binsar