Tampilkan postingan dengan label manajemen hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen hati. Tampilkan semua postingan

Mendapat Kekuatan dari Orang Terdekat

"Dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian mudah dikalahkan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, sulit diputuskan." (Pengkotbah 4:12 BIMK)

Manusia itu unik ya.... Mandiri sih mandiri tapi kalau kita mau jujur, sebagai manusia kita tidak merasa secure (aman) dengan keadaan diri kita. Kita perlu memiliki orang yang dekat dengan kita untuk menguatkan kita, mungkin memberi pujian atau kritik yang membangun atau juga kata-kata yang menghibur ketika kita lagi "down"....

Ya, kita memang memiliki Tuhan Yesus. Tapi itulah sebagai manusia kita masih perlu teman yang bisa mendampingi kita di saat susah maupun senang. Saya kira itu juga sebabnya Tuhan Yesus tidak mengirim murid-muridNya secara sendiri-sendiri tapi berdua-dua dalam mengabarkan Injil....

Friends, kita perlu teman. Bila kita sudah berkeluarga, pasti mengerti bahwa suami/istri yang penuh pengertian jauh lebih bernilai daripada harta yang banyak. Liburan keliling dunia, tidak sebanding dengan duduk dekat, ngobrol akrab dengan orang yang kita sukai dan menyukai diri kita juga.

Kekuatan dari Teman Terdekat
Demikian pula ketika kita sedang diterjang badai kehidupan, entah di bisinis, pekerjaan, karir, apapun bentuknya. Kita akan merasakan kekuatan yang lain bila ada yang mendampingi kita. Kekuatannya berbeda..... Ketegaran dan kemantaban emosi kita pasti tidak sama.... Teman yang ada di dalam masa yang susah itu seperti benteng pertahanan yang menopang kita dari terpaan badai yang kuat,... :-}

Memang begitu semestinya. Jangan merasa salah kalau kita harus mendapatkan dukungan dari orang terdekat kita. Memang begitu adanya. Ketika Adam diciptakan, Tuhan memberikan "Penolong". Wow luar biasa. Memang sudah seperti itu design nya. Sebaliknya juga orang terdekat kita akan mendapatkan pertolongan dari diri kita ketika mereka mengalami masa-masa yang sulit dalam hidupnya.

Saudara-saudari, it is beautiful. Indah hidup dengan cara demikian. Demikian pula dalam situasi sebaliknya, saya temui true happiness akan dapat kita temui ketika kita mengalami liburan, keberhasilan, kekayaan materi bersama-sama dengan orang yang terdekat. Jauh berbeda dari mengalami itu semua sendirian.... so lonely...

Resep yang Dicuri 
Banyak orang tidak menglami prinsip yang luar biasa ini karena tidak mengerti atau tidak mengalami experience ini dalam persahabatannya, pernikahannya, atau dalam hubungan-hubungan yang dia miliki.

Rugi sekali. Bahkan bisa tragis dalam kehidupan beberapa orang. Berapa orang yang bunuh diri, lari pada narkoba atau menjadi gila karena dalam masa-masa sulit dia tidak memperoleh teman yang mendampingi melalui proses yang berat tersebut. Oh ya... Tuhan Yesus pasti adalah sumber kekuatan kita yang terutama. Itu sudah pasti. Itu tidak bisa ditukar dengan apapun juga. Amin.... Tapi selain itu kita perlu kekuatan dari orang-orang, pasangan, teman-teman yang Tuhan Yesus berikan kepada kita di dalam hidup ini.

"Dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian mudah dikalahkan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, sulit diputuskan." (Pengkotbah 4:12 BIMK)

Dapatkan dan Pelihara Baik Baik
Saudaraku...., hubungan yang baik dengan pasangan hidup, teman, sahabat, bahkan saudara kandung, perlu dipelihara. Sebab hubungan yang baik itu adalah kunci untuk memperoleh dukungan dan kekuatan ketika kita memerlukannya. 

Jangan buat orang terdekat menjadi jauh karena sikap-sikap kita sehingga ketika kita perlu, tidak ada orang yang menolong kita. Pasangan kita bisa saja duduk disamping kita, tapi apakah kita dapat merasakan empathy dan support yang tulus dari dia. Kita dan pasangan kita pasti paling mengerti apakah ada koneksi, hubungan yang terjalin kuat pada saat tersebut. 

Bila kita menjauhkan orang-orang terdekat kita dengan perkataan dan sikap kita,... jangan harap kita bisa mengalami dukungan ynag tulus dari mereka.

Banyak sekali nasehat di kitab Amsal dalam hal ini. Yang paling populer tentunya..
"Tinggal di sudut loteng lebih menyenangkan daripada tinggal serumah dengan istri yang suka pertengkaran." Amsal 25:24 BIMK 

Ini juga berlaku untuk para pria. Jangan kaget, jaman ini banyak juga pria yang cerewet dan suka ngomel. Nah kalau teman, pasangan kita tidak pernah betah dekat dengan kita dalam keadaan sehari-hari, bagaimana mungkin kita akan merasakan kedekatan yang powerful ketika kita diterjang badai. Mustahil.... Dan akan terasa dibuat-buat.

Kita perlu belajar berkata-kata yang baik dan pada tempatnya. Ah saya kira banyak sekali seminiar atau bacaan tentang hal ini. Namun menerapkannya sehari-hari lebih penting dan perlu.

"Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak." Amsal 25:11  

Awal Tahun Resolusi Baru
Saudara-saudariku, di awal tahun kita mungkin punya banyak resolusi. Namun satu hal ini tidak kalah penting. Mungkin banyak komitmen baru dalam karir, bisnis dan pekerjaan kita. Namun alangkah baiknya membuat komitmen untuk membuat orang-orang terdekat kita nyaman dalam hubungan yang kita miliki. Dengan sikap, dengan perkataan, dengan pemberian-pemberian, kita perlu memelihara dan mempererat hubungan-hubungan yang kita miliki. 

Be blessed,
Binsar

Tahun Baru, Ekspetasi Baru




18  firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! 19  Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Yes 43)

Indahnya perkataan Tuhan Yesus yang kita bisa temui dalam Alkitab.....

Untuk Tahun yang Baru Tuhan menjanjikan Sesuatu yang Baru. Tentu saja baru yang indah,.... yang ajaib,... yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Konteks Yes 43 adalah janji bagi mereka yang selama ini berada dalam "tawanan" kehidupan. Seperti orang Israel yang tertawan 70 tahun di Babelonia, banyak orang berada dalam situasi yang tidak lebih baik dari pada orang yang sedang tertawan. Terikat hutang, terhimpit kesulitan ekonomi, menderita dalam relationship yang salah, jerat kebiasaan buruk dan macam-macam yang lain.

Good News !. Tahun ini kita bisa menerima janji Tuhan Yesus bahwa kita akan melihat sesuatu yang BARU.

Mindset Yang Baru
Yang dibutuhkan tentu saja mindset yang berbeda. Pikiran yang Apatis harus berubah menjadi Percaya. Mindset yang Negatif harus rela untuk menjadi Positif. Sifat Bimbang dan Takut mesti dibaharui dengan Keberanian dan Optimisme yang didasari Janji Tuhan tersebut.


Bila tahun-tahun yang lewat kita belum mengalami perubahan yang kita harapkan, hal itu jangan terlalu kita ingat-ingat atau kita pikirkan. Orang yang terlalu terbenam dalam masa lalu tidak akan bisa bangkit dan menyongsong perubahan.    Tuhan meminta kita untuk menlupakan yang lalu dan mengantisipasi dengan semangat Hal Baru yang akan Tuhan perbuat. Yaitu Pembaharuan bagi anda dan saya. Tuhan mengatakan, "Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru !" Woooow.... Awesome....

2013 adalah Tahun Baik. Bukan Tahun 2012a. 2013 adalah angka Tahun yang Mujur.

Jalan-jalan di Situasi yang Mustahil
Ada dua hal yang Tuhan janjikan. Yang pertama adalah JALAN KELUAR bagi situasi sulit yang kita hadapi.... Mereka yang lama terbelenggu dengan himpitan dan tekanan yang sangat berat akan mendapat jalan keluar. Sekalipun selama ini sudah mencoba segala cara dan tetap gagal memperoleh jalan keluar, ini adalah tahun yang mujur bagi kita. Tuhan janjikan SESUATU YANG BARU. Jalan di padang gurun.

Kita sudah berusaha dan gagal. Sekarang biarkan Tuhan yang ambil alih. Giliran Tuhan untuk bagian-bagian yang sulit. Menyeberang Laut Merah? Tidak masalah!.... Menyeberang Sungai Yordan? Piece of Cake ! ....alias gampang. Miliki Ekspektasi Positif. Bersandar pada Tuhan. Rajin merenungkan Firman Tuhan. Itu semua adalah fondasi yang kuat untuk bangunan indah yang akan Tuhan ciptakan diatasnya.

Provisi dari Sumber-sumber yang Mustahil

Janji Tuhan yang kedua adalah sungai-sungai di padang belantara.... Rivers in the Desert. Sekalipun kering kerontang, Tuhan bisa buatkan sungai-sungai. Bukan satu sungai tetapi sungai-sungai. Mungkin dengan mata dan pikiran kita, tidak bisa membayangkan bagaimana memenuhi kebutuhan urgent yang saat ini kita perlukan. Tapi tahun 2013 adalah Tahun Mujur. Tahun yang Baru. Bukan hanya baru berdasarkan kalender saja, tetapi Pengalaman Baru akan kita alami bersama Tuhan Yesus.

Bila kita bersedia lebih percaya pada JanjiNya dibandingkan Pesimisme dan Intimidasi disekeliling kita maka Sumber-sumber air akan kita rasakan. Manna dari Surga, daging burung dari langit, air minum dari gunung batu sudah merupakan spesialisasi Tuhan Yesus.... Awesome bukan...?

Luar biasa. Tahun 2013 akan penuh dengan kejutan manis.

All blessings,
Binsar

Mencari Tantangan

Semua orang tahu bahwa seseorang akan semakin kuat setelah melewati situasi yang berat. Lihat saja tentara baret hijau yang baru menyelesaikan training camp yang berat. Badannya lebih berotot tapi bukan hanya itu. Mentalnya semakin kuat dan kepercayaan dirinya juga semakin mantap.

Tapi tunggu sampai mereka kembali dari suatu misi yang berat di hutan belantara atau misi penyelamatan seperti peristiwa Woyla misalnya. Tentara seperti ini tidak bisa dibandingkan dengan mahasiswa Akabri yang baru masuk kampus. Keyakinan dirinya, skill yang yang terbentuk di medan perang bukan teori yang didapat di bangku kampus. Mereka adalah tentara yang sudah teruji.

Semakin banyak medan perang yang mereka hadapi, semakin kuat dan semakin dapat diandalkan mereka di medan yang sulit sekalipun. Ya tidak.

"Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api" (1Pet 1:6-7a)

"sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun." (Yak 1:3-4)

Cara pandang yang berbeda
Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang tidak banya muridnya mengerti. Bahkan di jaman sekarang tidak banyak pengikut Kristus yang mau menerima bahwa Tuhan Yesus memanggil kita bukan untuk menjadi kaya dan tidak kekurangan dalam segala sesuatu. Tuhan  berkata:

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Mat 16:24)

Tuhan Yesus menyiapkan murid-murid untuk memiliki cara pandang yang benar tentang hidup. Tentang apa yang dikejar dalam hidup ini. Tentang apa yang harus diantisipasi dalam hidup ini. Yaitu Salib dan penyangkalan diri. Hardship. Tantangan. Ujian. Proses. Kesulitan.

Kesuksesan adalah Perhentian Sementara 
Bila setelah melalui Ujian dan proses, seseorang mendapatkan sukses di pekerjaan, usaha atau profesinya, itu hanyalah perhentian sementara. Berhenti di Pit Stop hanyalah untuk melanjutkan perlombaan. Bukan saatnya untuk menerima piala. Piala bagi murid Kristus baru akan diberikan ketika kita bertemu Tuha nanti.

Karena untuk terus bertumbuh semakin dewasa dan semakin kuat dalam iman, seseorang harus kembali masuk kedalam proses yang baru dan yang lebih berat dari sebelumnya. Wow. Jadi begitu ya?

Sebab itu sebetulnya seorang murid Kristus tidak boleh membenci tantangan, ujian dan proses yang kadang menyakitkan. Sebaliknya justru mengantisipasi dan bersiap selalu untuk itu. OK kalau dibilang kita harus "mencari tantangan", "mencari kesusahan" mungkin agak ekstrim. Tapi sebetulnya itu esensi dari Kekristenan.

"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" (Mzm 34:20)

"Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu." (1Pet 4:12)

Seseorang tidak mengalami pertumbuhan iman dalam masa kelimpahan dimana semuanya baik-baik saja. Justru di masa sulit, Abraham, Yusuf, Daud dan para pahlawan iman di Ibrani pasal 11 mengalami pembentukan yang membuat mereka memiliki iman dan karakter Kristus yang kuat. Salomo dan Nebukadnezar menuju kejatuhan ketika hidup dalam kenikmatan dan sukses.

Mengejar Mahkota yang Kekal
Murid Kristus mengejar sesuatu yang kekal. Mereka tidak hidup untuk memperoleh beberapa rumah dan mobil dan deposito yang cukup untuk pensiun dan menyekolahkan anak-anak mereka.

Hidup dari Tuhan terlalu dangkal bila hanya untuk memperoleh hal-hal tersebut.  Murid Kristus bangun tiap hari dengan satu tujuan. Yaitu masuk kedalam api ujian yang baru dan keluar semakin kuat setiap hari.

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yak 1:12)

Murid Kristus tidak akan pensiun sampai berjumpa dengan Tuhannya. Tidak pernah.

Bila ujian dalam kesabaran sudah dilalui, mereka akan siap masuk kedalam ujian dalam bentuk lain di pekerjaan, di rumah tangga, di pelayanan, dan di konteks apapun untuk mengejar perubahan diri menjadi semakin baik, sampai gambar Kristus terbentuk dalam dirinya.

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Rom 8:29)

Takut pada Tantangan? "No way !"

Dengan anugerah Kristus kita akan semakin kuat. Amin
All blessings,
Binsar

Mulai Dengan Sukses-Sukses Kecil (3)


Kemenangan simple lain.nya yang kita bisa capai dalam hidup ini adalah gaya hidup "Mengampuni". Mungkin tidak semua orang akan menjadi milyuner, menjadi selebriti atau businessman dengan  banyak perusahaan yang dikuasainya. Tapi setiap orang bisa menjadi seorang yang Sukses dalam mengampuni orang yang bersalah padanya. Mengampuni tidak perlu mengeluarkan biaya atau tingkat pendidikan yang tinggi. Mengampuni dan gaya hidup mengampuni adalah suatu pilihan, seperti suatu switch lampu yang kita putuskan untuk kita pindahkan dari OFF ke ON.

Mengapa Memilih Mengampuni?
Bukankah lebih enak menyimpan sedikit dendam dalam hati kita? Wah sadis sekali sikap yang demikian ya...?

Sebetulnya setiap perasaan tidak enak yang kita miliki pada seseorang membuat susah diri kita sendiri. Dendam dan benci membuat pikiran kita kusut dan hati kita sebal. Akibatnya kita mengalami "bad day", sepanjang hari jadi susah. Yang mestinya menyongsong pekerjaan dengan gembira dan semangat malah menjadi rusak seluruhnya. Yang rugi siapa?.... Kita sendiri.


Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta. (Ams 15:13, 15)

Saya mengenal beberapa orang yang terbiasa menyimpan dendam artinya mudah sekali tergoda untuk sakit hati dan benci. Bila sudah menjadi gaya hidup maka apapun hal kecil yang orang lain lakukan selalu dipandang negatif. Dan karena bertahun-tahun atau mungkin puluhan tahun "dilakoni", wajahnya pun menjadi menakutkan. Perkataannya juga pedas dan akhirnya teman dan keluarga juga tidak betah untuk dekat-dekat dengan mereka. Menyedihkan bukan?

Ok. Kalau kita merasa sayang untuk mengampuni orang yang bersalah pada kita. Kita  merasa orang itu terlalu keenakan menerima pengampunan kita, coba timbang pengaruhnya kepada hati, pikiran dan tubuh kita....

Hati yang gembira adalah obat. Tapi juga hati yang susah mendatangkan banyak penyakit. Para dokter sudah melakukan riset dan menemui bahwa sebagian besar penyakit secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi kondisi hati dan pikiran seseorang.

Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,... (Ams11:17a)   

Pengampunan Mendatangkan Pengampunan
Tuhan secara gamblang mengatakan bahwa doa seseorang tidak akan didengar kalau tidak dimulai dengan pengampuan atas mereka yang menyakiti kita. Bahkan dosa kita pun tidak akan diampuni kalau kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita.


Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu. (Mar 11:25, 26)


Wah rugi sekali.

Mereka yang sulit mengampuni bukan saja mukanya menjadi jelek, tapi juga dosanya tidak diampuni dan doanya tidak terkabul. Kalau sudah begitu. bagaimana bisa Sukses dalam hidup ini? Bila harapan-harapan hidupnya tidak direstui dan diberkati oleh Tuhan?

Kemenangan Kecil Yang Sangat Penting
Saya menyebutnya sebagai kemenangan kecil karena alasan yang saya sebut diawal tulisan ini. Tapi nilai dan pengaruhnya dalam hidup kita sangat besar.

Sebab itu Mengampuni harus menjadi gaya hidup.

Jangan Tunggu Sampai Tidak Siap Sedia 
Mengampuni adalah gaya hidup yang kita pilih sebelum kita menghadapi situasi buruk dimana kita sulit untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Dengan kata lain sudah terlambat. Sudah keburu sakit hati. Karena tidak siap sedia. Kita ada dalam situasi yang membuat kita terjebak untuk sakit hati dan benci.

Ketika kita memilih gaya hidup mengampuni, kita sudah mengantisipasi akan banyak peristiwa didepan kita yang bisa membuat kita sakit. Tapi kita memutuskan tidak akan terbujuk untuk menjadi sakit hati karena kita tahu bahwa kita sendiri yang akan dirugikan dengan perasaan itu. Sebaliknya kita memutuskan untuk menganggap orang yang mengecewakan kita itu mungkin sedang alpa, kelepasan bicara atau sedang "having a bad day".

Dengan pikiran yang positif seperti itu kita tidak akan menyalahkan pribadi orang tersebut. Justru kita simpati karena mungkin saja orang tersebut ada masalah dirumah, di kantor atau sedang terkena suatu penyakit. Kalau perlu kita tambah sedikit humor. Yah mungkin saja dirumah habis diomeli istri atau kalau single mungkin  baru diancam mau diputus pacar.

Lalu Bagaimana Kalau Terlanjur Benci?
Bila kita sudah punya gaya hidup yang penuh dendam atau sudah menumpuk sejak masa kecil misalnya maka tentu perlu dilayani oleh hamba Tuhan. Perlu mengalami kelepasan dari akar-akar yang sudah masuk dalam sampai ke bawah sadar. Ini misalnya karena mengalami peristiwa tragis di masa kecil, trauma psikologis yang berat-berat dsb.

Namun setiap kita bisa mengikuti petunjuk Tuhan Yesus.
Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. (Luk 6:28)


Doakan dan bayangkan dalam imajinasi kita hal-hal yang baik bagi orang yang menyakiti kita. Bayangkan dia sukses, dia kaya, dia mendapat jodoh yang ganteng atau cantik. Pokoknya kita berkati dia sekalipun kita merasa disakiti.

Memang tidak gampang. Siapa bilang gampang? Tapi kita harus memaksa diri kita untuk melakukan hal itu. Demi kebaikan kita sendiri bukan?

Dan dengan berjalan dengan waktu kita akan semakin terbiasa untuk mengampuni orang lain dengan lebih mudah.

Hati kita menjadi bersih dan pikiran kita jernih. Hidup kita menjadi gembira dan cerah. Membuat kita semangat dan kreatif dalam bekerja. Luar biasa.

All blessings,
Binsar

Tidak Kecewa (Menghadapi Penundaan)




































Yes. 64:4 Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.

Kemampuan untuk menanggulangi penangguhan-penangguhan yang menyakitkan hati adalah bukti tentang kedalaman akar iman kita. Saya memiliki buku favorit mengenai kedewasaan rohani. Disitu dikatakan bahwa kedewasaan rohani seseorang salah satunya diukur dari reaksinya ketika menghadapi penundaan yang panjang atas janji Tuhan. Mereka yang mudah kecewa dan undur ketika doanya belum dijawab adalah kanak-kanak rohani. Seperti bayi yang minta susu. Harus diberi saat itu juga. Bila tidak, dia akan langsung menjerit dengan suara yang melengking.

Tidak demikian dengan mereka yang dewasa secara rohani. Mereka akan tetap teguh dan setia sekalipun janji Tuhan belum juga datang.

Tidak Semua Permintaan Dijawab Dengan Segera
Mengapa Tuhan tidak segera menjawab setiap doa yang kita panjatkan? Mengapa janji dan panggilannya tidak langsung saja digenapi tanpa kita harus melalui proses panjang dan menyakitkan?

Mungkin sebagian dari saudara-saudari mendapatkan suatu janji untuk keberhasilan bisnis yang luar biasa dari Tuhan Yesus. Mungkin sebagian lagi mendapat mimpi untuk menjadi pimpinan di sebuah perusahaan multinasional besar, atau keberhasilan finansial. Yang lain sedang menantikan janji Tuhan untuk pasangan hidup yang cocok. Dan mungkin sudah lima atau sepuluh tahun berlalu namun jalan menuju penggenapan janji Tuhan belum juga kelihatan.

Ketika kebutuhan begitu mendesak kita sering merasa bahwa Tuhan sangat lambat memenuhi janji-janjiNya. Tetapi hendaklah kita bersabar. Ada sebuah konsep yang dapat membantu kita untuk bersabar menunggu penggenapan janji Tuhan. Yaitu konsep waktu Tuhan (kairos). Mari kita lihat kehidupan Musa.

Tuhan Mengerti Waktu Yang Tepat Untuk Segala Sesuatu
Musa mengerti bahwa ia diutus Allah untuk membebaskan umat Israel dari tanah Mesir. Saya percaya dia menangkap panggilan itu sejak masa kecilnya, karena ia dibesarkan oleh ibu kandungnya atas perintah putri Firaun yang mengambilnya dari sungai Nil. Namun ia terlalu cepat memasuki panggilannya dan akibatnya harus melarikan diri ke tanah Midian selama 40 tahun. Pasti dia sangat kecewa atas penolakan dari orang sebangsanya sendiri. Akibatnya di usia 80 tahun kita melihat Musa yang pasif, undur dan letih serta tidak lagi memiliki semangat untuk membela bangsanya. Kenapa? Karena dia tidak mengerti waktu Tuhan.

Kita mengerti bahwa Tuhan sudah bernubuat pada Abraham bahwa bangsa Israel akan diperbudak oleh bangsa Mesir selama 400 tahun. Setelah itu baru Tuhan akan membebaskan dan membawa mereka ke tanah perjanjian. Mulanya Musa tidak mengerti akan hal ini. Musa bertindak 40 tahun terlalu dini. Dia tidak menegerti kairos Tuhan. Dia tidak sabar menanti isyarat Tuhan dan mendahului Dia ketika saatnya belum tiba. Hasilnya ... kekecewaan, penderitaan dan hati yang menjadi tawar.

Tuhan Bertindak Ketika Saatnya Tiba
Namun ketika saatnya tiba, Tuhan berbicara kepada Musa dari balik semak yang terbakar. Kita tidak akan pernah bisa memahami seluruh cara kerja Tuhan kita. Namun yang jelas, Dia perlu menyesuaikan segala sesuatu agar pada waktu yang bersamaan, semua komponen yang berhubungan dengan rencanaNya menjadi siap untuk menggenapi rencanaNya. Di akhir 400 tahun itu, kondisi bangsa Mesir, kondisi orang Israel, Firaun, dan bahkan tanah orang Mesir barulah siap untuk mengalami 10 tulah dan mujizat dari Tuhan.

Apakah anda merasa Tuhan terlalu lambat menggenapi janji-Nya? Apakah anda mau bertindak sekalipun Tuhan belum memberi petunjuk-Nya? Apakah anda kemudian kecewa karena ternyata tidak terjadi seperti yang dijanjikan-Nya? Apakah kita mulai meninggalkan komitmen kita saat jawaban Tuhan tidak kunjung datang?

Ingat. Tuhan yang mengatur waktu untuk kita. Dia mengerti waktu yang paling baik untuk menggenapi janji-Nya.

Nantikan waktu Tuhan dan anda tidak akan pernah kecewa.

Pkh 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, ...... Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

All blessings,
Binsar

Mulai Dengan Sukses-Sukses Kecil (2)

Ini suatu pencapaian yang besar karena banyak orang yang hidupnya kelihatan baik dari luar namun batinnya sengsara. Pikirannya dan hidupnya menderita karena merasa sebagai orang yang serba kurang dibandingkan dengan orang lain di sekelilingnya.

Mengapa Selalu Merasa Kurang
Kenapa orang merasa selalu kurang? Begini konsepnya,., ....bila kita mengira bahwa kepuasan diukur dari sesuatu yang di luar: materi, barang yang kita punya, HP baru, mobil baru, dll ... atau kepuasan mata, pergi berbelanja, jalan jalan ke luar negeri,... atau kepuasan jasmani, seperti makan makanan yang enak, hubungan fisik dsb maka kita salah mencari kepuasan.


Kepuasan itu berasal dari dalam. Nikmat dan bahagia itu masalah hati. Dan kita perlu belajar untuk bisa merasakan itu.

Kepuasan dirasakan ketika kita berinteraksi dengan Tuhan dan orang yang kita kasihi. Buktinya,.... ketika kita pertama kali bertemu dengan Tuhan Yesus, menerima Tuhan sebagai Tuhan dan Sahabat, kita merasakan damai dan kebahagian dan kepuasan yang tidak bisa dijelaskan. Perasaan ecstasy yang sulit dibandingkan dengan apapun juga.

Demikian pula ketika seseorang sedang jatuh cinta, dia merasakan suatu perasaan yang sulit dibandingkan sekalipun makan siangnya hanya nasi dan tempe di rumah kos-kos-an yang sederhana.

Bertemu dengan keluarga kita dan teman-teman dekat juga memberikan rasa indah yang luar biasa sekalipun pertemuan itu diadakan di restoran yang sederhana.

Tidak Sulit Menemukan Kepuasan Disekeliling Kita 
Sebetulnya setiap kita pasti pernah merasakan kebahagian dan kepuasan yang luar biasa yang diuraikan diatas. Yang kita butuhkan adalah belajar untuk mengalami lagi suasana-suasan tersebut lebih lagi di hidup kita selanjutnya.

Bila kita mengerti hal ini maka anda dan saya menjadi orang-orang yang berbahagia sekalipun mungkin secara materi tidak naik mobil jaguar dan setiap minggu berlibur ke Paris dan Disneyland.....

Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Fil4:11b-12a, 13)  


Orang yang mengerti cara untuk berbahagia seperti Paulus bukanlah orang-orang gila. Bukan juga orang-orang yang pandai menipu diri sendiri. Juga bukanlah orang-orang yang apatis, "nrimo" dan tidak ada lagi inisiatif untuk maju. No. No. dan No.

Orang yang pintar mengatur hatinya untuk tetap berbahagia adalah orang-orang yang aktif, bersemangat, punya gairah untuk maju dan menikmasti hidupnya..... O ya....
 
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,  (Fil4:4,6)


Bagaimana kalau kita terlalu bergantung dengan hal-hal materi dan situasi di luar diri kita? Bagaimana kalau kepuasan kita terlalu diatur oleh keadaan disekeliling kita?

Well, caranya hanya satu. Yaitu kita mulai belajar menikmati kepuasan-kepuasan yang datang dari dalam. Temukan kembali perasaan-perasaan itu dan hidup anda akan berubah sama sekali.

Dan bila itu terjadi, anda sudah mendapatkan suatu pencapai luart biasa dalam hidup anda.

All blessings,
Binsar

Mengeluh atau Menghardik?

Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. (1Kor10:10)

Banyak orang bilang hanya kaum wanita yang suka mengeluh...... Mengeluh soal uang,... soal penampilannya kurang menarik,... mengeluh dan menyalahkan pacarnya, suaminya,.....dan lain lain.

Tapi sebetulnya kaum pria juga suka mengeluh... kita sering mendengar rekan dikantor berkeluh kesah dan tidak puas atas pekerjaannya,..... Mengeluh soal gaji yang kurang besar, mengeluh perlakuan bos di kantor.... lalu ujung-ujungnya mengeluh kenapa Tuhan tidak menolong memberikan kehidupan yang lebih baik.

Mengeluh Mengungkapkan Ketidakpuasan Kepada TuhanKetika orang Israel dibawa Tuhan keluar dari Mesir, banyak mujijat Tuhan tunjukan termasuk terbelahnya Laut Merah yang membuat mereka mampu menyebarang keluar dari tanah perbudakan mereka.

Namun sekalipun telah mengalami begitu banyak keajaiban pertolongan Tuhan, orang Israel selalu saja komplain, mengeluh, bersungut-sungut, ngambek,... dan menuduh Tuhan dan Musa mencelakakan mereka .... Bahkan ketika mereka sudah hampir saja masuk ketanah perjanjian, tanah madu dan susu,.......seluruh bangsa itu berusaha untuk melempari Yosua dan Caleb karena takut pada raksasa-raksasa yang ditemui para pengintai,......

Mengeluh Menunjukkan Keraguan Kita Pada Kemampuan Tuhan
Bangsa Israel membuat Tuhan sangat marah,......Dengan keluhan dan pemberontakan itu, mereka dengan kata lain menyatakan bahwa Tuhan tidak cukup mampu untuk menolong mereka keluar dari masalah mereka. Tuhan dianggap lebih kacil dari raksasa-raksasa Kanaan. Ini berarti menganggaap Tuhan bukanlah Maha Kuasa yang bisa diandalkan...

Wah Tuhan sangat marah dan kalau tidak dihalangi Musa, pasti sudah menghabisi bangsa Israel....(Bil 14:12).

Tuhan Mau Kita Berhenti Mengeluh Tapi Bertindak
Tuhan mau kita berhenti mengeluh dan ngomel dalam situasi yang kita hadapi....

Kesulitan keuangan, masalah kantor, hubungan suami istri akan selalu ada dalam hidup ini ,....Tapi itu semua pasti akan beres dan diselesaikan bila kita tetap percaya pada Tuhan. Tuhan tidak pernah berdiam diri. Paulus bahkan menegaskan bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala persoalan kita.


Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rom 8:28)
Berhenti mengeluh.
Berhenti berkeluh kesah.

Tuhan mau kita menguasai hati dan berusaha menghalangi perasaan dan emosi negatif menguasai sikap kita sepanjang hari. Mengeluh dan mengasihani diri sendiri bisa menjadi penyakit yang memadamkan semangat untuk bekerja, berinovasi dan bergerak maju. Mengeluh akan membawa seseorang untuk mandeg, untuk pasif, untuk memboikot segala inisiatif untuk maju.
Tuhan sangat tidak suka pada kebiasaan mengeluh. Orang Israel yang keluar dari Mesir adalah tipikal bangsa yang suka mengeluh. Mereka membanding-bandingkan keadaan sekarang dengan masa lalu mereka. Sekalipun sudah menjadi manusia bebas, mental mereka sangat payah,... selalu merasa kurang.... merasa masa depan mereka tidak baik,.. tidak berani untuk menyongsong hidup yang baru,...
Tuhan suka orang yang berani minta, berani maju, berani menyogsong tantangan dan berani masuk kedalam ujian ujian....

Percaya kepada Tuhan dan ikuti tuntunannya. Pasti semuanya akan menjadi beres !

Bertindak Dengan Menghardik Semua Penghalang Kita
Bukannya bersungut-sungut, Tuhan mau kita bertindak dan menggunakan Nama Tuhan Yesus berkata-kata kepada masalah yang kita hadapi. Jnagan gunakan pikiran dan hati serta mulut kita untuk hal-hal yang negatif. Tapi pikirkan yang positif, Imani janji Tuhan dan mulai berkata-kata dengan iman.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. (Mar 11:23)

Tuhan mau kita yang melangkah dan mengambil yang kita minta,.. bukannya menunggu dengan pasif,.. Tuhan mau kita bertindak.

Orang Israel di padang gurun maunya masuk ketanah perjanjian dengan terima beres,... Tuhan tidak mau memiliki bangasa yang lembek... Dia mau bangsa yang menaklukkan orang Kanaan, bangsa raksasa di seberang sungai Yordan,... Allah yang Kuat suka memiliki bangsa yang kuat,... murid-murid yang kuat,...

Murid-murid yang mengambil janji janji Tuhan dengan berani.

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yak 4:7)

Jangan minta Tuhan untuk menghardik masalah-masalah kita... Tuhan Yesus mau kita yang menggunakan kuasa yang sudah Dia berikan,.. dan dengan berani menghardik segala tantangan dihadaopana kita.

Mengeluh atau Menghardik ?

Pilihan ada pada kita,.....

All blessings,
Binsar

Hati Yang Senang



























Di tahun yang baru kita perlu semangat yang diperbaharui juga. Tahun yang penuh tantangan ini tidak mungkin bisa dilalui dengan gairah yang loyo. Semangat yang lesu, hati yang mendung pasti tidak akan siap menghadapi dinamika pekerjaan yang penuh kejutan dan tekanan yang berat. Sebaliknya hati yang gembira akan mem-boost kreatifitas dan prestasi kita pada level yang tertinggi.

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. (Ams 15:13)

Saya baru saja membaca buku dari Bill Hybels, seorang pemimpin gereja yang sukses dari Willow Creek, Chicago. Bill memulai gereja hanya dengan segelintir orang namun saat ini sudah memiliki jemaat sebanyak 12,000 jiwa. Suatu prestasi yang luar biasa untuk ukuran Amerika. Namun dia menceritakan bahwa saat membangun karirnya, dia mengalami breakdown yang parah dan menyadari bahwa dia tidak akan bisa terus melanjutkan pekerjaannya dengan pola hidup yang dia lalui saat itu. Dia menyadari bahwa bukan saja pelayanannya akan hancur, tapi juga rumah tangganya dan dirinya sendiripun akan berantakan. Singkat cerita, setelah melakukan banyak evaluasi dan bimbingan dari rekan-rekannya, dia melakukan perubahan 180 derajat. Satu yang terpenting adalah dia mulai membentuk kehidupan yang lebih seimbang. Dia mengisi hidupnya dengan hal lain dibanding hanya melulu bekerja untuk pelayanan saja.

Hobby sebagai sumber inspirasi
Dia mulai lagi melakukan hobby yang sudah lama dia tidak lakukan. Sesuatu yang menyenangkan yang sudah terlupakan karena kesibukkan pekerjaan. Ternyata mengisi waktu dengah hobby dalam waktu yang pantas, mampu membangkitkan semangat kerja yang sudah kering terkuras untuk bekerja non-stop yang selalu dilakukannya selama ini. Bahkan dia menyadari bahwa inspirasi-inspirasi baru muncul ketika dia melakukan sesuatu yang seolah-olah tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Intinya, kita harus bisa menikmati hidup ini. Nikmati pekerjaan. Tapi juga miliki dan nikmati waktu untuk bermain. Waktu untuk beristirahat dan berinteraksi dengan lingkungan.

Dalam semuanya itu kita perlu menjaga agar hati kita selalu bersukacita. Temukan hal-hal dalam hidup ini yang paling efektif membuat kita bersukacita. Ada orang yang paling bersukacita kalau melakukan hobby-nya. Apapun itu. Ada yang suka bercocok-tanam, berolah-raga, membangun catalog koleksi cindera-mata, wah banyak sekali dan tidak bisa disebutkan satu persatu. Ayo coba kita membagi waktu kita untuk hal-hal tersebut dan temui bahwa itu bisa menyegarkan gairah kerja kita.

Menciptakan waktu-waktu yang berarti
Ada orang yang paling disegarkan kalau dia pergi bertamasya bersama keluarganya. Mungkin tidak perlu jauh-jauh. Kadang pergi ke-mall di akhir minggu setelah bergereja sudah cukup menyegarkan. Mencoba restaurant yang baru? Kadang hal-hal seperti ini sudah memberi variasi pada kehidupan yang monoton yang hanya diisi dengan kerja dan kerja saja.

Spend time dengan teman-teman lama juga merupakan hal yang terlupakan bagi banyak orang. Padahal bertemu teman-teman sesama alumni SMA, perguruan tinggi atau sahabat pelayanan masa kuliah adalah moment-moment yang sangat menyenangkan. Tidak terlalu banyak biaya yang keluar namun hasilnya sangat luar biasa. Kita lebih bahagia. Lebih gembira. Lebih bersemangat.

Hati yang gembira membuat kita lebih efektif
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta. (Ams 17:22; 15:15)

Betapa kita memerlukan hati yang selalu gembira dan bersemangat. Memang kadang yang kita sedang hadapi, kesulitan kita, kebutuhan keuangan yang mendesak dan hal-hal seperti itu membuat kita tidak bisa bersukacita. Tapi seperti kata Tuhan Yesus, kekuatiran kita tidak akan sedikitpun merubah situasi buruk yang kita sedang hadapi. Sebaliknya, hati yang gembira dan keyakinan kita pada pertolongan Tuhan, akan membawa mujizat yang tidak terduga. Seperti kata Pemazmur:

dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. (Maz 37:4)

Haleluyah, mari kita ambil waktu untuk menemukan inspirasi dan kegembiraan disamping waktu bekerja. Pasti prestasi kita akan lebih meningkat dan produktif. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Fil 4:4)

All blessings,

Binsar

Bebas Dari Kepahitan


Belajar dari Yusuf(2): Free from bitterness; expecting blessings in disguise


Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kej 50: 19-21)

Kemampuan Untuk Mengampuni Dan Melupakan
Menurut saya tidak ada yang lebih berperan pada sukses Yusuf daripada sikapnya dalam menghadapi kebusukan orang lain. Dengan kata lain, Yusuf memiliki hati yang bebas dari kepahitan. Mungkin ada memiliki teori lain, tapi menurut saya, itu merupakan suatu value yang sangat berperan dalam perubahan drastis yang dialami Yusuf. Hati yang bersih dari kepahitan adalah kunci yang penting untuk menuju sukses.

Firman Tuhan katakan, kepahitan itu sama seperti akar yang kuat dan yang berbuah segala jenis kekacauan (Ibr12:15). Kepahitan juga membuat sesorang tidak bisa melihat kasih karunia Tuhan yang sedang mengerjakan sesuatu dalam situasi yang jelek itu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Bukankah Tuhan sendiri sudah menjanjikan bahwa Dia turut bekerja dalam segalau sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Simak baik: segala sesuatu. Ya dalam keadan baik maupun dalam keadaan buruk.

Orang Yang Positif Menolak Kepahitan 
Namun banyak orang yang menjadi pahit kepada Tuhan maupun kepada orang lain (orang tua, suami / isteri, teman2, dlsb) dalam setiap situasi buruk yang menimpa mereka. Mereka dengan kata lain tidak pernah mengijinkan situasi buruk itu untuk dibalikkan menjadi blessings in disguise. Yusuf tidak seperti itu. Dia senantiasa mengalir dengan situasi yang di bawa kepadanya. Sambil terus menjaga hatinya tetap positif dan terus terbuka pada pengalaman baru yang mendatanginya.

Ketika dia hendak dibunuh oleh saudara kandungnya, dia tidak menjadi pahit. Ketika dia akhirnya dibuang dengan cara dijual kepada orang Mesir, dia tidak menjadi pahit. Ketika dia difitnah oleh istri Potifar, dia tidak menjadi pahit. Ketika dia dibuang kepenjara oleh Potifar, dia tidak menjadi pahit hati. Dia telah melewatkan semua kesempatan untuk meracuni dirinya dengan kekecewaan dan kepahitan.

Saya yakin ada terbersit dalam hatinya untuk menjadi pahit hati. Tergoda untuk menjerit dan menyalahkan saudara-saudaranya. Menyalahkan Potifar. Mendendam pada istri Potifar....Namun kepercayaannya pada kemampuan Tuhan untuk menolong dia, memberkati dia, itu melebihi semua rasa kecewa yang ditawarkan oleh pikirannya.

Pahit Hati Menutup Semua Pintu Berkat
Setiap hari kita bisa temui di kantor, di dunia usaha, orang orang yang pahit hati. Dan anda akan temui pikiran-pikiran yang negatif, destruktif dan tidak kreatif dari orang orang tersebut. Sebaliknya dengan mereka yang memiliki hati yang bersih. Sekalipun menghadapi berbagai ketidak-adilan dalam kehidupannya, mereka tetap bangkit dengan pikiran yang positif, optimis dan penuh kreatifitas. Mereka juga lah yang senantiasa bangkit dari keadaan buruk apapun yang menimpa mereka. Mereka pulalah yang senantiasa mengalami keberhasilan dalam hidupnya.

Bagi mereka, tidak ada batasan yang bisa mencegah mereka untuk meningkat lebih lagi dalam segala aspek pencapaian yang mereka kejar dalam hidup ini.

Ah, apakah anda telah melewatkan satu lagi kesempatan untuk menjadi pahit hati pada hari ini? Selamat untuk anda. Anda telah menjaga roh, jiwa dan tubuh anda dalam keadaan bersih dan sehat. Tuhan Yesus berkata, Andalah yang mewarisi bumi ini (Mat5:5).

All blessings,
Binsar