Tuesday, October 13, 2009

Mulai Dengan Sukses-Sukses Kecil (2)

Suatu pencapaian lain yang tidak sulit untuk dijangkau, namun tidak kalah penting artinya di dalam hidup ini adalah "contentment management". Kemampuan mengatur rasa puas, rasa cukup  dengan apapun keadaan kita. Lawannya adalah "tidak pernah puas", "selalu merasa kurang", dan "tidak bahagia" dengan apapun yang dimiliki dan dialami saat ini.
Ini suatu pencapaian yang besar karena banyak orang yang hidupnya kelihatan baik dari luar namun batinnya sengsara. Pikirannya dan hidupnya menderita karena merasa sebagai orang yang serba kurang dibandingkan dengan orang lain di sekelilingnya.



Mengapa Selalu Merasa Kurang
Kenapa orang merasa selalu kurang? Begini konsepnya,., ....bila kita mengira bahwa kepuasan diukur dari sesuatu yang di luar: materi, barang yang kita punya, HP baru, mobil baru, dll ... atau kepuasan mata, pergi berbelanja, jalan jalan ke luar negeri,... atau kepuasan jasmani, seperti makan makanan yang enak, hubungan fisik dsb maka kita salah mencari kepuasan.


Kepuasan itu berasal dari dalam. Nikmat dan bahagia itu masalah hati. Dan kita perlu belajar untuk bisa merasakan itu.

Kepuasan dirasakan ketika kita berinteraksi dengan Tuhan dan orang yang kita kasihi. Buktinya,.... ketika kita pertama kali bertemu dengan Tuhan Yesus, menerima Tuhan sebagai Tuhan dan Sahabat, kita merasakan damai dan kebahagian dan kepuasan yang tidak bisa dijelaskan. Perasaan ecstasy yang sulit dibandingkan dengan apapun juga.

Demikian pula ketika seseorang sedang jatuh cinta, dia merasakan suatu perasaan yang sulit dibandingkan sekalipun makan siangnya hanya nasi dan tempe di rumah kos-kos-an yang sederhana.

Bertemu dengan keluarga kita dan teman-teman dekat juga memberikan rasa indah yang luar biasa sekalipun pertemuan itu diadakan di restoran yang sederhana.

Tidak Sulit Menemukan Kepuasan Disekeliling Kita 
Sebetulnya setiap kita pasti pernah merasakan kebahagian dan kepuasan yang luar biasa yang diuraikan diatas.
Yang kita butuhkan adalah belajar untuk mengalami lagi suasana-suasan tersebut lebih lagi di hidup kita selanjutnya.

Bila kita mengerti hal ini maka anda dan saya menjadi orang-orang yang berbahagia sekalipun mungkin secara materi tidak naik mobil jaguar dan setiap minggu berlibur ke Paris dan Disneyland.....

Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Fil4:11b-12a, 13)  



Orang yang mengerti cara untuk berbahagia seperti Paulus bukanlah orang-orang gila. Bukan juga orang-orang yang pandai menipu diri sendiri. Juga bukanlah orang-orang yang apatis, "nrimo" dan tidak ada lagi inisiatif untuk maju. No. No. dan No.

Orang yang pintar mengatur hatinya untuk tetap berbahagia adalah orang-orang yang aktif, bersemangat, punya gairah untuk maju dan menikmasti hidupnya..... O ya....
 
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,  (Fil4:4,6)


Bagaimana kalau kita terlalu bergantung dengan hal-hal materi dan situasi di luar diri kita? Bagaimana kalau kepuasan kita terlalu diatur oleh keadaan disekeliling kita?

Well, caranya hanya satu. Yaitu kita mulai belajar menikmati kepuasan-kepuasan yang datang dari dalam. Temukan kembali perasaan-perasaan itu dan hidup anda akan berubah sama sekali.

Dan bila itu terjadi, anda sudah mendapatkan suatu pencapai luart biasa dalam hidup anda.

All blessings,
Binsar

Friday, August 14, 2009

Mulai dengan Sukses-Sukses Kecil (1)


HIdup harus dimulai dengan kemenagan-kemenangan kecil. Apapun itu. Sekecil apapun  pencapaian yang kita peroleh, setiap orang harus mengalami suatu kemenagan.

Saya suka mengamati wajah dan kehidupan seseorang. Dan tidak ada yang lebih membuat prihatin dibanding dengan seseorang dengan wajah yang hampa, tanpa tujuan, tidak ada kepercayaan diri dan tidak ada percikan gairah dalam sinar mata dan wajahnya. Hidup hanya jadi sekedar menunda kekalahan kata seorang poet.

No !

No - dan No yang sangat keras harus saya katakan bagi mereka yang berada dalam situasi seperti itu.

Hidup kita penuh dengan potensi kemenangan dan siapapun bisa mengalami itu semua. Banyak orang tidak mengalami ini karena tidak tahu apa yang harus dicapai dan tidak tahu bagaimana mencapai suatu prestasi untuk hidupnya.

Saya menganjurkan untuk membuat target-target prestasi yang mudah dulu. Apa itu?

Bagaimana kalau saya tawarkan prestasi ini: "Bisa Memuji orang dengan baik" ?

Mudah bukan?

Tapi ini sangat penting. Bila seseorang mengerti cara memuji orang dengan benar, dia akan disukai orang dan akan memiliki banyak teman. Ini adalah prestasi yang sangat penting. Pencapaian yang bisa me-revolusi kehidupan dan kesuksesan bisnis, pekerjaan dan rumah tangga seseorang.

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. (Ams 16:24)

Memuji dengan  baik bukanlah menjilat semua orang yang kita temui dan melemparkan kata-kata manis secara sembarangan. Pujian yang sembarangan justru bisa membuat orang muak dan menjauhi kita.

Pujian yang baik paling tidak harus dimulai dengan:

1. Ketulusan yang didasari oleh Kasih Yesus. Pujian dikeluarkan bukan karena kita mengharapkan imbalan untuk kepentingan kita. Memberi Pujian didasari pengertian bahwa semua orang hidup dalam tekanan, permusuhan, persaingan, kecemburuan yang membuat insecurity dan tidak percaya diri yang mencuri sukacita orang-orang yang kita temui.

Kehidupan kota besar dan persaingan hidup membuat orang jarang tersenyum dan berbahagia. Nah pada siatuasi seperti ini, sangat dibutuhkan orang-orang yang mau menolong dan memberikan kehidupan kepada sekelilingnya. Dan dengan dasar itulah kita memberi pujian dan kata-kata yang membangun bagi mereka yang di sekeliling kita.

Dasarnya adalah karena kita mengasihi mereka yang kita puji.

2. Pujian harus tulus dan benar. Jangan memberi pujian yang palsu. Banyak sekali yang kita bisa puji dari seseorang bila kita bisa melihat sisi lain dari seseorang.

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. (Ams25:11)

Kepada orang yang overweight kita bisa memuji tatanan rambutnya. Orang yang berwajah kurang cantik, kita bisa puji cara berpakainnya yang rapi. Dengan memperhatikan seseorang kita akan dengan mudah menemukan banyak hal yang kita bisa puji pada orang tersebut. Apalagi kalau seseorang melakukan sesuatu yang baik. Kita harus memuji pekerjaannya. Bila seseorang menolong kita, kita perlu berterimakasih dan memberi pujian.

Percalah, pujian kita yang tulus akan terkenang sepanjang hari dan membuat hidup seseorang berkesan dan indah.

Pujian yang tulus dan benar menurut saya serupa dengan doa berkat bagi mereka yang menerimanya. Oleh karena itu, mereka yang suka memberi pujian adalah orang yang memberkati orang di sekelilingnya. Dan itu dilakukan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun alias tanpa biaya.

Orang yang suka memuji adalah sumber berkat bagi sekelilingnya. Sumber air sejuk bagi padang gurun yang gersang. Matahari bagi dunia yang berkabut dan gelap.

Sebab itu mereka yang mampu memuji dengan baik dan benar adalah orang-orang yang berprestasi. Orang yang memiliki Pencapaian. Orang yang sudah suskes dalam suatu bidang.
Friends, jangan hidup tanpa prestasi. Banyak pencapaian dalam hidup ini. Dan kita semua bisa mencapainya. Satu persatu. Mulai dari yang mudah yaitu Sukses dalam memuji seseorang.

All blessings,
Binsar

Wednesday, July 29, 2009

Gairah dan Vitalitas Rohani

Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. (2 Sam. 6:12b,14)

Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!" Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; (2 Sam. 6:20-22a)


Kehidupan rohani seseorang, apapun profesi maupun bisnisnya, membawa dampak pada buah tangannya. Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa kerohanian yang penuh vitalitas membuat kehidupan seseorang penuh energi dan kreatifitas dimana ini akan menuntunnya pada keberhasilan. Omong kosong apabila ada pendapat yang meng-claim bahwa kerohanian seseorang dapat menyebabkan kegagalan pada usahanya.

Kreativitas dan Produktivitas berasal dari Kerohanian yang Sehat
Saya percaya bahwa dari roh yang sehat akan ada jiwa yang sehat dan ini kelihatan melalui pikirannya yang positif, ide-idenya yang cemerlang, ketenangan dan kecermatannya dalam mengambil keputusan, dsb. Bukan itu saja. Kerohanian yang baik memudahkan seseorang mematuhi tuntunan Tuhan di situasi-situasi kritis sehingga mereka tidak perlu mengalami terlalu banyak konflik.


Daud mengerti kunci sukses ini dan memegang kuat prinsip ini dalam hidupnya. Sekalipun hidup di jaman yang belum ada kebaktian karismatik, dia sudah mengerti apa itu menari dihadapan Tuhan. Baginya ini adalah suatu pernyataan bahwa segala yang dia miliki berasal dari Tuhan. Karena itu ia tidak malu bahkan dengan sengaja merendahkan dirinya dihadapan rakyatnya seolah-olah mengatakan bahwa kemenangan yang dia raih di medan perang semuanya berasal dari Tuhan belaka. Suatu teknik merayu-rayu hati Tuhan yang sangat jitu. Itulah sebabnya Tuhan menyatakan Daud sebagai orang yang berkenan di hati-Nya (Kis. 13:22).

Itu juga sebabnya Tuhan senantiasa menyertainya dalam setiap peperangan dan memberikan kemenangan-kemenangan yang luar biasa.

Yes, kita perlu mempertahankan kehidupan kerohanian yang penuh vitalitas hari-hari ini. Bergairah dan bersemangat untuk membaca Alkitab, berdoa dan melayani Tuhan. Senantiasa berjaga-jaga. Jangan sampai cinta kasih kita pada Tuhan Yesus menjadi tawar dan datar.

Tuhan Yesus sayang anda.

All blessings,
Binsar