Tampilkan postingan dengan label Tokoh Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Sukses. Tampilkan semua postingan

Memanfaatkan Tuntunan Tuhan


Belajar dari Daud (2): Memanfaatkan Tuntunan Tuhan

Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?" Jawab TUHAN kepada Daud: "Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila." (1Sam23:2)

Kita bisa banyak belajar dari salah satu Manager yang paling sukses di muka bumi yaitu Daud. Banyak pribadi-pribadi sukses di Alkitab dan tiap tiap mereka memiliki karakteristik khas yang menjadi kekuatan mereka untuk mencapi puncak keberhasilan. Kita tahu Daniel dengan kesucian dan devotionnya; Yusuf dengan purity dan hati yang bersih dari kepahitan; dan Musa dengan kelemahlembutan dan kerendahan hatinya. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Daud? Bagi Dia tidak lain adalah hati yang berkenan kepada Allah. Dalam hal ini Tuhan sendiri mengakui kelebihan Daud (Kis13:22).

Berkenan Kepada Tuhan Melalui Ketaatan
Dalam hal apa Daud berkenan kepada Allah? Daud senantiasa bertanya kepada Tuhan dan mengandalkan tuntunan Tuhan itu untuk setiap transaksi bisnisnya. Tentu saja konteks transaksi pada kehidupan Daud adalah peperangan-peperangan yang dilakukannya terhadap orang Filistin dan bangsa-bangsa yang lain. Hal itu bisa kita lihat di kisah di Kehila diatas.

Juga dalam situasi terjepit Daud bertanya kepada Tuhan untuk jalan keluar. Misalkan dalam kisah di Ziklag.

1Sam30:3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. 4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. 6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. 7 Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud. 8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan." 9 Lalu pergilah Daud . . . 

Tingkat Keberhasilan yang Tinggi Diperoleh Melalui Tuntunan Tuhan
Kalau kita lihat bagian-bagian lain dalam kitab Samuel, kita temui bahwa success rate Daud adalah 100%. Dalam setiap pertempuran dia bertanya kepada Tuhan dan berdasarkan tuntunan Tuhan itu Ia memutuskan untuk maju berperang atau tidak. Bahkan Tuhan juga memberikan tuntunan yang spesifik untuk pertempuran tertentu. Luar biasa bukan? Artinya dengan mengandalkan insider information dari Tuhan itu, Daud mampu membuat setiap transaksi bisnisnya berhasil dengan baik sekali.

Kita tentu memiliki dasar pendidikan analisis yang baik dari perguruan tinggi atau training-training yang kita pernah ikuti. Namun sering kali pengetahuan dan pengalaman kita tidak cukup memadai untuk situasi-situasi dalam hidup ini yang sering kali begitu kompleks. Alangkah baiknya kalau kita membiasakan diri untuk sabar menantikan dan mendengar tuntunan Tuhan atas situasi-situasi tersebut. Kita bisa datang kepada Allah dari segala informasi dan Allah segala hikmat. Dengan nasehat dan tuntunanNya yakinlah kita akan siap menghadapi apapun persoalan kita dan keluar dengan keberhasilan.

Seni Mendengar Suara Tuhan
Mendengar tuntunan Tuhan tidaklah sulit. Roh Kudus yang senantiasa berada dalam hidup kita secara terus menerus membisikkan tuntunanNya kepada kita. Tentu saja pembacaan Firman Allah secara regular akan membiasakan kita untuk membedakan antara tuntunan Tuhan dan keinginan daging kita. Menantikan Tuhan dalam doa dan penyembahan, dan pembacaan Alkitab tidak akan pernah sia-sia.

Saya jadi teringat perkataan Paulus,
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Rom 8:14)

Apakah anda telah menggunakan salah satu tool management yang luar biasa ini ?

All blessings,
Binsar

Tidak Malu Punya Mimpi

Belajar dari Yusuf (1): Tidak malu punya mimpi

Tuhan ingin kita belajar dari kisah Yusuf yang bagi tidak pernah berhenti memberi inspirasi. Memang setiap tokoh sukses di Alkitab selalu meiliki kelebihan yang menjadi kunci dari keberhasilan mereka. Misalnya Daud: Menyenangkan Tuhan; Daniel: Purity, Unfeigned Devotion; Musa: Humility, hati yang lembut; Yusuf:Purity, hati yang bersih dari kepahitan;

Tapi bicara tentang orang yang sukses sepanjang zaman, tentu kita harus menyebutkan nama Yusuf. Anda tentu kenal Yusuf. Anak seorang pengembara nomaden yang hanyalah orang biasa pada umur 17 tahun namun menjadi CEO / penguasa Mesir pada usia yang sangat muda yaitu 30 tahun. Kita semua tahu bahwa saat itu Mesir merupakan kerajaan yang besar dan berkuasa atas daerah daerah sekelilingnya. Bisa disebut penguasa dunia zaman itu. Dan Yusuf menjadi penguasa dan bertahan pada posisi itu sampai dia berumur 110 tahun ! Luar biasa bukan? Dimana pada zaman ini anda menemukan tokoh yang sesukses itu?

Oleh sebab itu bukanlah hal yang rugi kalau kita belajar rahasia dibalik kesuksesan Yusuf.

Apa rahasia sukses Yusuf?
Tidak malu punya mimpi.

Kej 37: 5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. 6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: 7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." 8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.

Yusuf bukanlah anak kecil pada saat itu. Dia berumur 17 tahun dan dia kurang lebih mengerti apa arti mimipinya dan apa akibatnya kalau dia ceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya. Saat itu dia adalah anak kesayangan Bapanya dan mimpinya yang diceritakannya makin membuat mereka semakin membenci Yusuf.

Tidak Malu Punya Mimpi Yang Tinggi
Tapi Yusuf tidak perlu malu dengan mimpinya. Sebab itu membuat dia memiliki standard yang tinggi dalam segala pencapaian yang akan dia kerjakan di sisa hidupnya. Mimpi bukan saja menghibur kita, namun mimpi juga merupakan motivator yang paling powerful dalam hidup ini. Tunjukkan orang yang tidak memiliki mimpi, anda akan menemui orang-orang yang hidup tanpa gairah dan semangat juang. Sebaliknya orang yang memiliki mimpi akan berusaha lebih keras dari orang lain karena dia memiliki suatu gol yang hendak dicapainya dalam hidup ini.

Saya yakin itu pula yang membuat Yusuf tetap memiliki gairah hidup sekalipun dia ada di dalam sumur pembuangan,menjadi budak di negeri asing atau selama bertahun tahun dikurung dalam penjara Firaun. Sebab dia tahu, sekalipun tempat-tempat itu gelap, ada waktunya dia akan melihat terang dan melihat orang orang sujud menyembahnya karena Tuhan akan menggenapi mimpi yang dijanjikanNya.

Mimpi Memberi Motivasi Untuk Terus Maju
Itu juga yang membuat dia bekerja dengan begitu baik walaupun hanya menjadi manager di rumah keluarga Potifar. Sekalipun dia belum dipercayakan untuk memimpin suatu kerajaan, dia mempersiapkan diri dengan bekerja sebaik mungkin di rumah itu. Demikian pula di penjara Firaun. Ia tetap tidak kehilangan pengharapan. Saat dipercaya menjadi manager kecil di dalam penjara itu, dia buktikan bahwa dia seorang manajer yang bisa dipercaya. Apa yang membuat dia memiliki etos kerja yang begitu baik? Itu semua karena Yusuf memiliki mimpi yang dia simpan dalam hatinya. Apapun yang dikerjakan dianggap sebagai training untuk tujuan akhir. Dan sebelum hal itu menjadi kenyataan, dia akan bekerja keras sebaik mungkin sampai suatu hari mimpi itu terjadi.

Apa rahasia sukses Yusuf? Dia tidak malu memiliki mimpi dan dia tidak pernah mengijinkan apapun mencuri mimpi itu sampai menjadi kenyataan.

Apakah anda memiliki mimpi?
Apakah anda sedang menuju mimpi itu?
Apakah yang anda kerjakan relevan dengan mimpi anda tersebut?

All blessings,
Binsar

Bukan Saul Tapi Daud


































Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. (1Sam 30:6)

Setiap kali membaca kisah Daud saya mendaapat banyak pelajaran dari kehidupannya. Daud adalah salah seorang hamba Tuhan yang merupakan tokoh favorit bagi saya karena dia begitu mewakili kehidupan kita semua. Dia orang biasa namun Tuhan bisa pakai dengan luar biasa.
Dia memiliki kelemahan namun dia bisa mengatasi kelemahannya dengan pertolongan Tuhan. Dan tentu saja seseorang yang memiliki komitmen untuk hidup menyukakan hati Tuhan yang dia kasihi. Daud melakukan dosa dalam hidupnya namun dia mau bertobat dan berubah. Dia membuat kesalahan-kesalahan dalam hidupnya. Namun Dia mau bangkit.

Dia sering merasakan ketakutan ketika dia mengalami himpitan dalam hidupNya. Namun dia selalu datang kepada Tuhan untuk meminta pertolongan. Kita bisa melihat ada masa masa yang getir dalam kehidupan Daud. Namun kita tidak akan pernah menemui Daud yang tidak bergantung dan beharap kepada Tuhan.

Ada perbedaan yang besar antara Daud dan Saul
Keduanya Tuhan angkat dari orang biasa menjadi Raja yang berkuasa atas seluruh Israel. Keduanya sama-sama bukan apa-apa ketika Tuhan memanggil dan mengangkat mereka. Namun ada perbedaan antara Saul dan Daud dalam menyikapi sukses.

Memperoleh sukses itu tidak mudah. Namun lebih sulit lagi untuk hidup di dalam kesuksesan. Sebab semakin tinggi kita diangkat akan semakin dalam juga kita bisa mengalami kejatuhan. Sepuluh meter anda naik maka ada kemungkinan sepuluh meter pula anda jatuh. Namun apabila anda sudah diangkat kepada ketinggian seratus meter, maka seratus meter pula anda bisa jatuh ke bawah. Lebih fatal dan lebih sulit untuk pulih.

Semakin tinggi kejatuhan seseorang semakin sulit dia bisa bangkit dari kejatuhan tersebut.

Daud mengerti prinsip gravitasi ini. Dia mengerti kepada siapa dia harus terus melekat agar dia tidak mengalami kejatuhan dari ketinggian yang Tuhan sudah berikan.

Prinsip Daud sederhana. Dia harus terus dekat dengan pribadi yang telah mengangkat dia. Sebab siapa yang mengangkat tentu mampu untuk mempertahankan dia untuk tetap berdiri di ketinggian tersebut. Untuk itu Daud dengan sangat berhati hati menjaga kedekatannya dengan Tuhan. Bila kita membaca Mazmur Daud, kita bisa melihat bahwa Daud sangat dekat dan intim dengan Tuhan kita. Bahasa dan kata-kata yang dia pakai di kitab Mazmur menunjukkan berapa intimnya Daud dengan Tuhan.

Sehingga dalam keadaan apapun. Termasuk ketika dia sedang terjepit sekalipun. dia tidak akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya.

Kompromi karena tekanan dari orang banyak
Saul tidak demikian. Ketika dia mengalami sukses, dia lupa diri dan mengecilkan arti menyenangkan hati Tuhan. Dia lebih takut kepada apa yang manusia / masyarakat pikirkan tentang dia.

Kita tentu ingat ketika Saul diminta menantikan Nabi Samuel di Gilgal (1Sam 13) untuk melakukan doa sebelum berangkat perang. Karena rakyat mulai hilang kesabaran, dia lebih memilih mengikuti permintaan orang banyak dari pada taat kepada perintah Tuhan. Ini pilihan yang berbahaya untuk orang-orang yang sukses. Terlalu mudah untuk Kompromi.

Dia hanya berhubungan dengan Tuhan ketika dia sedang membutuhkan pertolongan saja. Dan bila dia tidak memperoleh jawaban, dia dengan mudah mencari alternative pertolongan yang lain. Bahkan bila perlu mendatangkan arwah yang merupakan cara yang sangat dibenci oleh Tuhan.


Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi. Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergikepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah." Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraanarwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu." (1Sam 28:5-8)

Daud berbeda.

Daud mengenal dan bisa membedakan tuntunan Tuhan
Dia memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan yang selalu dia jaga. Itu sebabnya dia selalu mendapat jawaban dari Tuhan dan suara Tuhan pun tidak asing bagi dia.

Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan." (1Sam30:8)

Mengerti suara Tuhan adalah cara mencapai sukses yang tidak ada tandingannya.

All blessings,
Binsar

Bila Doa Belum Berhasil (belajar dari Mart Green)



Bagaimana bila doa yang kita panjatkan berulang-ulang belum juga memberikan hasil? Sudah Capek doa, tapi belum ada terobosan. Bahkan mungkin sedikitpun tanda-tanda kearah itu tidak ada sama sekali.

Tuhan Yesus memberikan Solusi yang ampuh.

Bila persoalan sudah menumpuk seperti gunung yang tak tergoyahkan. Bila penghalang rencana bisnis dan karir kita kelihatannya begitu kokoh seperti benteng yang tinggi, Tuhan mengatakan:

Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa. (Mat 17:21)

Mengahadapi Persoalan Setinggi Gunung
Dibalik segala persoalan kita ada Iblis yang memang kerjanya menyabotase semua yang baik yang Tuhan sediakan untuk kita. Tuhan Yesus mengatakan Iblis datang untuk Mencuri, Membunuh dan Membinasakan / Menghancurkan (Yoh 10:10). Tidak perlu bingung dalam hal ini. Tuhan tidak pernah punya rencana yang jelek untuk kita. Semua rencanaNya bagus-bagus. Bahkan Dia menyediakan hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Namun ada si Iblis. Dan semua yang buruk, yang jelek dan yang kacau balau, datangnya dari Iblis.

Tuhan kita katakan bahwa ada jenis persoalan yang perlu dilawan dengan DOA Puasa. Tidak cukup berdoa saja. Harus dengan Doa Puasa.

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa." (Mat 17:19-21)

Seni Yang Hilang
Berpuasa sudah menjadi sesuatu yang kuno dan asing bagi banyak anak-anak Tuhan. Dan yang memprihatinkan, saya temui banyak orang yang bukan Kristen justru dengan rutin berpuasa 2-3 hari seminggu. Saya memiliki supir yang beragama lain namun secara rutin berpuasa setiap Senin dan Kamis hampir sepanjang tahun. Saya menemui bahwa karyawan saya ini memiliki roh yang kuat dan tidak mudah goyah dalam menghadapai persoalan. Baik persoalan keluarga, keuangan dan lain sebagainya. Bahkan kehidupannya sangat baik. Sekalipun bekerja sebagai supir namun memiliki bisnis angkot dan rumah kontrakan disamping rumah dan kendaraan pribadi. Luar biasa bukan?

Seandainya, anak-anak Tuhan mengerti rahasia kekuatan Doa Puasa dan melakukannya secara rutin dalam kehidupannya, betapa lebih luar biasa lagi hasilnya. Sebab Doa Puasa yang disertai kuasa Tuhan Yesus tentu lebih ampuh dan manjur lagi hasilnya. Jemaat Tuhan di abad pertama juga sangat biasa melakukan Doa Puasa. Kalau kita membaca Kisah Para Rasul, kita menemui bahwa Doa Puasa adalah bagian kehidupan sehari-hari dari orang percaya.

Mart Green dan Hobby Lobby
Mungkin saudara-saudari mendengar tentang Mart Green yang akhir tahun lalu menyelamatkan Oral roberts University dari kebangkrutan. (http://abcnews.go.com/US/wireStory?id=4244846). Pemilik store-chain Hobby Lobby dan Mardel ini adalah salah satu dari 400 orang terkaya di Amerika versi majalah Forbes. Mart yang memiliki kekayaan 1,8 milyar dollar ini adalah orang Kristen yang sekalipun kaya raya, memiliki gaya hidup yang sederhana dan sangat tradisional. Sejak menerima upah dengan membantu menempelkan bingkai foto di umur 9 tahun, Mart dengan setia memberi perpuluhan dari semua penghasilannya. Dia sering memberi sumbangan dan mendukung misonaris di pelosok dunia.

Namun sekalipun sederhana, Mart Green cukup radikal. Banyak orang terkejut dan kuatir ketika dia memutuskan toko-tokonya libur di hari minggu. Padahal minggu adalah hari dimana banyak orang pergi berbelanja!

Satu rahasia Mart Green yang orang mungkin tidak tahu adalah dia selalu membaca Alkitab setiap pagi dan berpuasa panjang di setiap tahun. Yang terpanjang bahkan sampai 40 hari. Wow. Andaikan orang yang begitu kaya raya saja ber-doa-puasa dengan rutin betapa sangat malu bila orang-orang yang sedang dalam suatu kesulitan tidak pernah melakukannya.

Saya yakin diawal tahun yang penuh tantangan ini kita perlu lagi memusatkan lebih lagi kerohanian kita untuk lebih bergantung dan berharap kepada Tuhan Yesus. Itulah kunci keberhasilan dan kunci sukses kita. Amin.

All blessings,
Binsar

Tidak Mengenal Kata Terlambat, Story of Morjorie Newlin


Lima belas tahun yang lalu, Morjorie Newlin yang ketika itu berusia 72 sedang berbelanja di supermarket. Karena ada obral, dia membeli sekitar 25 kilo makanan kucing untuk peliharaannya. Sebagai janda yang berusaha untuk hidup mandiri, dia merasa kesal karena kepayahan mengangkat belanjaannya dan dia memutuskan untuk ikut bergabung di klub fitness di dekat rumahnya di Mt Airy, Philadelphia USA.

Richard Brown, pelatih di tempat fitness Rivers Gym sempat geli melihat nenek yang sudah punya 4 cucu dan 2 cicit ini mulai mengikuti latihan. Namun nenek tua ini rajin berlatih hari demi hari, minggu demi minggu sampai setahun kemudian berhasil mengangkat beban sekitar 50 kilo dan tubuhnya memiliki bentuk seperti layaknya orang yang berlatih bodybuilding.

Mulai berprestasi di usia yang sudah lanjut
Karena dapat dorongan dari si pelatih fitness, akhirnya nenek Morjorie bersedia ikut lomba bodybuilding Amateur Athletic Union yang terbuka untuk umum. Sebagai seorang Katholik sebetulnya dia merasa risih karena harus memakai bikini selayaknya atlit binaragawan ketika sedang berlomba. Namun singkat cerita dia ikut di lomba itu dan berhasil menjadi juara untuk kategori diatas 45 tahun. Penonton histeris ketika diumumkan bahwa pemenangnya sudah berusia 74 tahun.

Itulah awalnya sampai Morjorie kemudian mengikuti banyak perlombaan yang membawanya sampai ke Itali, Jerman, dan Perancis. Sampai tahun lalu dia telah mengoleksi 40 piala dan banyak piagam-piagam penghargaan yang mengisi satu kamar penuh di rumahnya. Prestasi yang memberi inspirasi ini bahkan telah membawa dia muncul di acara TV Oprah Winfrey Show, Today’s Show dan juga membawa Morjorie menjadi pembicara moitivasi di seminar-seminar.

Morjorie yang seorang pensiunan perawat ini telah menunjukkan bahwa ketekunan menghasilkan prestasi. Lebih dari itu dia telah memberi contoh bahwa umur bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Tidak menyerah sekalipun mengidap penyakit yang beratTahun lalu nenek Morjorie tidak lagi ikut pertandingan namun tetap berlatih 3 kali seminggu sampai pertengahan tahun lalu ketika dia merayakan ulang tahunnya yang ke-87 di Bally Total Fitness, Cedarbrook. Morjorie yang sebetulnya mengidap penyakit Leukumia ini, berhenti berlatih di bulan Oktober lalu ketika penyakitnya sudah semakin parah.

Saya tertarik tentang kisah hidup nenek Morjorie dan ingin menuliskannya dalam sebuah artikel. Hari ini ketika saya ingin mengupdate tentang Nenek Morjorie, saya terkejut mengetahui bahwa akhir minggu yang lalu, nenek Morjorie telah wafat. Memang Nenek Morjorie telah tiada, namun wanita sederhana ini telah memberi inspirasi kepada banyak orang dengan apa yang diperbuatnya di usianya yang lanjut.

Mendengar tentang Nenek Morjorie mengingatkan kita tentang Kaleb (Yos 14:10). Di usianya yang ke-80, dia meng-klaim janji Tuhan melalui Musa mengenai tanah perjanjian yang menjadi bagiannya. Dan bersama kaumnya dia menaklukkan raksasa-raksasa yang berkuasa di Hebron dan menjadikan Hebron tanah warisannya.

Tidak menyerah sebelum mencapai garis akhirBanyak diantara kita mungkin putus asa dengan kegagalan yang kita alami setelah berkarir selama 20 tahun atau 30 tahun mungkin. Tapi kesaksian Kaleb dan nenek Morjorie di atas memberi inspirasi bahwa sebelum kita menghadap Tuhan Yesus, masih ada kesempatan bagi kita untuk melakukan seusatu yang berarti dengan hidup kita.

Seperti kata Rasul Paulus,
.. aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, (Fil 3:13b)

lalu mengarahkan diri untuk mengejar suatu prestasi dalam hidup ini,
... dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Fil 4:14)

Tidak pernah menyerah. Terus berprestasi. Berlari sampai garis Finish.

All blessings,
Binsar

Tidak Pernah Menyerah, Story of Sirivat Voravetvuthikun


Mungkin saudara saudari pernah mendengar cerita tentang Sirivat Voravetvuthikun, millioner Thailand yang jatuh bangkrut saat Krisis Ekonomi melanda Asia di tahun 1977. (Lihat di http://www.sirivatsandwich.com/news/news_eng.asp). Kisah Srivat adalah kisah klasik orang kaya yang jatuh miskin. Di tahun 1977 dia memiliki assets sebesar 8.7 juta dollar namun krisis Asia menyapu bersih kekayaannya membuat dia harus jualan sandwich di jalanan untuk bisa bertahan hidup.

Naik Tinggi dan Terbanting KerasSrivat membuat berita ketika di akhir tahun 70an, dia menjadi CEO perusahaan pialang saham termuda dalam umur 28 tahun. Sepanjang 11 tahun kepemimpinannya perusahaan itu, Asia Securities menjadi perusahaan saham terbesar di Thailand. Di akhir tahun 90an, reputasuinya membuat dia dipercaya untuk mengurus harta orang-orang terkaya di Thailand. Namun kejatuhannya terjadi ketika dia membangun resort condo di Khao Yai National Park dengan hutang sebesar 300 juta Baht. Ketika Krisis Asia melanda, harga properti ambruk dan dia mengalami kebangkrutan habis-habisan. Tuntutan pengadilan yang berlarut-larut akhirnya membawa dia kedalam kebangkrutan total di tahun 2003 dengan hutang tak terbayar sebesar 1 juta Baht. Akhirnya dia baru bisa menyelesaikan hutangnya di tahun 2006 dan sejak itu memusatkan perhatiannya pada usahanya berjualan sandwich.

Tidak Mau Menyerah
Diawal kebangkrutannya Sirivat bersama istrinya, Vilailuck dan beberapa karyawan berjualan sandwich langsung di jalan jalan. Dia membuat berita besar karena drastisnya perubahan hidupnya dari orang kaya raya menjadi penjual asongan yang bahkan sempat dikejar-kejar polisi Bangkok karena berjualan sembarangan.

Sirivat yang saat ini berusia 58 tahun menceritakan bahwa 10 tahun yang lalu hidupnya sangat depresi. Seperti layaknya seseorang yang dirawat di ruang ICU rumahsakit. Namun dengan tekad yang tak pernah padam dia berhasil membawa bisnisnya menjadi jaringan waralaba sandwich dan coffee shop yang tersebar di mall-mall dan rumah sakit di Bangkok. Saat ini dia bahkan berencana membuka delapan buah lagi Coffee Shop sebelum membawa perusahaannya masuk bursa saham atau go public di akhir tahun 2009.

Sangat impresif.

Saya jadi teringat janji Tuhan di kitab Mazmur:

TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. Maz 145:14

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Maz 37:23-24

Ditopang Tuhan...
Asalkan ada tekad. Asakkan ada keberanian untuk menghadapi masalah. Asalakan tidak pernah menyerah. Asalkan ada keberanian untuk bangkit kembali. Tuhan pasti akan menopang kita untuk keluar sebagai pemenang.

Luar biasa bukan.

Saya jadi teringat akan perkataan Pemazmur:
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; Maz 37:25

All blessings,

Binsar

Stubborn Menghadapi Kegagalan, Kisah Abraham Lincoln

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. (2Kor 4:8, 17)

Untuk sukses perlu satu modal sikap yang disebut Stubborn. Kadang kata ini diterjemahkan sebagai keras kepala. Tapi bisa juga diterjemahkan sebagai „bandel“. Seperti kalimat „mesinnya bandel“. Menurut Kamus Webster artinya menolak untuk menyerah.

Orang yang stubborn, sekalipun menghadapi kegagalan, selalu bangkit untuk mencoba kembali.
Orang yang terkenal yang sering dipakai untul ilustrasi hal ini biasanya adalah Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16 dan yang pertama dari Partai Republik. Memang hidupnya tidak pernah berhenti menjadi inspirasi bagi mereka yang langganan gagal.

12 Feb 1809 – Abraham Lincoln lahir di Nolin Creek, Kentucky
1832 – Dikalahkan dalam pemilihan legislatif lokal. Toko tempat dia bekerja bangkrut
1833 – Mencoba bisnis sendiri namun mengalami kebangkrutan dan memiliki banyak hutang
1835 – Tunangan meninggal dunia, partner bisnis meninggal dan hutangnya bertambah banyak
1836 – Mengalami Nervous breakdown
1837 – Melamar untuk menikahi Mary Owens, tapi cintanya ditolak
1843 – Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress
1848 – Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress
1855 – Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat
1856 – Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President
1858 – Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat
1860 – Abraham Lincoln, berhasil Menjadi Presiden USA

Luar biasa bukan? Gagal 10 kali namun selalau bangkit. Sampai akhirnya berhasil dan menjadi legenda.

Cara Lain Memandang Kegagalan 
Saudaraku, orang yang pesimis melihat kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Tapi orang yang kuat dan stubborn melihat kegagalan sebagai kesuksesan yang tertunda. Melihat kegagalan sebagai batu lonjakan untuk pencapaian yang lebih tinggi. Seperti Rasul Paulus. Beliau menganggap penderitaan yang besar sebagai penderitaan yang ringan. Karena melihat bahwa penderitaan itu sedang mengerjakan kemuliaan yang lebih besar yang menanti.

Wah luar biasa. Sangat menghibur. Sangat menguatkan. Juga membangkitkan fighting spirit kita.

Jadi apapun yang anda hadapi hari ini. Ketahuilah bahwa semua orang sukses juga mengalami kesulitan dan kegagalan seperti ini.

Bedanya ?

Bedanya mereka tidak menyerah dan selalu bangkit kembali.

Bangkit dan kemudian berusaha lagi mengejar mimpi mereka..... Dan dengan pertolongan Tuhan Yesus, kita pasti akan berhasil.

All blessings,
Binsar

Belajar dari Paulo Coelho



Saya sudah lama mendengar tentang Paulo Coelho, tapi belum sempat untuk membeli dan membacanya sampai beberapa hari yang lalu. Buku yang paling terkenal tentu saja The Alchemist, yang menceritakan perjalanan anak muda bernama Santiago dalam mencapai cita-citanya atau yang disebut Legenda Pribadi (Personal Legend). Buku ini disukai jutaan orang di dunia karena dengan cara yang sederhana mampu memberi inspirasi bagi mereka yang ingin mengejar impiannya. Pantas saja buku ini terjual 30 juta copy dan sudah diterjemahkan kedalam 60 bahasa.

Saya membaca kisah hidup pak Paulo dan menemui bahwa hidupnya sendiri adalah suatu perjalanan yang tidak mudah.

Paulo Coelho bercita-cita menjadi penulis sejak berumur belasan tahun. Namun orang tuanya menganggap profesi itu tidak bagus bagi martabat keluarga dan memaksa dia menjadi seorang insinyur. Bahkan karena Paulo muda berkeras dengan cita-citanya, orang tuanya memaksa memasukkan dia kerumah sakit jiwa! Sampai dua kali dia dimasukkan kesana dan diterapi listrik supaya kembali “sadar“ dan mau berubah pikiran. Minta ampun.

Paulo sempat meninggalkan cita-citanya ini dan bekerja dalam berbagai bidang termasuk sebagai executive di perusahaan rekaman. Sampai ketika dia hampir berusia 40 tahun dia diingatkan akan panggilannya melalui suatu pengalaman pribadi yang membuat dia memutuskan untuk melakukan napak tilas perjalanan Santiago dari Perancis ke Spanyol yang mengubahkan hidupnya.

Tidak Putus Asa Menghadapi Penolakan
Dia kemudian menuliskan pengalaman rohani yang dia dapatkan dalam perjalanan ini dalam buku The Pilgrimage yang sempat dibukukan namun tidak terlalu sukses. Setahun kemudian dia menulis The Alchemist yang juga hanya terjual 900 copy dan ditolak untuk dicetak ulang oleh penerbitnya. Paulo tidak putus asa dan dia menemukan penerbit lain yang bersedia mencetak buku tersebut. Selanjutnya adalah sejarah. Karena buku tersebut meledak di Brazil, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan meledak juga. Sehingga sampai sekarang sudah terjual 30 jutaan copy. Paulo kemudian menjadi penulis terkenal yang sampai sekarang sudah menjual 100 juta copy dalam berbagai judul yang dijual di 150 negara dan dalam 60 bahasa. Luar biasa!

Kembali suatu pengalaman hidup seseorang yang mampu mencapai cita-citanya karena berani meninggalkan comfort zone dan mengambil resiko ketidakpastian asalkan dia bisa mencoba menjalani apa yang ditaruhkan dalam hatinya.

Konspirasi Semesta Untuk Menolong Mereka Yang Memiliki Cita-cita
Di buku The Alchemist dia menuliskan bahwa bila kita memutuskan untuk mengejar cita-cita kita, maka .... all the universe conspires in helping you to achieve it. Seluruh alam semesta akan berkonspirasi untuk menolong kita mencapai cita-cita kita itu. Wah Indah sekali!

Sebetulnya itu bukan hal yang baru sebab Alkitab mengatakan:
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rom 8:28)
Atau dalam bahasa Inggrisnya:
And we know that all things work together for good to them that love God, to them who are the called according to his purpose.

Apakah anda memiliki sesuatu yang tersimpan dalam hatimu sejak lama ? Suatu panggilan. Suatu cita-cita. Sesuatu yang sudah terpendam sekian lama?

Tidak pernah terlambat untuk memulai perjalanan mencapai panggilanmu itu hari ini. Karena saat engkau mulai melangkah,... all the universe conspires in helping you to achieve it.

All blessings,
Binsar

Hidup dengan Suatu Tantangan, Kisah Roz Savage



Saya mendapat inspirasi dari satu artikel yang saya baca beberapa hari yang lalu mengenai Roz Savage (http://rozsavage.com). Roz bukanlah seorang wanita yang tinggi besar dan gagah perkasa. Dia bertubuh biasa saja namun pada bulan Maret 2006, dia menjadi wanita pertama yang berhasil menyebrangi Samudra Atlantik seorang diri dengan mendayung perahunya. Ya. Mendayung! Bukan dengan kapal layar atau kapal motor namun dengan kapal dayung. Bayangkan ombak yang besar, kegelapan, bahaya maut dan kesendirian selama 3 bulan di lautan lepas! Anda bisa lihat foto-fotonya di link diatas untuk lebih jelasnya.

Roz tidak puas dengan itu dan saat ini dia berada di Samudra Pacific dalam Conquest yang lebih gila lagi. Yaitu menyebrangi Samudra Pacific seorang diri dengan mendayung perahunya. Sejauh 6924 mil laut ! San Fransisco – Hawaii – Tuvalu – Australia. Mendayung seorang diri ! Dan dia adalah seorang wanita yang berumur 40 tahun!

Banyak orang bilang dia gila ketika dia mulai merencanakan idenya ini. Namun ketika dia berhasil menyebrangi 3000 mil Samudra Atlantik dalam 103 hari, dia membuktikan pada dunia bahwa semua orang dapat melakukan sesuatu yang luar biasa asalkan memiliki cukup tekad, determinasi dan kenekatan untuk mencapainya.

Sukses Tidak Memberikan Kepuasan Sejati
Roz Savage bukanlah orang pengangguran yang tidak memilki pekerjaan. Sebelumnya dia bekerja di UBS dan Accenture, dua perusahaan yang sangat prestisius dan memberikan gaji yang sangat baik. Namun enam tahun yang lalu ketika dia duduk di metro dalam perjalanannya menuju ke kantor, dia menyadari bahwa hidupnya tidak memiliki arti. Dia tidak bahagia dan tidak hidup dalam nilai-nilai yang dia pegang.

Kemudian dia membayangkan dan menuliskan dua versi Obituari atau kisah hidup yang akan dia jalani. Versi pertama adalah versi yang dia ingini. Yaitu seperti kisah orang-orang yang dia suka baca dan kagumi. Orang-orang yang berani mengambil resiko. Petualang-petualang yang hidup mencoba berbagai hal dalam kehidupan mereka. Banyak dari mereka mengalami kesuksesan namun ada juga yang mengalami kegagalan total. Namun mereka semua memiliki keberanian untuk mencoba. Mereka adalah orang-orang yang tidak perduli dengan komentar-komentar yang menjatuhkan dari orang lain. Mereka hanya tertuju pada apa yang mereka sudah tekadkan untuk mereka kerjakan. Hidup dengan kehausan untuk pengalaman yang baru dengan determinasi dan kenekatan untuk membuktikan bahwa segala sesuatu itu bisa dikerjakan bila ada kemauan. Orang-orang yang benar-benar mengerti makna kehidupan ini.

Versi kedua yang dia tulis adalah suatu Obituari seperti kehidupan yang saat itu dia sedang lalui. Hidup yang biasa, ada bahagia ada susah namun dalam wilayah rasa aman seperti hidup orang kebanyakan.

Memulai Dari Bawah Untuk Suatu Mimpi
Perbedaan anatara keduanya begitu jauh dan Roz memutuskan untuk memulai kehidupan yang berbeda dengan suatu gol untuk hidup dengan pencapaian yang dia bisa banggakan di akhir hidupnya.

Sangat mengesankan.

Membaca kisahnya tidak membuat saya untuk segera berhenti bekerja dan mencoba olah raga dayung. Tapi kisah hidupnya menguatkan tekad saya untuk terus melakukan sesuatu yang baru dan keluar dari kehidupan yang monoton tanpa prestasi berarti yang bisa menjadi berkat bagi orang lain, dunia dan gereja Tuhan.

Saya jadi ingat perkataan Tuhan Yesus:
„Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu“. Yoh 14:12a

Bagaimana dengan anda? Apakah anda puas dengan hidup anda? Apakah anda bangga dengan hidup anda? Ataukah ini saatnya untuk beralih kepada hidup yang lebih berarti bagi sekeliling kita? Mungkin kita tidak perlu mencoba olahraga dayung. Kita bisa menulis, bermain musik, atau juga dengan membuat suatu proyek bagi gereja anda. Renovasi gereja, membersihkan gereja, pelayanan diakonia, menolong orang-orang yang terkena banjir. Banyak sekali yang bisa dikerjakan. Ujung langit batasnya. Tapi yang jelas, kehidupan yang memberi kontribusi dan inspirasi pada sekeliling kita.

All blessings,
Binsar