Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Tuhan. Tampilkan semua postingan

Tahun Baru: TRANSISI Menuju Hidup Yang Lebih Baik



Setiap kali kita memasuki tahun yang baru, kita punya banyak alasan untuk memuji Tuhan. Karena ternyata kita masih ada dan hidup.... dan kalau kita renungkan,... sekalipun mungkin kita punya banyak masalah,... Life itself is a big reason for celebration. Bukankah banyak sekali yang menyenangkan dengan hidup ini? 

Tahun baru juga merupakan suatu TRANSISI. Khususnya minggu-minggu pertama, di bulan Januari... Apakah yang akan kita rubah dari tahun yang lalu? Apakah hal baru yang kita akan mulai kerjakan? Target-target pencapaian apa yang akan kita kejar?

Kalau berbicara soal ini, ada kisah yang menarik di Kitab Keluaran pasal 3. Kisah Musa dan periode transisi dalam hidupnya. Transisi antara periode hidup Musa yang hancur lebur, kelam, tanpa masa depan,... kepada periode sukses yang spektakuler, bersejarah, dan berdampak begitu hebat ... sampai-sampai masih terus dibicarakan kalau kita membahas tentang bangsa Israel..... Kisah "Form Zero To Hero" yang luar biasa.



Kegagalan Pasti Punya Titik Balik
Kalau kita baca di Kitab Keluaran, tahun-tahun sebelumnya merupakan masa-masa kegagalan dalam kehidupan Musa. Selama 40 tahun hidupnya bisa dibilang berada di titik terendah. Dia yang biasa hidup di Istana dengan fasilitas mewah dan kesuksesan sebagai panglima tentara Firaun, sekarang menjadi orang buronan dan terbuang di tanah Midian,.. bekerja sebagai gembala kambing dan domba. 

Friends, kalau kita berada di titik terendah di tahun yang lewat, maka Musa berada jauh lebih rendah lagi... bahkan kandas di dasar yang paling rendah. Dan kita bukan bicara kegagalan dalam satu tahun yang lewat. Ini bicara tentang 40 tahun, empat puluh tahun!!! Very frustating....

Namun Puji Tuhan, setiap orang Tuhan beri kesempatan untuk berbalik mengalami masa-masa kebangkitan. Karena Tuhan Yesus sendiri adalah Kebangkitan dan Hidup. Setiap orang yang bertemu Tuhan akan mengalami Kebangkitan dari kegagalan.... Amin.

Pertemuan dengan Tuhan adalah Kunci untuk Awal Yang Baru
Keluaran 3:2-3 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

Tuhan selalu punya cara untuk menarik perhatian kita, namun langkah untuk mendekat kepada Tuhan ada pada keputusan yang harus kita buat. Musa melihat semak duri yang menyala, tapi TRANSISI dalam hidup Musa tidak akan pernah terjadi bila Musa tidak mengambil langkah awal untuk mendekat dan berbicara dengan Tuhan.

Kita mungkin terpaksa oleh keadaan kita untuk mencari pertolongan. Kegagalan. Frustasi. Masalah bisnis. Masalah rumah tangga.... Itu semua adalah alat untuk menarik kita untuk mencari Tuhan Yesus. Ambil langkah untuk mendekat kepada Tuhan...




From Zero To Limitless
Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Kel 3:6

Banyak orang mencari jalan keluar untuk masalahnya kepada ide, pertolongan orang lain atau kesempatan yang ada didepannya. Bukannya tidak boleh. Tetapi pertolongan yang paling dahsyat adalah dari Tuhan Yesus. Sebab ketika seseorang berpapasan dengan Tuhan, dia berpapasan dengan Tuhan yang tak terbatas. Unlimited. Limitless. .... Tidak terbatas ideNya, tidak terbatas kemampuanNya, tak terbatas kuasaNya, dst.....

Seseorang yang Zero atau minus sekalipun, bila bertemu dengan Tuhan akan menjadi Hero. Menjadi tak terbatas. 

Seseorang yang tidak memiliki apa-apa, tidak memiliki bakat, tidak memiliki koneksi, tidak memiliki kemampuan, bahkan mnius dalam semuanya itu,... bila bertemu dengan Tuhan dan berjalan bersama Tuhan, akan menjadi TIDAK TERBATAS.  

Kita tentu tahu akhir kisah Musa ini. Berkali-kali dia menolak perintah Tuhan untuk membebaskan orang Israel dari tangan Firaun. Kenapa? Trauma 40 tahun membuat dia merasa minus dalam segala hal. Dia merasa tidak punya lagi kepercayaan diri, tidak ada lagi semangat, tidak ada lagi gairah untuk memulai lagi dari awal (starting over).  

Namun ketika Musa akhirnya setuju untuk mulai kembali dengan hidupnya,... kita tahu bagaimana pada akhirnya dia bersama Tuhan mendatangkan 10 tulah yang dahsyat ke tanah Mesir, bagaimana dengan tongkatnya dia membelah laut merah, dan melakukan berbagai mujizat yang bahkan tidak pernah lagi terjadi setelah itu. Amazing.....

Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Kel 3:11-12a

No. Bukan kemampuan kita tetapi kemampuan Allah kita. Bila Tuhan menyertai kita maka KUASA Nya juga akan beserta kita (Rom 8:28)

Kebesaran Tuhan dan Suatu Tujuan Hidup (PURPOSE)
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." Kel 3:10

Setiap hari kita mendengar banyak ide-ide baru. Apalagi orang Indonesia.... Dulu orang berkata kulit manggis bisa menyembuhkan banyak penyakit. Buru-buru orang semua mencari kulit manggis. Tapi itu tidak lama karena kemudian ada ide baru bahwa buah sirsak sangat mujarab untuk menyembuhkan banyak penyakit.... Nanti kalau sudah lewat musim sirsak jangan-jangan orang akan berkata kulit durian sangat manjur menyembuhkan kanker... :-)

Friends, ide cemerlang belum tentu cocok untuk kita. Good Idea tidak berari God's Idea. 

Namun Puji Tuhan, ketika kita bertemu Tuhan, kita bukan saja menyadari kedahsyatanNya tapi kita juga mendapatkan ide, tuntunan dan tujuan yang harus kita kejar dalam hidup ini. Musa bertemu Tuhan dan mendapatkan tujuan baru untuk dilakukan dengan hidupnya.... Saatnya tiba untuk meninggalkan karir sebagai gembala kambing dan domba untuk beralih menjadi gembala orang Israel keluar dari Mesir.

O my God. Luar biasa sekali. Setiap orang yang mendekat kepada Tuhan akan mendapat PURPOSE. Mendapat sesuatu untuk dikejar, dicapai, di dalam tahun ini. Apapun yang terjadi tahun lalu, kita akan mengerti apa yang sekarang harus dilakukan di tahun yang baru.


Bangun Pertemuan dengan Semak Api yang Menyala Setiap Hari
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Maz 32:8

Awal tahun baru adalah TRANSISI menuju sesuatu yang luar biasa. Amin. Tidak perduli hasil tahun yang lewat, tahun ini kita akan mengalami sesuatu yang baru. 

Mulai dengan membangun saat-saat yang intim dengan Tuhan. Beri kesempatan kepada Tuhan Yesus untuk menuntun kita melalui pintu menuju perjalanan yang Ajaib bersama dengan Nya

God loves you,
Binsar




Mulai dari Tuhan Berbicara



"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat." Ibr 11:3

Selalu begitu.....

Ketika Tuhan Menciptakan alam semesta, Tuhan berfirman,...maka terjadilah yang terjadi dari yang sebelumnya tidak kelihatan..... "Jadilah terang !",... maka kemudian terang ada di langit.... "Jadilah cakrawala !",... maka ckarawala pun menjadi ada dari yang sebelumnya tidak kelihatan...

Tuhan Yesus juga begitu,... ketika Tuhan bertemu dengan orang lumpuh di kolam Bethesda, Tuhan berkata "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah", maka orang lumpuh itu kemudian berjalan,...

Mengadakan yang dibutuhkan melalui Firman
Selalu begitu. Ketika menyembuhkan Barthemeus yang buta pun demikian. Tuhan berfirman dan firmannya pasti manjur. Yang tidak kelihatan menjadi kelihatan... Yang kesembuhannya tidak kelihatan, menjadi kelihatan. Begitu pula ketika membutuhkan keledai untuk memasuki Yerusalem, ketika membutuhkan tempat untuk merayakanpaskah terakhir,.... Tuhan berkata dan yang diperlukan menjadi kelihatan dan bisa dinikmati...

Wow luar biasa sekali.... Itu sebabnya betapa pentingnya menerima Firman bila kita sedang membutuhkan pertolongan Tuhan. Berusaha dengan mengerjakan sesuatu itu baik dan sangat perlu, tapi prinsip dan cara kerja Tuhan adalah BERFIRMAN,... lalu dengan ajaib apa yang difirmankanNya menjadi tercipta.

Bro and Sis, bila kita perlu sesuatu hari ini,... jangan buru-buru lari kesana kemari dalam kepanikan. Tunggu Tuhan berbicara sebab perkataannya pasti menjadi kenyataan. Dan betapa Tuhan menanti-nanti untuk berkata-kata atas kebutuhan kita.

"Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu." Maz 32:8

Gideon Penakut Menjadi Gideon Sang Pahlawan
Kisah Gideon adalah kisah klasik bagaimana perkataan Tuhan merubahkan hidup seseorang dan juga suatu bangsa. Di kitab Hakim-hakim pasal 6, kita bisa menemui Gideon yang penakut sedang sembunyi dari orang Midian yang saat itu menjajah orang Israel. Ketika Tuhan mendengar jeritan orang Israel, Dia tidak menurunkan petir dan membakar ratusan ribu orang Midian, tetapi Tuhan BERFIRMAN.

Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya (Gideon), demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." Hak 6:12

Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!" Hak 6:14

Ketika Gideon mendengar perkataan Tuhan dan akhirnya menerima dan percaya,.... kita tahu the rest is history,... Gideon dengan 300 orang Israel membantai 120,000 orang Midian, menghabisi mereka, meluluhlantakkan mereka dan membebaskan orang Israel dari penjajahan. Wow.

Hanya dengan perkataanNya. Dari si Penakut menjadi Pahlawan perkasa. Pada awalnya tidak kelihatan satupun pahlawan. Namun setelah Tuhan berfirman yang tidak kelihatan menjadi kelihatan. Wow.

Selalu begitu: ... Tidak ada,.... Tuhan Berfirman......Seseorang Percaya,....Lalu,.... Yang tidak ada menjadi ada....

Yang Paling Perlu: Mendengarkan Tuhan
Tuhan Yesus yang luar biasapun tak akan bisa melakukan sesuatu bila perkataannya tidak didengar dan dihargai. Tuhan memang maha hebat. Tapi ketika Tuhan Yesus datang ke Nazaret (Mat 13), orang-orang sekampungnya tidak mau mendengar perkataan Tuhan dan akibatnya Tuhan tidak bisa banyak melakukan mujizat disana (ayat 58).

Banyak anak Tuhan tidak cukup menghormati Tuhan dan perrkataannya. Tidak punya cukup waktu untuk berdoa dan membaca Alkitab. Tidak cukup konsentrasi ketika mendengarkan kotbah di hari minggu. Tidak cukup serius merenungkan Firman Tuhan. Dan tidak memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk memberikan perkataannya yang sebetulnya menjadi jawaban atas kebutuhan kita....

Padahal perkataan Tuhan yang masuk kehati kita sangat lah besar kuasaanya. Yang saya maksudkan bukan mendengar janji Tuhan sambil lalu atau membaca satu ayat beberapa kejap. Namun benar-benar dengan sungguh-sungguh membuka hati ketika Tuhan dengan caraNya yang ajaib, entah lewat mimpi, lewat kotbah, lewat pembacaan Alkitab dsb, memberikan perkataan yang merupakan jawaban atas persoalan kita,..... Wow, anda dan saya akan mengalami mujizat Tuhan.

Sebab bila Tuhan sudah berbicara, Firman Tuhan itu pasti menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Dan tidak ada yang bisa menahannya.

Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.Yes 55:11

All in His Grace,
Binsar

Malaikat Tuhan


Tanpa disadari banyak orang kehilangan kesempatan menerima jawaban atas doanya karena tidak menyambut utusan atau pembawa pesan Tuhan.

Banyak orang yang lalu kecewa dan complain kepada Tuhan mengapa doa nya belum dijawab, jodohnya belum dipertemukan, kesempatan bisnisnya tidak kunjung datang.....dll

Saya mau memberitahu: Tuhan sering menjawab doa-doa kita dengan mengirimkan malaikatnya (utusannya, pembawa pesan nya) yg sering tidak kita sangka-sangka. Seringkali malaikat utusan Tuhan tidak memakai sayap dan menyamar dalam sosok yang tidak kita duga. OK bahkan Tuhan bisa memakai orang yang sepertinya dari dunia untuk membuka jalan bagi doa-doa kita.


Tuhan mengirimkan malaikatNya untuk menjawab doa kita
Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. (Ibr 13:2)

Sikap yang salah, respons yang salah terhadap orang yang Tuhan kirim di persimpangan jalan hidup kita, mengakibatkan tertundanya doa-doa yang mungkin sudah bertahun-tahun kita naikan pada Tuhan. Intinya kita
salah mengantisipasi bagaimana Tuhan menjawab doa kita.


Saya senang sekali mengutip ayat tentang memberi di kitab Lukas, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu." (Luk 6:38a)


Dalam bahasa Inggris, ayat tersebut dikaatakan: "Give, and it shall be given unto you; good measure, pressed down, and shaken together, and running over, shall men give into your bosom."


Artinya Tuhan tidak menjatuhkan uang pecahan seratus ribuan dari langit. Sebab bila begitu uangnya tentunya uang palsu karena tidak dicetak di Peruri. No no no. Umumnya Tuhan akan mengirim seseorang, entah bos anda di tempat kerja, atau orang yang kita kenal, atau customer yang tiba-tiba nongol, bahkan mungkin orang yang sama sekali tidak kita kenal yang Tuhan UTUS untuk menjawab doa kita mengenai kebutuhan keuangan kita seperti ditunjukkan ayat diatas.

Pertemuan Ilahi Sebagai Pembuka Jalan Kepada Suatu Kesempatan Baik
Ada seorang jemaat kami yang minta dukungan doa karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Cara Tuhan menjawab sungguh unik namun juga sangat biasa. Ketika dia pergi ke suatu seminar, dia bertemu dengan pimpinan suatu organisasi yang tertarik dengan sikap dari jemaat kami ini. Dan singkat cerita, akhirnya dia dipekerjakan dengan salary yang lebih baik dan lingkungan kerja yang lebih dia sukai.


Apa kiat sukses saudari ini dalam mendapat pekerjaan baru? Dia bersikap dan menanggapi orang yang dia temui sebagai malaikat (baca: "utusan") Tuhan yang mengirim jawaban bagi doa nya. Apakah pada mulanya dia menduga akan ditawari pekerjaan seperti itu? Mungkin tidak. Tapi saya yakin sekali dia tidak akan ditawari pekerjaan apabila dia bersikap acuh tak acuh dan tidak menunjukkan antusiasme sedikitpun.

Bagaimana anda me-responi orang-orang yang bersimpangan jalan dengan anda dalam hidup ini...?
Begitu pula dengan seorang saudari yang lain dalam komsel kami. Dia berdoa untuk jodoh dan bercerita bagaimana temannya ingin mengenalkannya dengan seseorang. Dia meresponi dengan baik niat temannya ini. Dan singkat cerita akhirnya mereka bertemu dan tidak lama kemudian memutuskan untuk menikah.


Saya sempat berpikir bagaimana bila saudari ini tidak menanggapi ajakan tersebut. Tentu dia akan kehilangan suatu appointment (janji pertemuan) dengan Rancangan Allah atas hidupnya. Akibatnya? ............Akibatnya, Tuhan harus mengatur ulang suatu appointment baru yang sangat bergantung kepada banyak faktor yang tentu umumnya membuat rancangan baik Allah tertunda bagi anak-anakNya.

Ah alangkah sedihnya melihat jawaban doa yang tertunda bagi orang-orang yang kita kasihi. Suatu waktu saya bertanya-tanya mengapa banyak jemaat Tuhan tidak mendapat jawaban doa. Sekalipun sudah hidup benar dan rajin berdoa untuk masalah yang mereka hadapi. Entah itu soal jodoh, pekerjaan, bisnis, rencana study dan lain-lain.


Kita perlu belajar untuk tidak sombong dan enggan untuk bertemu dengan orang lain. Dan belajar untuk membuka diri kepada apa yang mungkin Tuhan sampaikan melalui orang-orang yang kita temui tersebut. Belajar menyambur orang lain seperti bagaimana Abraham menyambut Malaikat yang datang berkunjung kepadanya.


Tuhan Sudah Menjawab Banyak Doa Kita,..... Apakah Kita Menyambut Jawaban Tersebut?
Saya terkejut ketika Tuhan menyatakan bahwa Dia sudah mengirimkan banyak orang utusannya untuk menunjukkan,mengarahkan, mempertemukan kepada jawaban doa tersebut. Namun anak-anakNya MISS kesempatan itu.


Saya yakin di surga nanti, banyak orang akan terkejut mengetahui betapa banyak orang. utusan, kesempatan yang Tuhan sudah kirimkan di dalam hidup ini yang tidak kita tanggapi dengan baik. Sehingga? Kita kehilangan kesempatan untuk mengalami banyak hal baik yang kita doakan.


Kisah kesembuhan Naaman dari sakit kusta tidak lepas dari budak cilik yang menyuruhnya pergi menemui nabi Elisa. Musa bisa mengatur orang Israel karena dia mendengar nasehat Yitro mertuanya yang datang berkunjung. Padahal Yitro bukanlah bagian dari umat pilihan Allah........ Daud menerima kebaikan seorang raja Filistin bernama Akhis untuk tinggal di Ziklag dan terluput dari raja Saul yang mau membunuhnya...... Lalu kita juga tahu tentang rasul Paulus yang tinggal di rumah Lydia, juga mengenai Proskila dan Akuila yang menolong dia dalam pekerjaan Tuhan.

Ah banyak sekali kesempatan baik yang bisa dialami anak-anak Tuhan melalui orang-orang yang yang diutusNya.


Bagaimana sikap kita dalam menyambut mereka yang diutus Tuhan Yesus?


Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. Ibr 13:2


All blessings,
Binsar

Menangkap Peringatan Tuhan

Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang, untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing. Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya.. (Ayub 33:15-19a)

Sering kali anak-anak Tuhan protes karena Tuhan tidak menjawab doa mereka. Tuhan tidak mendengar permohonan kita saat kita begitu desperate butuh tuntunan dalam hal-hal yang menurut kita sangat urgent. Dalam mencari pekerjaan, misalnya, atau pindah pekerjaan, memilih jodoh, dan lain sebagainya.

Terlalu Sibuk dan Tidak Bisa Mendengar Jawaban Tuhan
Tapi suatu hari saya membaca Firman Tuhan diatas dan menemui bahwa bukanlah demikian kenyataannya. Disitu dikatakan, Tuhan senantiasa berbicara bukan hanya dengan satu dua cara tapi dengan berbagai cara untuk memperingatkan kita dari keputusan-keputusan yang salah. Tuhan bahkan juga mencegah kita dari bahaya maut yang mengancam akibat keputusan-keputusan yang salah.

Saya menemukan bahwa ternyata masalahnya selalu ada pada pihak kita. Sering Tuhan berbicara tapi kita terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuk mendengarkan, terlalu banyak hal yang mengalihkan perhatian kita, atau kadang tanpa kita sadari kita mau mengatur Tuhan. Kita ingin Tuhan berbicara dengan cara yang kita tentukan. Dan segera. Anytime we want!

Tuhan Yesus Bukanlah Lampu Aladin
It doesn’t work that way. Tuhan tidak bisa diperlakukan sebagai lampu Alladin, yang sekali gosok langsung keluar jinnya. Secara instant apa yang kita mau harus segera dipenuhi. Sebetulnya agak lucu juga kalau kita memperlakukan Tuhan seperti itu. Siapa yang menuruti perintah? Kita menuruti Tuhan atau Tuhan menuruti kita? Dengan memperlakukan Tuhan sebagai lampu Aladin berarti Tuhan menjadi hamba kita. Benarkah ini? No …no... no!. Sekali lagi, No!.

Ketika seseorang mengundang Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Rajanya, maka saat itu juga ia mengambil keputusan untuk menjadikan dirinya hamba dari Tuhan Yesus. Kita beruntung mempunyai Tuhan yang memperlakukan kita dengan decent dan nice. Lebih dari pada itu, Dia bahkan mengangkat hamba itu menjadi saudara pewaris Kerajaan Allah. Namun demikian kita tetap tidak boleh lupa akan kenyataan bahwa Dia tetap dan yang akan selalu menjadi Tuhan.

Tuhan Yang Sayang dan Suka Memberi Petunjuk
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. (Maz. 32: 8)

Begitu sayangnya Tuhan kepada kita sampai kadang sekalipun tidak sampai hati, Dia harus membiarkan kita terbaring sakit di tempat tidur. Supaya kita tidak bisa pergi kemana-mana dan punya cukup waktu untuk mendengarkan peringatan-Nya. Ah, begitu baiknya Tuhan Yesus. Mungkin teman-teman sedang mengalami banyak masalah hari-hari ini. Bahkan mungkin terbaring sakit di tempat tidur. Namun demikian jangan kecewa dan putus asa. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengijinkan Tuhan berbicara banyak kepada kita. It’s just a small pause. It’s not a STOP in your life but only a PAUSE.

Sebab Tuhan sedang ingin menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. And you’d better believe it karena apa yang disediakan di depan kita pasti sangatlah baik dan indah.

All blessings,
Binsar