Tampilkan postingan dengan label Aktivitas untuk Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas untuk Sukses. Tampilkan semua postingan

Kunci Sukses: Kemampuan VS Tahan Godaan


Ada satu kisah yang menarik tentang mencapai tujuan. Dari kisah ini ada satu kesimpulan yang menarik. Tapi sebelumnya saya mau berikan satu pertanyaan. Menurut anda seseorang gagal mencapai sukses karena kurang kemampuan atau karena tidak tahan godaan?

Banyak orang mengikuti seminar dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya di profesinya. Itu tidak salah. Tapi kenyataannya banyak orang gagal karena godaan dan bukan karena kurang mampu. Sebaliknya banyak orang sukses bukan karena kemampuannya namun karena integritasnya. Banyak orang yang lebih pintar dari Alfa Edison tapi beliaulah yang mengandalkan kekuatan fokus dan sikap pantang menyerah untuk mencapai sukses. Banyak orang yang lebih pandai memasak ayam goreng tapi Colonel Sanders lah yang dengan keteguhan hatinya berhasil menjadikan KFC suatu franchise restaurant cepat saji yang menjamur keseluruh dunia.

Kemampuan VS Tahan Godaan.
1 Korintus 10:7-11  dan supaya jangan kita menjadi (1) penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria." Janganlah kita (2) melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. Dan janganlah kita (3) mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. Dan janganlah (4) bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Apa sih penyebab orang gagal dalam karirnya? Dalam Rumah Tangganya, dalam usahanya atau dalam studi yang dia sedang ditempuh?. Kita ingin tahu penyebab kegagalan agar kita tidak harus jatuh ke lubang yang sama yang sudah menelan korban jutaan orang Israel di padang gurun.

Orang Israel adalah bangsa yang sangat dimanjakan Tuhan dan begitu banyak mujijat dikerjakan Tuhan bagi bangsa ini termasuk dengan menbantu mereka dalam berperang mengalahkan musuh-musuh mereka.  Sekalipun bangsa-bangsa besar yang mereka hadapi, semua ditaklukkan oleh bangsa Israel dengan jumlah tentara yang jauh lebih sedikit. Dan ini sebetulnya merupakan prinsip sukses mereka. Bukan kekuatan sendiri tapi mengandalkan Tuhan yang berperang bagi mereka.

Namun tragisnya, sebagian besar dari mereka tidak menikmati tanah perjanjian. Dan itu bukan karena mereka kalah oleh bangsa-bangsa musuh mereka. Melainkan disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri.

Bukankah kita sering melihat orang-orang yang begitu berpotensi untuk menjadi orang besar, orang sukses, namun ditengah jalan menuju sukses, mereka gagal dan berjatuhan. Padahal mereka sebetulnya memiliki bakat, people skill, kecerdasan dan apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi sukses.

Firman Tuhan katakan, bangsa Israel sebetulnya sudah dipastikan akan berhasil menikmati sukses dan tanah perjanjian yang Tuhan janjikan. Sudah dipastikan!... Tinggal melangkah masuk. ....... Namun mereka jatuh karena tidak bisa menahan diri. 

Godaan pertama adalah penyembahan berhala. 
Penyembahan berhala begitu menarik bagi banyak bangsa karena pada jaman tersebut penyembahan berhala adalah gabungan antara pemujaan berhala dan okultisme dengan kenikmatan Orgy dan pesta pora. Bangsa Israel sudah lihat ini di Mesir dan ketika mereka tidak sabar menantikan Musa di gunung Horeb, mereka segera kembali kepada kebiasaan Mesir ini.

Jaman sekarang banyak orang mau cepat berhasil dengan lobby dan pendekatan-pendekatan menggunakan uang, seks, okultisme dibanding harus bersabar dan mengandalkan Tuhan Yesus. Persepsi yang salah menggambarkan gereja sebagai pembuat larangan tidak boleh ini tidak boleh itu.Tapi percayalah, banyak jalan yang kelihatan baik tapi ujungnya maut. Cara Tuhan Yesus selalu The Best.

Godaan Kedua adalah Seks dan Affair.
Saya kira sudah terlalu banyak berita kita dengar tentang ini di Infotainment bukan hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Skandal di World Bank, senator-senator di USA dan anggota parlemen Indonesia misalnya. Kejatuhan dan kegagalan untuk mencapai sukses, mempertahankan sukses dan mencapai sukses yang lebih tinggi lagi disebabkan karena tidak bisa menguasai diri. Bukan karena tidak mampu berprestasi.

Mencobai Tuhan.
Dalam konteks bacaan diatas, juga di kitab Bilangan, bangsa Israel mencobai Tuhan dengan cara membuat jengkel Tuhan melalui ketidak percayaan mereka pada janji-janji Tuhan. Sikap mencemooh dan tidak perduli kepada ibadah adalah godaan yang dialami semua orang baik yang sedang melalui tekanan atau yang baru mengalami sedikit sukses. Arogan dan sombong adalah awal dari kehancuran. Tapi takut akan Allah dan rendah diri adalah dasar untuk promosi.

Bersungut-sungut
Menggerutu, komplain, marah-marah dan mengeluh adalah bukti bahwa seseorang tidak mensyukuri apa yang Tuhan sudah dan sedang lakukan bagi orang tersebut. Bukan hanya melemahkan semangat, sikap ini juga mengganggu suasana kerja, suasana rumah tangga dan suasana apapun dimana orang ini berada. Berdekatan dengan orang yang kerjanya mengeluh akan mengakibatkan seseorang gagal dan juga menjauhkan mereka dari orang-orang yang sebetulnya ingin membantu untuk mencapai suatu tujuan.

Sebaliknya dengan menahan diri melalui ibadah dan saat-saat intim dengan Tuhan Yesus, seseorang dengan kemampuan terbatas pun akan mampu melakukan hal-hal yang besar. Gideon, Yusuf, Daud, dan banyak pahlawan-pahlawan iman di masa lalu adalah beberapa contoh dimana orang yang biasa menjadi luar biasa karena mengandalkan Tuhan. 

Mungkin mereka pernah gagal dan jatuh pada godaan, namun seseorang yang jatuh tidak berarti tidak bisa bangkit dan kembali kepada Tuhan bukan?. Seperti Daud. Dia bangkit dan tidak pernah jatuh kepada kesalahan yang sama berulang kali.

Kemampuan? Itu penting. Tapi waspada pada godaan, lebih penting lagi. 

All blessings,
Binsar  

Resolusi Akhir Tahun


Nah kita sampai pada saat saat seperti ini lagi. Saat-saat dimana satu tahun akan segera berakhir dan kita akan memasuki tahun yang baru.

Kita merenung sejenak lalu kemudian melakukan flash back kebelakang untuk melihat apa yang sudah kita perbuat sepanjang tahun ini, prestasi apa yang kita buat, momen momen high and low, sukacita dan kesedihan,.... pencapaian dan kegagalan. It's ok. Ini sesuatu yang wajar kita lakukan...... Lalu sejenak kemudian kita mulai membuat rencana-rencana untuk tahun depan.

Kita buat target-target pencapaian yang kita akan kejar di tahun mendatang dan juga kita buat resolusi, komitmen, keputusan yang kita tahu kita perlu pegang dan lakukan agar target-target tadi dapat kita capai.

Tuhan Senang Dengan Resolusi Yang Kita Buat
Tuhan suka dengan resolusi. O ya? Ya. Karena setiap resolusi pasti dibuat demi perbaikan, penigkatan dan penyempurnaan karakter kita. Juga untuk disiplin kita dan semua hal-hal yang disukai Tuhan Yesus. Ya tidak?

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu...(Rom 12:2a)
maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2Kor3:18b)

Coba kita lihat ayat-ayat diatas. Oh Tuhan suka sekali kalau kita mau berubah !!!
Kita harus ingin berubah ... dan Tuhan sendiri juga akan mengubah kita...... supaya kita menjadi semakin baik dan menjadi semakin serupa dengan gambaran idola kita yaitu Tuhan Yesus.


Jadi kita memang harus punya resolusi setiap tahun. Bahkan akan lebih baik lagi kalau kita punya resolusi setiap hari. Sebelum kita memulai hari-hari kehidupan kita. 

Bagaimana Kalau Gagal?
Bagaimana kalau resolusi kita buat tiap awal tahun tapi juga selalu saja gagal memenuhinya ? He he akhirnya kita bosan dan pikir-pikir lebih baik tidak usah buat. Untuk apa resolusi kalau akhirnya kita sendiri yang membatalkannya..

O jangan!

Berhasil atau tidak dalam memenuhi komitmen kita, itu urusan lain. Yang penting kita punya keinginan dulu. Memiliki resolusi berarti kita menyatakan dengan iman kita bahwa kita ingin menjadi lebih baik. Tuhan pasti mendengar keinginan kita itu dan Tuhan pasti memberi kekuatan dan kasih karunia untuk melakukan keinginan kita itu.

Menurut saya, seseorang yang memiliki resolusi sebetulnya sedang menanggapi keinginan Tuhan. O ya. Saya yakin resolusi yang baik itu semua berasal dari Tuhan.

"karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." (Fil 2:13)

Tuhanlah yang membisiki kita untuk berkeinginan, berkehendak, berkemauan, untuk mengerjakan hal-hal baik yang kita ingin kerjakan di tahun 2012 yang akan menjelang. Amin.

Susah Payah Kita Pasti Akan Menghasilkan Sesuatu
Hal kedua yang kita tidak boleh lupa. Sekalipun mungkin banyak tantangan dan halangan,... bahkan mungkin juga air mata, percayalah semua itu tidak akan sia-sia. Yang bersusah payah pasti akan menuai hasil yan baik.

"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya" (Maz 126:5-6)


Yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa Tuhan Yesus akan atur sedemikian rupa agar tempat kita kerja, usaha kita, keluarga kita, kesehatan kita, orang-orang yang bersinggungan dengan kita, semuanya dengan cara Tuhan akan diatur untuk membantu kita dalam mencapai resolusi yang kita buat itu. Amin. Percayalah pasti demikian adanya.


Kita Tidak Kerja Sendiri
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Rom 8:28)


Kenapa?


Karena Bapa di Surga sendiri yang sangat ingin supaya kita menjadi serupa dengan gambaran Tuhan Yesus sang Idola kita. Amin


Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rom 8:29)


Tahun 2012? Kenapa takut? Mari kita buat resolusi dan lakukan dengan pertolongan Tuhan. Kita pasti akan menjadi lebih baik lagi di tahun yang akan datang.


All blessings to you,
Binsar



Gairah dan Vitalitas Rohani

Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. (2 Sam. 6:12b,14)

Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!" Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; (2 Sam. 6:20-22a)


Kehidupan rohani seseorang, apapun profesi maupun bisnisnya, membawa dampak pada buah tangannya. Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa kerohanian yang penuh vitalitas membuat kehidupan seseorang penuh energi dan kreatifitas dimana ini akan menuntunnya pada keberhasilan. Omong kosong apabila ada pendapat yang meng-claim bahwa kerohanian seseorang dapat menyebabkan kegagalan pada usahanya.

Kreativitas dan Produktivitas berasal dari Kerohanian yang Sehat
Saya percaya bahwa dari roh yang sehat akan ada jiwa yang sehat dan ini kelihatan melalui pikirannya yang positif, ide-idenya yang cemerlang, ketenangan dan kecermatannya dalam mengambil keputusan, dsb. Bukan itu saja. Kerohanian yang baik memudahkan seseorang mematuhi tuntunan Tuhan di situasi-situasi kritis sehingga mereka tidak perlu mengalami terlalu banyak konflik.


Daud mengerti kunci sukses ini dan memegang kuat prinsip ini dalam hidupnya. Sekalipun hidup di jaman yang belum ada kebaktian karismatik, dia sudah mengerti apa itu menari dihadapan Tuhan. Baginya ini adalah suatu pernyataan bahwa segala yang dia miliki berasal dari Tuhan. Karena itu ia tidak malu bahkan dengan sengaja merendahkan dirinya dihadapan rakyatnya seolah-olah mengatakan bahwa kemenangan yang dia raih di medan perang semuanya berasal dari Tuhan belaka. Suatu teknik merayu-rayu hati Tuhan yang sangat jitu. Itulah sebabnya Tuhan menyatakan Daud sebagai orang yang berkenan di hati-Nya (Kis. 13:22).

Itu juga sebabnya Tuhan senantiasa menyertainya dalam setiap peperangan dan memberikan kemenangan-kemenangan yang luar biasa.

Yes, kita perlu mempertahankan kehidupan kerohanian yang penuh vitalitas hari-hari ini. Bergairah dan bersemangat untuk membaca Alkitab, berdoa dan melayani Tuhan. Senantiasa berjaga-jaga. Jangan sampai cinta kasih kita pada Tuhan Yesus menjadi tawar dan datar.

Tuhan Yesus sayang anda.

All blessings,
Binsar

Memanfaatkan Tuntunan Tuhan


Belajar dari Daud (2): Memanfaatkan Tuntunan Tuhan

Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?" Jawab TUHAN kepada Daud: "Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila." (1Sam23:2)

Kita bisa banyak belajar dari salah satu Manager yang paling sukses di muka bumi yaitu Daud. Banyak pribadi-pribadi sukses di Alkitab dan tiap tiap mereka memiliki karakteristik khas yang menjadi kekuatan mereka untuk mencapi puncak keberhasilan. Kita tahu Daniel dengan kesucian dan devotionnya; Yusuf dengan purity dan hati yang bersih dari kepahitan; dan Musa dengan kelemahlembutan dan kerendahan hatinya. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Daud? Bagi Dia tidak lain adalah hati yang berkenan kepada Allah. Dalam hal ini Tuhan sendiri mengakui kelebihan Daud (Kis13:22).

Berkenan Kepada Tuhan Melalui Ketaatan
Dalam hal apa Daud berkenan kepada Allah? Daud senantiasa bertanya kepada Tuhan dan mengandalkan tuntunan Tuhan itu untuk setiap transaksi bisnisnya. Tentu saja konteks transaksi pada kehidupan Daud adalah peperangan-peperangan yang dilakukannya terhadap orang Filistin dan bangsa-bangsa yang lain. Hal itu bisa kita lihat di kisah di Kehila diatas.

Juga dalam situasi terjepit Daud bertanya kepada Tuhan untuk jalan keluar. Misalkan dalam kisah di Ziklag.

1Sam30:3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. 4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. 6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. 7 Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud. 8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan." 9 Lalu pergilah Daud . . . 

Tingkat Keberhasilan yang Tinggi Diperoleh Melalui Tuntunan Tuhan
Kalau kita lihat bagian-bagian lain dalam kitab Samuel, kita temui bahwa success rate Daud adalah 100%. Dalam setiap pertempuran dia bertanya kepada Tuhan dan berdasarkan tuntunan Tuhan itu Ia memutuskan untuk maju berperang atau tidak. Bahkan Tuhan juga memberikan tuntunan yang spesifik untuk pertempuran tertentu. Luar biasa bukan? Artinya dengan mengandalkan insider information dari Tuhan itu, Daud mampu membuat setiap transaksi bisnisnya berhasil dengan baik sekali.

Kita tentu memiliki dasar pendidikan analisis yang baik dari perguruan tinggi atau training-training yang kita pernah ikuti. Namun sering kali pengetahuan dan pengalaman kita tidak cukup memadai untuk situasi-situasi dalam hidup ini yang sering kali begitu kompleks. Alangkah baiknya kalau kita membiasakan diri untuk sabar menantikan dan mendengar tuntunan Tuhan atas situasi-situasi tersebut. Kita bisa datang kepada Allah dari segala informasi dan Allah segala hikmat. Dengan nasehat dan tuntunanNya yakinlah kita akan siap menghadapi apapun persoalan kita dan keluar dengan keberhasilan.

Seni Mendengar Suara Tuhan
Mendengar tuntunan Tuhan tidaklah sulit. Roh Kudus yang senantiasa berada dalam hidup kita secara terus menerus membisikkan tuntunanNya kepada kita. Tentu saja pembacaan Firman Allah secara regular akan membiasakan kita untuk membedakan antara tuntunan Tuhan dan keinginan daging kita. Menantikan Tuhan dalam doa dan penyembahan, dan pembacaan Alkitab tidak akan pernah sia-sia.

Saya jadi teringat perkataan Paulus,
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Rom 8:14)

Apakah anda telah menggunakan salah satu tool management yang luar biasa ini ?

All blessings,
Binsar

Agresif Memberi


Hari-hari ini sepertinya perekonomian dunia semakin hari bukannya semakin membaik tetapi sebaliknya. Efeknya bukan hanya dirasakan oleh kaum pebisnis saja tetapi juga sampai kepada masayarakat kebanyakan termasuk ibu rumah tangga.

Dalam situasi yang demikian, ada dua pilihan untuk kita: bertindak defensif atau proaktif.

a. Defensif:
Potong semua budget untuk hal yang tidak perlu. Yang menyedihkan, untuk banyak orang ini juga berarti: Potong budget untuk hal yang sebetulnya diperlukan. Too bad. Pendapatan kita memang belum bisa berlomba dengan kenaikan biaya hidup.

b. Proaktif atau saya lebih senang menyebutnya Agresif:
Memberi lebih banyak dari sebelumnya kepada pekerjaan Tuhan dan orang yang lebih miskin dari anda.

Orang Yang Memberi Pinjaman Pada Tuhan
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Ams. 19:17)

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Luk.. 6:38)

Lalu, tentu saja ayat yang sangat digemari banyak orang:

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal.3:10)

Ibaratnya kita berada di garis depan sebuah peperangan yg sedang genting-gentingnya. Keputusan yang kita ambil akan mempengaruhi sisa waktu kita didepan. Saya dan anda harus memilih untuk defensif atau agresif. Tetapi sebelum anda terbakar untuk memberikan semua uang gaji bulan ini kepada Tuhan dan orang miskin, ijinkan saya memberikan satu footnote untuk pilihan diatas.

Tuhan tidak menyuruh anda untuk mengabaikan kebutuhan keluarga anda.
Anda tidak bisa mempersembahkan semua penghasilan anda tapi membiarkan anak-anak dan istri menangis karena tidak makan dan berpakaian yang tidak pantas. Namun point-nya adalah: Anda bisa memilih untuk berkorban dengan cara mengalokasikan pendapatan anda namun tetap dalam proporsi yang tepat disertai keyakinan kuat pada Firman Tuhan.

Lalu berapa banyak? Jawabannya sangat sederhana. Bicarakan dengan pasangan anda dan bawa ke dalam doa. Percayalah. Anda akan jauh lebih diberkati daripada orang yang menahan uangnya hanya untuk dirinya sendiri.

Ams 11:24 - Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

All blessings,
Binsar

Hati Nurani Yang Peka

Seorang businessman Kristen yang sukses di Amerika menceritakan rahasia yang membuat dia selalu berhasil dalam investasi yang dilakukannya. Anak Tuhan ini mengatakan bahwa setiap kali dia menerima suatu investment proposal, dia berpuasa tiga hari untuk memperoleh kepastian bahwa investasi tersebut pasti memberi keuntungan. Sebaik apapun suatu tawaran yang datang kepadanya, dia tidak terburu-buru dan selalu mengambil waktu merenungkan tawaran itu di dalam doa puasa. Anak Tuhan inipun mengatakan bahwa investasinya sekalipun tidak pernah gagal. Ajaib bukan?

Tuhan Yang Selalu Memberi Nasehat
Apa yang terjadi kepada businessman ini bukanlah suatu hal yang eksklusif untuk dia saja. Sesungguhnya semua orang Kristen memiliki kesempatan yang sama untuk menerima tuntunan Tuhan bagi setiap persoalannya. Daud mengerti rahasia ini. Ia berkata,

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. (Maz. 16:7)

Tuhan memberi Daud nasehat ketika ia menghadapi persoalan dan hati nuraninya mengajar apa yang baik dan yang tidak baik untuk dilakukan.

Bukankah sebenarnya sering hati kita membisikan keputusan yang harus kita ambil?
Masalahnya, kadang kita melawan bisikan hati dan melakukan hal yang kelihatannya lebih baik atau lebih menarik. Biasanya, sesudah itu kita akan menyadari pilihan itu salah dan kecewa. Untuk bisa mendengarkan hati nurani tentu saja kita perlu waktu yang tenang dan tidak terburu-buru. Ijinkan pertimbangan-pertimbangan dari Tuhan memberi petunjuk yang tepat untuk persoalan kita. Kalau dengan cara ini kita masih sulit mendengar tuntunan Tuhan, kita bisa minta supaya hati kita diubah.

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu .... (Yeh 36:26-27a)

Ketika kita bersedia dan meminta Tuhan Yesus mencampuri bahkan mengambil alih kendali atas hidup kita, Dia akan memberi kita hati yang baru - hati yang berasal dari sorga dan semua yang dinasihatkan pasti baik.

Jangan Ragukan Keinginan Tuhan Untuk Menuntun Hidup Kita.
“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” Maz. 32:8

Minggu ini mata Tuhan tertuju pada kita agar kita keluar dari setiap persoalan kita dengan baik dan berkemenangan.

Tuhan Yesus baik bukan?

All blessings,
Binsar

Investasi Pengertian dan Hikmat


Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. (Ams 4:7)

Apakah ada suatu investasi yang baik dijaman seperti ini? Ketika perekonomian dihantam oleh krisis BBM dan inflasi disertai penurunan nilai mata uang yang begitu tajam. Kita bertanya tanya apakah masih ada investasi yang masih menguntungkan.

Mengejar Skill, Knowledge dan Insights
Saudara/saudari, Firman Tuhan menganjurkan suatu jenis investasi yang sangat baik sekali. Kitab Amsal bahkan meminta kita untuk menginvestasikan segala yang kita peroleh untuk memperoleh pengertian.

Skill.

Knowledge.

Insights.

Banyak orang menggunakan uangnya hanya untuk membeli barang barang konsumtif. Ada juga yang menyimpannya dalam deposito dan investasi yang lain. Itu semua tentu saja sama sekali tidak selalu salah. Namun berapa banyak dari kita yang senantiasa menyisihkan pendapatannya untuk memperoleh pengetahuan? Berapa banyak diantara kita yang masih dengan rajin membeli buku2 yang berguna bagi karir maupun profesi kita? Berapa banyak diantara kita yang masih menyisihkan uangnya untuk mengikuti kursus-kursus, seminar-seminar untuk meningkatkan kemampuan profesi kita?

Siapa Yang Menabur Akan Menuai
Saya teringat seorang profesional yang berhenti bekerja dan menjual rumah dan seluruh hartanya untuk dapat meneruskan pendidikannya di Australia. Pengorbanan ini bahkan harus dipikul bersama-sama dengan anggota keluarganya yang lain. Suatu pengorbanan yang tentu saja tidak mudah.
Namun ketika orang tersebut kembali ke tanah air, karirnya melesat begitu luar biasa sementara rekan rekan seangkatannya tetap dalam karir yang begitu-begitu saja. Ada yang bilang bahwa itu karena faktor lucky. Keberuntungan.

Ah memang gampang untuk segera menyalahkan nasib untuk keadaan karir dan usaha kita yang mentok dan stagnan.

Namun setiap orang yang menabur dengan air mata pasti akan menuai dengan sorak sorai (Maz 126:5). Amin.

Mengubah Nasib Dengan Meningkatkan Kemampuan
Setiap kita memiliki kesempatan untuk merubah dengan nasib dengan berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan kita.

Saudara-saudara, Firman Tuhan tidak menentang anak-anak Tuhan untuk terus meningkatkan kemampuannya. Sebaliknya bahkan Firman tuhan menganjurkan agar kita mengejar skill dan pendidikan sekalipun harus mengorbankan harta kita.

Ketika kita harus bersaing dengan sekeliling kita, kita perlu bergantung kepada Tuhan. Amin. Namun tidak berarti kita boleh terus tetap bodoh dan malas.

Kita harus terus meningkatkan kemampuan kita setiap saat. Walaupun itu berarti kita harus mengeluarkan uang dan menunda menikmati kesenangan-kesenangan yang biasanya menyedot keuangan kita.

All blessings,

Binsar

Menyaring Inspirasi


Kalau kita membaca Kitab Amsal, tidak banyak kita temui ide-ide spesifik yang bisa diterapkan dalam dunia marketing, salesmanship, business strategy yang dibutuhkan di dalam pekerjaan kita sehari-hari. Namun banyak ajaran-ajaran yang bersifat umum untuk hidup benar dan berhasil. Disamping itu juga peringatan-peringatan untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang berakhir dengan kehancuran dan kegagalan.

Kebenaran menjaga orang yang saleh jalannya, tetapi kefasikan mencelakakan orang berdosa. Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam. (Ams 13:6,9)

Tuhan memberikan database Ide-ide cemerlang dalam FirmanNya
Kita juga akan menemui bahwa anak-anak Tuhan tidak perlu takut kehabisan ide-ide cemerlang dalam berbisnis dan berkarir. Setiap orang yang mengambil waktu untuk bersekutu dengan Tuhan dan merenungkan FirmanNya dengan sendirinya menjadi orang–orang yang penuh dengan kreatifitas, inspirasi dan ide-ide ajaib yang tak pernah terpikirkan. Apapun yang competitor pikirkan, anda bisa mengunggulinya dengan lebih baik. Interaksi dengan Firman Allah baru memunculkan ide-ide spesifik yang bisa kita gunakan di dalam bisnis dan karir kita. Kok bisa begitu? Ya memang begitulah ajaibnya akibat dari merenungkan Firman Allah itu.

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. (Maz 119:97-100)

Interaksi pikiran kita dan Firman Allah dan pekerjaan Roh Kudus menghasilkan ide-ide yang jenius didalam kehidupan anak-anak Allah.

Ide cemerlang yang melintas perlu disaring sebelum diterapkan
Namun dari sekian banyak ide-ide yang bermunculan dalam pikiran kita, kita perlu menyaring dengan hati-hati karena Iblis pun bisa menyusupkan suatu idea yang kelihatannya brilliant namun bisa mendatangkan kehancuran. Kita perlu filter, alat penyaring. Kita perlu suatu mekanisme yang melindungi, menjagai, dan menghalangi kita dari memilih ide-ide brilliant yang sebetulnya berbahaya tersebut.

Salah satu penyaring ide yang Kitab Amsal berikan adalah Ketulusan hati. Integritas.

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. (Ams 11:3), dalam bahasa inggrisnya: The integrity of the upright shall guide them... (Ams 11:3a, KJV)

Apakah ide yang terlintas dalam pikiran kita itu bersifat tulus dan menjunjung integritas? Apakah orang benar melakukan hal-hal yang didasari ide-ide seperti itu? Apakah ide-ide seperti itu dilakukan oleh seorang anak Allah?

Atau sebaliknya? Apakah ide-ide tersebut curang dan licik? Tidak jujur dan ada kepalsuan? Kelihatan baik namun tidak memiliki integritas yang benar?

Coba kita renungkan dan uji dengan tenang. Ijinkan ide-ide tersebut disaring dan diuji dengan prinsip-prinsip kebenaran, integritas, dan ketulusan.

Ide yang tersaring merupakan ide yang brilliant dan pasti tokcer.
Nah, apabila ternyata lolos dari filter ilahi tersebut, pasti anda tidak akan salah langkah. Keberhasilan dan sukses pasti menanti di depan anda.

Sangat mudah bukan? Sebab manusia memang sesungguhnya memiliki roh yang luar biasa. Pada saat Tuhan menciptakan manusia, Tuhan memberikan roh yang berasal dari Dia. Sebagian keluar-biasaan Allah ditaruhkan di dalam manusia. Kita semua memiliki roh luar biasa yang mampu membuat kita berhasil dalam hidup ini.
Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. (Ayub 32:8-9a)

All blessings,
Binsar

Hari Kenikmatan

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya. (Yes 58:13:14)

Struggling atau Berkemenangan ?
Setiap kita tentu ingin melintasi bukit bukit rintangan di hidup ini. Bukit kenaikan harga BBM, bukit kenaikan kebutuhan hidup, bukit masalah dalam bisnis / pekerjaan, bukit masalah keluarga dan lain sebagainya. Masa masa ini, rasa-rasanya, tekanan disemua bidang kehidupan semakin berat dan datang dari segala penjuru. ….Dan kalau kita tidak memperoleh kekuatan dari Tuhan, rasanya mustahil kita bisa keluar dari tumpukan masalah ini. Jangankan mendaki bukit bukit persoalan, bisa keluar dengan selamat saja sudah sangat susah.

Tapi sesungguhnya tidak demikian yang Tuhan mau agar kita alami.
Yang Tuhan Yesus mau adalah kemenangan dari segala bentuk persoalan itu. Nabi Yesaya memakai istilah yang sangat puitis namun powerful….." Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan"

Artinya Tuhan menaikkan kita pada kendaraan kemenanganNya dan melalui bukit bukit persoalan kita. Bukan dengan segala kekuatan kita sendiri yang sangat terbatas dan hampir tidak tersisa ini. Bukan. Tapi Tuhan akan menggendong kita di kendaraanNya


Enak Sekali bukan?

Resep kemenangan ada pada pilihan kita
Kenyataannya, kita memang yang sering lalai. Ketika kita ada dalam masalah yang besar, kita lebih banyak berusaha dengan kekuatan kita sendiri. Bahkan kita tetap bekerja dan berusaha di hari minggu kita dan juga di waktu waktu lainnya yang semestinya kita sediakan untuk bersekutu dengan Tuhan Yesus.
Resep Sukses Tuhan Yesus justru sebaliknya. Yang Tuhan tawarkan adalah kita menyisihkan hari minggu dan saat-saat teduh kita menjadi momen momen yang kita nikmati. Momen momen yang kita tunggu tunggu dan "look forward to".

Apakah ini sangat susah untuk kita kerjakan?

Sebetulnya sangat tidak susah sama sekali. Suatu syarat yang sangat gampang dibandingkan dengan banyaknya keuntungan yang Tuhan janjikan kita akan alami. …..
Keuntungan? ……..

Ya. Tuhan tidak anti melihat kita mengalami untung karena mengikuti Dia.

Dia justru mau kita menjadi selalu beruntung. Dia sangat happy kalau kita untung dan sangat beruntung. HALELUYAH !

Tuhan Yang Selalu Suka Melihat Kita Beruntung
TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, … (Ulangan 30:9a)

Bukan hanya beruntung dengan hal yang baik namun juga beruntung karena terhindar dari malapetaka. Seperti yang baru saja dialami seorang saudara saya beberapa waktu yang lalu. Semestinya dia berencana untuk makan malam di Restoran Raja di Bali. Namun dengan cara Tuhan, dia dan keluarganya akhirnya makan di restoran yang jaraknya hanya dua rumah dari restoran Raja tersebut. Ketika bom Bali meledak, mereka mendengar ledakan tersebut karena mereka memang ada didekat lokasi tersebut. Namun puji Tuhan. Mereka beruntung. Tuhan telah membelokkan rencana mereka. dan mereka terlewatkan dari musibah itu.

Mari kita lebih sungguh sungguh dalam menyisihkan waktu kita bagi Tuhan Yesus. Jadikan waktu waktu tersebut "Quality Time". Bukan hanya lewat begitu saja. Tapi sungguh sungguh kita nikmati dan sukai. Dan lihatlah perubahan besar yang akan terjadi dalam bisnis, pekerjaandan rumah tangga anda.

Anda akan berkemenangan, beruntung dan SUKSES..

All blessings,
Binsar

Office Politics

Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang office politics. Politik di tempat kerja. Saya tidak tahu apa saudara saudari menyadarinya, tapi saya yakin di manapun kita bekerja sedikit banyak kita mengalami apa yang disebut office politics. Bahkan saya mellihat di pelayanan pun ada terjadi office politics. Paulus menulis di kitab Korintus tentang jemaat yang memihak-mihak anatara Paulus, Apolos dan Kefas.
Yang saya maksud adalah situasi dimana seseorang memihak satu pemimpin di dalam organisasi tersebut dan memanfaatkan hubungan tersebut untuk kepentingan karirnya. Sebaliknya seorang pemimpin memanfaatkan bawahannya dan rekan kerjanya untuk mengatasi rivalnya dan membela kepentingan kepentingannya sendiri dan untuk naik lebih cepat dalam tangga karirnya.

Keadaaan Bisa Memaksa Kita Terlibat Office Politics
Sebagai anak Tuhan kita akan masuk dalam situasi situasi tersebut. Sekalipun ketika kita tidak ingin untuk memihak pada salah satu kekuatan yang ada dalam organisasi tersebut. Dan bilamana kita tidak berhikmat, kita bisa terjebak karena telah memihak atau terpaksa berada dalam salah satu pihak. Dan akhirnya tersisihkan karena pihak dimana kita berada bukanlah pihak yang menang dalam persaingan di kantor tersebut.

Beberapa waktu yang lalu pembacaan Alkitab saya sampai di kitab Raja Raja dan saya melihat situasi office politics di kerajaan Daud…

Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, ……..Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: "Aku ini mau menjadi raja." Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya. Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?" Iapun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom. Maka berundinglah ia dengan Yoab, anak Zeruya dan dengan imam Abyatar dan mereka menjadi pengikut dan pembantu Adonia. Tetapi imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan nabi Natan dan Simei dan Rei dan para pahlawan Daud tidak memihak kepada Adonia. (1Raj 1:1a,5-8)

Pilihan Yang Salah Berpengaruh Kepada Karir Selanjutnya
Imam Abyatar dan panglima Yoab yang luar biasa ini salah berpihak ketika ada persaingan antara Adonai dan Salomo. Dan pilihan mereka berakibat fatal untuk karir mereka. Bahkan Adonai dan Yoab berakhir dengan kematian.

Saudara- saudari, salah berpihak di dalam organisasi akan berakibat sangat fatal. Banyak yng mengalami “stuck” atau kemacetan dalam karirnya karena salah berpihak. Namun sebaliknya mereka yang berpihak pada pemimpin yang tepat akan mengalami kanaikan karir yang pesat. Imam Zadok dan Benaya mengalami hal tersebut.

Kisah kisah di Perjanjian Lama banyak sekali berisi pelajaran pelajaran yang berguna untuk karir kita. Di kitab Samuel, ketika Absalom memberontak kepada Raja Daud, ada dua penasehat yang hebat di Israel pada Jaman itu yaitu Ahitofel dan Husai. Dalam situasi yang tidak menentu seperti itu sangat sulit untuk memilih kepada pemimpin mana mereka harus berpihak. Absalom kelihatannya dalam posisi karir yang baik sedangkan Daud harus lengser dari istana untuk sementara. Bagi Husai, dia harus menentukan kepada siapa dia harus setia dan berpihak. Husai memilih Daud dan itu telah membawa dia survive dalam karirnya. Bahkan di saat ketika Absalom masih memerintah sebagai raja.

Saudara-saudari, kepaada siapa anda menemukan mentor atau pembimbing karir di tempat kerja anda? Jangan salah memilih.

Pilihan Berdasarkan Hati Nurani dan Kebenaran Tidak Akan Pernah Salah
Abyatar dan Yoab adalah professional yang baik namun mereka memilih pihak yang salah dan akibatnya mereka gagal. Zadok dan Benaya sebaliknya telah mengambil pilihan yang tepat dan mereka menjadi berhasil.

Lalu Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam TUHAN….Raja mengangkat Benaya bin Yoyada menggantikan Yoab menjadi kepala tentara; dan raja mengangkat imam Zadok menggantikan Abyatar. (1Raj 2:27a, 35)

Marilah kita meminta kepada Tuhan Yesus agar kita dijauhkan dari pilihan yang salah dalam karir kita dan senantiasa dituntun pada pilihan pilihan yang benar.

All blessings to you,
Binsar

Bila Doa Belum Berhasil (belajar dari Mart Green)



Bagaimana bila doa yang kita panjatkan berulang-ulang belum juga memberikan hasil? Sudah Capek doa, tapi belum ada terobosan. Bahkan mungkin sedikitpun tanda-tanda kearah itu tidak ada sama sekali.

Tuhan Yesus memberikan Solusi yang ampuh.

Bila persoalan sudah menumpuk seperti gunung yang tak tergoyahkan. Bila penghalang rencana bisnis dan karir kita kelihatannya begitu kokoh seperti benteng yang tinggi, Tuhan mengatakan:

Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa. (Mat 17:21)

Mengahadapi Persoalan Setinggi Gunung
Dibalik segala persoalan kita ada Iblis yang memang kerjanya menyabotase semua yang baik yang Tuhan sediakan untuk kita. Tuhan Yesus mengatakan Iblis datang untuk Mencuri, Membunuh dan Membinasakan / Menghancurkan (Yoh 10:10). Tidak perlu bingung dalam hal ini. Tuhan tidak pernah punya rencana yang jelek untuk kita. Semua rencanaNya bagus-bagus. Bahkan Dia menyediakan hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Namun ada si Iblis. Dan semua yang buruk, yang jelek dan yang kacau balau, datangnya dari Iblis.

Tuhan kita katakan bahwa ada jenis persoalan yang perlu dilawan dengan DOA Puasa. Tidak cukup berdoa saja. Harus dengan Doa Puasa.

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa." (Mat 17:19-21)

Seni Yang Hilang
Berpuasa sudah menjadi sesuatu yang kuno dan asing bagi banyak anak-anak Tuhan. Dan yang memprihatinkan, saya temui banyak orang yang bukan Kristen justru dengan rutin berpuasa 2-3 hari seminggu. Saya memiliki supir yang beragama lain namun secara rutin berpuasa setiap Senin dan Kamis hampir sepanjang tahun. Saya menemui bahwa karyawan saya ini memiliki roh yang kuat dan tidak mudah goyah dalam menghadapai persoalan. Baik persoalan keluarga, keuangan dan lain sebagainya. Bahkan kehidupannya sangat baik. Sekalipun bekerja sebagai supir namun memiliki bisnis angkot dan rumah kontrakan disamping rumah dan kendaraan pribadi. Luar biasa bukan?

Seandainya, anak-anak Tuhan mengerti rahasia kekuatan Doa Puasa dan melakukannya secara rutin dalam kehidupannya, betapa lebih luar biasa lagi hasilnya. Sebab Doa Puasa yang disertai kuasa Tuhan Yesus tentu lebih ampuh dan manjur lagi hasilnya. Jemaat Tuhan di abad pertama juga sangat biasa melakukan Doa Puasa. Kalau kita membaca Kisah Para Rasul, kita menemui bahwa Doa Puasa adalah bagian kehidupan sehari-hari dari orang percaya.

Mart Green dan Hobby Lobby
Mungkin saudara-saudari mendengar tentang Mart Green yang akhir tahun lalu menyelamatkan Oral roberts University dari kebangkrutan. (http://abcnews.go.com/US/wireStory?id=4244846). Pemilik store-chain Hobby Lobby dan Mardel ini adalah salah satu dari 400 orang terkaya di Amerika versi majalah Forbes. Mart yang memiliki kekayaan 1,8 milyar dollar ini adalah orang Kristen yang sekalipun kaya raya, memiliki gaya hidup yang sederhana dan sangat tradisional. Sejak menerima upah dengan membantu menempelkan bingkai foto di umur 9 tahun, Mart dengan setia memberi perpuluhan dari semua penghasilannya. Dia sering memberi sumbangan dan mendukung misonaris di pelosok dunia.

Namun sekalipun sederhana, Mart Green cukup radikal. Banyak orang terkejut dan kuatir ketika dia memutuskan toko-tokonya libur di hari minggu. Padahal minggu adalah hari dimana banyak orang pergi berbelanja!

Satu rahasia Mart Green yang orang mungkin tidak tahu adalah dia selalu membaca Alkitab setiap pagi dan berpuasa panjang di setiap tahun. Yang terpanjang bahkan sampai 40 hari. Wow. Andaikan orang yang begitu kaya raya saja ber-doa-puasa dengan rutin betapa sangat malu bila orang-orang yang sedang dalam suatu kesulitan tidak pernah melakukannya.

Saya yakin diawal tahun yang penuh tantangan ini kita perlu lagi memusatkan lebih lagi kerohanian kita untuk lebih bergantung dan berharap kepada Tuhan Yesus. Itulah kunci keberhasilan dan kunci sukses kita. Amin.

All blessings,
Binsar

Memilih untuk Berhasil di Tahun 2008

Saat ini kita memasuki tahun yang baru, yaitu tahun 2008 dan betapa kita penuh dengan pengharapan akan tahun yang baru saja kita masuki ini. Tentu saja kita sangat berharap agar di tahun ini kita bisa mengalami keberhasilan dalam karir, bisnis dan segala usaha kita.

Beberapa minggu yang lalu, banyak orang mencari tahu apa yang dikatakan oleh para peramal tentang tahun yang kita sudah masuki ini. Itu terjadi karena keberuntungan dipandang orang sebagai sesuatu yang nasib-nasiban. Tidak ada kepastian untuk itu. Apabila kita memang jodoh maka kita akan beruntung. Tapi kalau tidak jodoh, ya kita akan tidak terlalu beruntung di tahun ini. Bahkan mungkin juga gagal total.

Keberhasilan adalah Pilihan
Namun Firman Tuhan menyatakan hal yang berbeda. Menurut Tuhan, keberhasilan bukanlah nasib-nasib-an. KEBERHASILAN adalah PILIHAN. Di permulaan tahun ini, kita semua berhak untuk memilih, apakah kita mau mengalami keberhasilan dan keberuntungan, atau kegagalan dan nasib buruk. Suatu PILIHAN. Yang diputuskan oleh kita sendiri. Bukan bersifat untung-untungan.

Menarik bukan?

Coba kita lihat di Kitab Ulangan.

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,…… Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, (Ulangan 30:15, 19b)

Peruntungan kita adalah suatu pilihan dan bukanlah sesuatu yang tidak menentu.

Lalu kita semua pasti berkata : Jikalau keberuntungan adalah suatu pilihan pasti tidak perlu dipertanyakan lagi, semua orang pasti memilih untuk beruntung.

Oh belum tentu.


Pilihan kita menuntut Komitmen
Karena pilihan yang kita ambil menuntut suatu komitmen untuk hidup taat kepada Firman Allah sepanjang tahun 2008. Tuhan hanya berjanji memberikan kepastian keberuntungan bagi mereka yang hidup sesuai dengan petunjukNYA. Yang Tuhan minta tidaklah banyak. Tuhan hanya ingin hati dan jiwa yang sepenuhnya berserah dan percaya kepadanya. Hidup dalam kebenaran dan dalam integritas Kristen. Bekerja dan berbisnis dengan cara yang benar. Tanpa kompromi dengan dosa dan dengan jalan pintas yang tidak halal. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri atau orang lain. Sepenuhnya berharap kepada pertolonganNYA. (Yer 17:5, 7)

TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu,…. sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu-- apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu." (Ulangan 30:9a, 10)

Dengan komitmen yang tegas di awal tahun ini, kita tidak perlu kuatir. Sebab Tuhan akan menuntun kita melewati semua penghalang-penghalang didepan kita melalui tuntunan Roh Kudus sepanjang tahun 2008 ini. Sebab hanya hati nurani yang bersih yang dapat mendengar inspirasi, hikmat, tuntunan dan ide-ide cemerlang yang berasal dari Tuhan Yesus.

Tuhan tidak meminta banyak bukan ?

Namun tidak terlalu sukar
"Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. (Ulangan 30 :11, 14)

Selamat memasuki tahun 2008 dan selamat mengalami penyertaan Tuhan Yesus sepanjang tahun.

All blessings, Binsar