Tampilkan postingan dengan label Nilai-nilai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nilai-nilai. Tampilkan semua postingan

Mendapat Kekuatan dari Orang Terdekat

"Dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian mudah dikalahkan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, sulit diputuskan." (Pengkotbah 4:12 BIMK)

Manusia itu unik ya.... Mandiri sih mandiri tapi kalau kita mau jujur, sebagai manusia kita tidak merasa secure (aman) dengan keadaan diri kita. Kita perlu memiliki orang yang dekat dengan kita untuk menguatkan kita, mungkin memberi pujian atau kritik yang membangun atau juga kata-kata yang menghibur ketika kita lagi "down"....

Ya, kita memang memiliki Tuhan Yesus. Tapi itulah sebagai manusia kita masih perlu teman yang bisa mendampingi kita di saat susah maupun senang. Saya kira itu juga sebabnya Tuhan Yesus tidak mengirim murid-muridNya secara sendiri-sendiri tapi berdua-dua dalam mengabarkan Injil....

Friends, kita perlu teman. Bila kita sudah berkeluarga, pasti mengerti bahwa suami/istri yang penuh pengertian jauh lebih bernilai daripada harta yang banyak. Liburan keliling dunia, tidak sebanding dengan duduk dekat, ngobrol akrab dengan orang yang kita sukai dan menyukai diri kita juga.

Kekuatan dari Teman Terdekat
Demikian pula ketika kita sedang diterjang badai kehidupan, entah di bisinis, pekerjaan, karir, apapun bentuknya. Kita akan merasakan kekuatan yang lain bila ada yang mendampingi kita. Kekuatannya berbeda..... Ketegaran dan kemantaban emosi kita pasti tidak sama.... Teman yang ada di dalam masa yang susah itu seperti benteng pertahanan yang menopang kita dari terpaan badai yang kuat,... :-}

Memang begitu semestinya. Jangan merasa salah kalau kita harus mendapatkan dukungan dari orang terdekat kita. Memang begitu adanya. Ketika Adam diciptakan, Tuhan memberikan "Penolong". Wow luar biasa. Memang sudah seperti itu design nya. Sebaliknya juga orang terdekat kita akan mendapatkan pertolongan dari diri kita ketika mereka mengalami masa-masa yang sulit dalam hidupnya.

Saudara-saudari, it is beautiful. Indah hidup dengan cara demikian. Demikian pula dalam situasi sebaliknya, saya temui true happiness akan dapat kita temui ketika kita mengalami liburan, keberhasilan, kekayaan materi bersama-sama dengan orang yang terdekat. Jauh berbeda dari mengalami itu semua sendirian.... so lonely...

Resep yang Dicuri 
Banyak orang tidak menglami prinsip yang luar biasa ini karena tidak mengerti atau tidak mengalami experience ini dalam persahabatannya, pernikahannya, atau dalam hubungan-hubungan yang dia miliki.

Rugi sekali. Bahkan bisa tragis dalam kehidupan beberapa orang. Berapa orang yang bunuh diri, lari pada narkoba atau menjadi gila karena dalam masa-masa sulit dia tidak memperoleh teman yang mendampingi melalui proses yang berat tersebut. Oh ya... Tuhan Yesus pasti adalah sumber kekuatan kita yang terutama. Itu sudah pasti. Itu tidak bisa ditukar dengan apapun juga. Amin.... Tapi selain itu kita perlu kekuatan dari orang-orang, pasangan, teman-teman yang Tuhan Yesus berikan kepada kita di dalam hidup ini.

"Dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian mudah dikalahkan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, sulit diputuskan." (Pengkotbah 4:12 BIMK)

Dapatkan dan Pelihara Baik Baik
Saudaraku...., hubungan yang baik dengan pasangan hidup, teman, sahabat, bahkan saudara kandung, perlu dipelihara. Sebab hubungan yang baik itu adalah kunci untuk memperoleh dukungan dan kekuatan ketika kita memerlukannya. 

Jangan buat orang terdekat menjadi jauh karena sikap-sikap kita sehingga ketika kita perlu, tidak ada orang yang menolong kita. Pasangan kita bisa saja duduk disamping kita, tapi apakah kita dapat merasakan empathy dan support yang tulus dari dia. Kita dan pasangan kita pasti paling mengerti apakah ada koneksi, hubungan yang terjalin kuat pada saat tersebut. 

Bila kita menjauhkan orang-orang terdekat kita dengan perkataan dan sikap kita,... jangan harap kita bisa mengalami dukungan ynag tulus dari mereka.

Banyak sekali nasehat di kitab Amsal dalam hal ini. Yang paling populer tentunya..
"Tinggal di sudut loteng lebih menyenangkan daripada tinggal serumah dengan istri yang suka pertengkaran." Amsal 25:24 BIMK 

Ini juga berlaku untuk para pria. Jangan kaget, jaman ini banyak juga pria yang cerewet dan suka ngomel. Nah kalau teman, pasangan kita tidak pernah betah dekat dengan kita dalam keadaan sehari-hari, bagaimana mungkin kita akan merasakan kedekatan yang powerful ketika kita diterjang badai. Mustahil.... Dan akan terasa dibuat-buat.

Kita perlu belajar berkata-kata yang baik dan pada tempatnya. Ah saya kira banyak sekali seminiar atau bacaan tentang hal ini. Namun menerapkannya sehari-hari lebih penting dan perlu.

"Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak." Amsal 25:11  

Awal Tahun Resolusi Baru
Saudara-saudariku, di awal tahun kita mungkin punya banyak resolusi. Namun satu hal ini tidak kalah penting. Mungkin banyak komitmen baru dalam karir, bisnis dan pekerjaan kita. Namun alangkah baiknya membuat komitmen untuk membuat orang-orang terdekat kita nyaman dalam hubungan yang kita miliki. Dengan sikap, dengan perkataan, dengan pemberian-pemberian, kita perlu memelihara dan mempererat hubungan-hubungan yang kita miliki. 

Be blessed,
Binsar

Mulai Dengan Sukses-Sukses Kecil (3)


Kemenangan simple lain.nya yang kita bisa capai dalam hidup ini adalah gaya hidup "Mengampuni". Mungkin tidak semua orang akan menjadi milyuner, menjadi selebriti atau businessman dengan  banyak perusahaan yang dikuasainya. Tapi setiap orang bisa menjadi seorang yang Sukses dalam mengampuni orang yang bersalah padanya. Mengampuni tidak perlu mengeluarkan biaya atau tingkat pendidikan yang tinggi. Mengampuni dan gaya hidup mengampuni adalah suatu pilihan, seperti suatu switch lampu yang kita putuskan untuk kita pindahkan dari OFF ke ON.

Mengapa Memilih Mengampuni?
Bukankah lebih enak menyimpan sedikit dendam dalam hati kita? Wah sadis sekali sikap yang demikian ya...?

Sebetulnya setiap perasaan tidak enak yang kita miliki pada seseorang membuat susah diri kita sendiri. Dendam dan benci membuat pikiran kita kusut dan hati kita sebal. Akibatnya kita mengalami "bad day", sepanjang hari jadi susah. Yang mestinya menyongsong pekerjaan dengan gembira dan semangat malah menjadi rusak seluruhnya. Yang rugi siapa?.... Kita sendiri.


Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta. (Ams 15:13, 15)

Saya mengenal beberapa orang yang terbiasa menyimpan dendam artinya mudah sekali tergoda untuk sakit hati dan benci. Bila sudah menjadi gaya hidup maka apapun hal kecil yang orang lain lakukan selalu dipandang negatif. Dan karena bertahun-tahun atau mungkin puluhan tahun "dilakoni", wajahnya pun menjadi menakutkan. Perkataannya juga pedas dan akhirnya teman dan keluarga juga tidak betah untuk dekat-dekat dengan mereka. Menyedihkan bukan?

Ok. Kalau kita merasa sayang untuk mengampuni orang yang bersalah pada kita. Kita  merasa orang itu terlalu keenakan menerima pengampunan kita, coba timbang pengaruhnya kepada hati, pikiran dan tubuh kita....

Hati yang gembira adalah obat. Tapi juga hati yang susah mendatangkan banyak penyakit. Para dokter sudah melakukan riset dan menemui bahwa sebagian besar penyakit secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi kondisi hati dan pikiran seseorang.

Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,... (Ams11:17a)   

Pengampunan Mendatangkan Pengampunan
Tuhan secara gamblang mengatakan bahwa doa seseorang tidak akan didengar kalau tidak dimulai dengan pengampuan atas mereka yang menyakiti kita. Bahkan dosa kita pun tidak akan diampuni kalau kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita.


Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu. (Mar 11:25, 26)


Wah rugi sekali.

Mereka yang sulit mengampuni bukan saja mukanya menjadi jelek, tapi juga dosanya tidak diampuni dan doanya tidak terkabul. Kalau sudah begitu. bagaimana bisa Sukses dalam hidup ini? Bila harapan-harapan hidupnya tidak direstui dan diberkati oleh Tuhan?

Kemenangan Kecil Yang Sangat Penting
Saya menyebutnya sebagai kemenangan kecil karena alasan yang saya sebut diawal tulisan ini. Tapi nilai dan pengaruhnya dalam hidup kita sangat besar.

Sebab itu Mengampuni harus menjadi gaya hidup.

Jangan Tunggu Sampai Tidak Siap Sedia 
Mengampuni adalah gaya hidup yang kita pilih sebelum kita menghadapi situasi buruk dimana kita sulit untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Dengan kata lain sudah terlambat. Sudah keburu sakit hati. Karena tidak siap sedia. Kita ada dalam situasi yang membuat kita terjebak untuk sakit hati dan benci.

Ketika kita memilih gaya hidup mengampuni, kita sudah mengantisipasi akan banyak peristiwa didepan kita yang bisa membuat kita sakit. Tapi kita memutuskan tidak akan terbujuk untuk menjadi sakit hati karena kita tahu bahwa kita sendiri yang akan dirugikan dengan perasaan itu. Sebaliknya kita memutuskan untuk menganggap orang yang mengecewakan kita itu mungkin sedang alpa, kelepasan bicara atau sedang "having a bad day".

Dengan pikiran yang positif seperti itu kita tidak akan menyalahkan pribadi orang tersebut. Justru kita simpati karena mungkin saja orang tersebut ada masalah dirumah, di kantor atau sedang terkena suatu penyakit. Kalau perlu kita tambah sedikit humor. Yah mungkin saja dirumah habis diomeli istri atau kalau single mungkin  baru diancam mau diputus pacar.

Lalu Bagaimana Kalau Terlanjur Benci?
Bila kita sudah punya gaya hidup yang penuh dendam atau sudah menumpuk sejak masa kecil misalnya maka tentu perlu dilayani oleh hamba Tuhan. Perlu mengalami kelepasan dari akar-akar yang sudah masuk dalam sampai ke bawah sadar. Ini misalnya karena mengalami peristiwa tragis di masa kecil, trauma psikologis yang berat-berat dsb.

Namun setiap kita bisa mengikuti petunjuk Tuhan Yesus.
Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. (Luk 6:28)


Doakan dan bayangkan dalam imajinasi kita hal-hal yang baik bagi orang yang menyakiti kita. Bayangkan dia sukses, dia kaya, dia mendapat jodoh yang ganteng atau cantik. Pokoknya kita berkati dia sekalipun kita merasa disakiti.

Memang tidak gampang. Siapa bilang gampang? Tapi kita harus memaksa diri kita untuk melakukan hal itu. Demi kebaikan kita sendiri bukan?

Dan dengan berjalan dengan waktu kita akan semakin terbiasa untuk mengampuni orang lain dengan lebih mudah.

Hati kita menjadi bersih dan pikiran kita jernih. Hidup kita menjadi gembira dan cerah. Membuat kita semangat dan kreatif dalam bekerja. Luar biasa.

All blessings,
Binsar

Menjaga Kekudusan


Belajar dari Yusuf (4): Keep the purity / fear of God despite success

Kej 39: 8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, 9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"

Saudara/i yang dikasihi Tuhan, bahaya dari sukses adalah sukses itu sendiri. Salah satu penghalang besar bagi sesorang untuk memperoleh sukses yang lebih besar adalah rasa puas dengan sukses yang kecil itu lalu menjadi lengah. Suatu sukses bisa membuat sesorang puas diri dan merasa sudah waktunya untuk menikmati pencapaiannya itu. Dan sering saat-saat seperti itu adalah saat dimana benteng pertahannya menjadi lemah. Sering sekali kita mendengar orang yang sukses jatuh karena suatu skandal. Entah itu skandal sex, skandal keuangan, atau skandal-skandal yang lain.

Salah satu contoh terjadi pada karir Daud. Alkitab mengatakan pada musim dimana raja raja pergi berperang, dia tinggal di Yerusalem. Saat itulah dia menjadi lengah dan jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba. Puji Tuhan, Daud memiliki hati yang mudah bertobat dan mau berubah. Dia tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama dan Tuhan memulihkan dia dan meneguhkan janji untuk Daud dan keturunannya.
Lupa Pada Tuhan Sebagai Sumber Kesuksesan
Sukses bisa menjadi berbahaya terutama bila seseorang menjadi lupa pada Tuhan. Bila seseorang sudah lupa pada Tuhan, maka dia tidak lagi takut akan Tuhan dan akan mudah sekali kompromi dengan dosa. Itulah awal kejatuhan yang senantiasa disiapkan oleh si Iblis.

Namun hal itu tidak terjadi pada Yusuf. Yusuf berbicara soal loyalty di ayat 9 diatas. Namun dia terlebih lagi menekankan bahwa dia lebih takut lagi pada Allah untuk membiarkan dirinya jatuh dalam dosa yang ditawarkan oleh istri Potifar tersebut.

Tidak selamanya menjaga kekudusan dan kemurnian menghasilkan jalan yang mulus. Itu tidak terjadi pada Yusuf. Dia dimasukkan ke penjara karena memegang prinsipnya. Namun konsekuensi keputusan Yusuf tidak membuat dia kompromi dengan dosa. Ini yang perlu kita pahami sungguh sungguh. Kita perlu mengerti bahwa bisa terjadi, kita akan mengalami, untuk sementara, kemunduran dalam karir ataupun bisnis kita karena prinsip yang kita pegang. Namun jangan kuatir. Tuhan kadang mau agar kita mengalami mundur satu langkah sebelum Dia bawa kita maju sepuluh langkah kedepan. Percaya pada Tuhan. Dia takkan mengecewakan kita.

Kekudusan Dilatih dan Dibentuk dari Awal

Kekudusan tidak terbentuk seketika. Yusuf menerapkan Kekudusan sejak dini. Sejak masih dengan karir yang kecil di rumah Potifar dia memegang kuat prinsip tersebut. Bila hal itu sudah menjadi gaya hidup, seseorang tidak akan mudah tergoda ketika dia diangkat ke jabatan yang tinggi. Itu sebabnya Yusuf menjadi figur pemimpin tanpa cela ketika dia memerintah bagi Firaun. Yusuf, seperti juga Daniel, menjadi pemimpin yang tidak tergantikan selama hidupnya. Pemimpin yang tidak pernah membuka celah yang dapat membuat mereka jatuh dalam disgrace dan nama buruk.

Apakah saudara/i sudah mulai megalami sukses dalam pekerjaan atau bisnis anda ? Jangan lengah. Dan tetap takut akan Tuhan.

Ingat, Tuhan belum selesai dengan rencananya bagi anda. Masih banyak lagi sukses yang Dia mau anda dan saya alami dalam hidup ini.

All blessings,
Binsar

Diperlakukan Khusus Oleh Tuhan






























Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, (Kej 18:17-18a)

Sebelum Abraham menjadi Bapa atas bangsa yang besar, sebelum dia bahkan memperoleh Ishak, Tuhan sudah memperlakukan Abraham berbeda. Dia diperlakuan khusus seolah-olah dia adalah bapa segala bangsa dengna keturunanan yang berjuta-juta banyaknya. Abraham sudah diperlakukan seperti sebagai partner. Semua informasi dibagi bahkan pendapat dan masukan serta permintaan khusus dari Abraham didengar dan diterima oleh Tuhan. Ya. Tuhan Sang Pencipta Langit dan Bumi !

Tuhan Yang Merasa Tidak Enak Hati
Ketika Tuhan hendak menghancurkan Sodom dan Gomora, Dia merasa tidak enak hati kalau sampai Abraham memperoleh berita ini dari orang lain. Tuhan merasa tidak enak hati sehingga merasa perlu untuk memberitahu Abraham sebelum melakukan rencanaNya.

Tentu saja sebagai Tuhan, Dia berhak untuk sekehendak hatiNya melakukan rencanaNya yang pasti sudah dipikirkan masak-masak. Namun Tuhan minta pertimbangan Abraham. Lebih dari itu bahkan,ketika Abraham menawar keputusanNya, Tuhan mengijinkan sampai batas tertentu untuk merubah renacanaNya. Luar biasa !

Ini memberi pewahyuan yang mengejutkan. Bila ini juga berlaku bagi kita, anak-anak Allah, ini berarti Tuhan tidak menunggu sampai kita berada di Surga untuk diperlakukan khusus.

Dia tidak menunggu kita menjadi sukses dan berhasil dalam pekerjaan, kehidupan rohani maupun pelayanan baru akan memperlakukan kita sebagai anak-anak Nya. Tuhan bersedia membagi informasi tentang apa yang akan terjadi di muka bumi ini dan bahkan mengijinkan kita memberi masukan dan bahkan dalam batas tertentu mengubah keputusanNya... Wow

Perlakuan Khusus Juga Berlaku Bagi Kita
Okey. Kita mengerti apabila Abraham diperlakukan berbeda. Tapi siapakah kita ini? Mungkin itu pertanyaan dari diri kita bukan..?

Tapi kita tidak boleh lupa. Kita juga memiliki panggilan dan tempat yang khusus.

Dia punya destiny bagi kita. Amin. Dia ingin agar kita bersama dengan Dia memerintah atas seluruh bumi setelah Dia selesaikan si Iblis dan begundal-begundalnya ... (Wah 22:5)...... Amin ?

Destiny itu mungkin masih jauh dan masih lama baru kita akan jalani. Namun yang luar biasa. itu tidak menghalangi anak-anak Tuhan untuk diperlakukan sebagai raja-raja dan partner kerja Tuhan di saat ini juga.

Seperti kepada Abraham, Tuhan tidak akan pelit untuk membagi informasi akan apa yang akan terjadi di sekeliling kita di tahun 2009 ini. Di kehidupan pribadi kita, bisnis kita, dunia keuangan, bahkan keadaan sosial politik bangsa ini..... Luar biasa bukan?

Tentu saja informasi ini akan diberikan ketika kita sedang berjumpa dengan dia dalam waktu doa dan saat-saat teduh kita bersama Tuhan..... Ingat Abraham juga mendapat informasi mengenai Sodom dan Gomora ketika dia menjamu Tuhan di rumahnya. Dia menjamu Tuhan dan sedang bercakap-cakap dengan Tuhan ketika Tuhan lalu merasa perlu untuk memberi tahukan rencanaNya...

Abraham bertukar pikiran dan kemudian meminta perlakuan khusus bagi keponakannya Lot, ketika dia sedang bercakap-cakap dengan Tuhan.

Itu sebabnya pertemuan dengan Tuhan, waktu teduh dengan Tuhan sangatlah penting bagi mereka yang ingin diperlakukan khusus olehNya.

Menghadapi 2009 Dengan Informasi Rahasia
Tahun 2009 penuh ketidakpastian...? Bagi Tuhan tidak ada yang tidak diketahuiNya. Dan Tuhan juga paling tahu bagaimana cara untuk mengatasi situasi yang sesulit apapun...

Anda dan saya adalah anak-anak favorite Allah. Tidak perlu diragukan Tuhan akan membagi informasi-informasi penting kepada kita. Mari ambil waktu untuk lebiih banyak menjamu Tuhan di rumah kita melalui saat-saat intim bersama dengan Dia.

Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (Maz 91:9-11)
 
All blessings,
Binsar

Telinga Seorang Murid - Bag 2


































Dahulu kala ada seorang raja yang suka sekali koleksi pakaian kerajaannya. Karena keinginannya kuat dia membuat orang disekelilingnya harus mengikuti kemauannya. Mereka juga akhirnya berkata-kata hanya apa yang ingin didengar Raja. Sampai suatu ketika ada dua orang penipu yang mengklaim dapat membuat baju kerajaan yang lain daripada yang lain. Sebetulnya pakaian itu tidak pernah dibuat. Mereka hanya pura-pura memintal benang, menjahit dan mengepas pakaian imajinatif yang sebetulnya pura-pura alias transparan. Tapi penipu itu berkata bahwa hanya orang yang pantas dengan jabatannya yang dapat melihat keindahan pakaian tersebut. Akhirnya semua pembesar bahkan termasuk Raja tersebut pura-pura mengakui bahwa mereka bisa melihat pakaian pura-pura itu dan saling mengakui keindahannya. Kemudian Sang Raja itu berjalan dengan gagah dengan pakaian barunya ditengah kota disaksikan rakyat banyak. Tapi lucunya yang dilihat mereka adalah Sang Raja yang berjalan hanya dengan celana dalamnya.

Teman-teman mungkin sudah pernah membaca dongeng HC Andersen ini ketika dulu masih kecil. Moral of the story? Apabila seseorang hanya mau mendengar apa yang dia suka, dia tidak akan bisa introspeksi dan menerima masukan yang jujur dari sekelilingnya. Akibatnya? Siap-siap saja dipermalukan seperti orang yang berjalan telanjang di depan orang lain.

Bileam dan Hati Yang Condong
Lain lagi dengan Bileam (Bilangan 22:12). Bileam adalah seorang Spritual. Seorang Pelihat yang bisa mendengar suara Tuhan. Dia bisa menerima wangsit ilahi untuk banyak aspek kehidupan termasuk melihat ke masa depan. Luar biasa bukan? Namun karena hatinya condong kepada harta, dia tetap pergi memenuhi undangan Raja Balak sekalipun sudah dilarang oleh Tuhan. Bahkan peringatan akan musibahpun (ayat 32) diterobos karena hatinya sudah bulat kesana.

Hati yang sudah condong sangat sulit untuk mendengar teguran dan nasehat. Banyak orang yang tidak mau mendengar nasehat karena keuntungan didepannya. Kadang seperti berjudi atau bermain saham secara spekulatif. Keuntungan besar secara cepat sudah didepan mata dan membutakan kita dari resiko dan peringatan akan kebangkrutan.

Ada juga yang karena pria yang ganteng atau wanita yang cantik, kebablasan kedalam hubungan yang terlalu jauh. Lupa kalau pria atau wanita itu adalah suami atau istri orang lain. Ada juga orang yang berkeras berpacaran dengan seseorang sekalipun sudah tahu Tuhan melarang kita berpasangan dengan orang yang tidak seiman.

Hati yang sudah condong dengan apa yang kita sukai membuat kita tidak mau mendengar apapun perkataan yang tidak berpihak dengan keinginan kita.

Mendengar Hanya Apa Yang Ingin Didengar
2Tim4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Sering kali kita minta tuntunan dari Tuhan dan nasehat dari pak Pendeta tapi kita hanya mau menerima bila itu sesuai dengan keinginan kita. Atau bila tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip kita yang sudah tanam sejak lama. Asal tidak bertentangan dengan kriteria-kriteria yang sudah kita putuskan terlebih dahulu.

Telinga seorang murid tidak bisa membatasi tuntunan dan perintah Tuhan dengan syarat-syarat yang kita buat. Tuhan lebih mengerti apa yang baik dan apa yang buruk. Tuhan juga paling mengerti apa yang paling tepat untuk kebutuhan kita.

Jangan seperti orang Yehuda yang datang ke Nabi Yeremia untuk meminta petunjuk (Yer 42:6). Mereka berjanji untuk mengikuti apapun petunjuk dari Tuhan. Namun ketika petunjuk Tuhan datang tapi tidak sesuai dengan pikiran mereka, mereka malah marah-marah dan melawan petunjuk Tuhan itu dengan pergi ke Mesir dan akhirnya mengalami kebinasaaan.

Yeremia berkata: "Kamu telah menipu dirimu dan membahayakan nyawamu, ketika kamu mengutus aku kepada TUHAN, Allahmu, dengan berkata: Berdoalah untuk kami kepada TUHAN, Allah kita, dan beritahukanlah dengan tepat kepada kami apa yang difirmankan TUHAN, Allah kita, supaya kami melakukannya! Tetapi, sekalipun aku memberitahukannya kepadamu pada hari ini, kamu tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, yaitu tidak menuruti segala sesuatu yang disuruh-Nya kusampaikan kepadamu. (Yer 42:20,21)

Hati Yang Condong Kepada Peringatan Tuhan
Daud adalah orang yang Suskes dalam segala hal. Kunci keberhasilannya adalah tekadnya untuk hidup desuai dengan tuntunan Tuhan.

Daud berkata:
Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku. Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu. (Maz 119:24, 14, 36, 59)

All blessings,
Binsar

Spiritual Quotient

Beberapa waktu yang lalu saya membaca satu artikel yang menarik mengenai Spiritual Quotient. Tentu saja saya tidak sepenuhnya setuju dgn isi artikel tersebut… karena Firman Allah memiliki teori tersendiri mengenai hal itu…

Nah,kita semua tentu aware dgn IQ (Inteligennce Quotient = derajat/angka kecerdasan) yang dulu sangat dibangga-banggakan. Saya ingat waktu SMA teman teman membanggakan kalau IQnya sekitar 150. Wah sudah merasa seperti Einstein saja rasanya… Namun belakangan para scientist mulai mengeluarkan teori baru, yaitu EQ (Emotional Quotient) yang prinsipnya mengatakan IQ yang tinggi tanpa EQ akan menghasilkan orang-orang pintar yang tidak sukses dalam hidup ini… Pernah dengar kan ?… Jadi tanpa kepandaian untuk bergaul, ber-teamworking, bersosialisasi, me-lobby dsb, seorang yang ber-IQ tinggi akan tetap gagal mencapai sukses dalam bisnis, karir dan apapun juga yang dia kejar dalam hidup ini.

Perbedaan IQ, EQ dan Spiritual Quotient
Nah sekarang kita bicara mengenai Spiritual Quotient (derajat kerohanian). Banyak orang yang pintar (IQ), juga berbakat dalam bergaul (EQ) namun tanpa tuntunan/hikmat illahi berada dalam tempat dan waktu yang salah. Akibatnya segala IQ dan EQ-nya yang tinggi menjadi non-factor dalam situasi yang dialaminya. Namun coba bayangkan dan lihat orang-orang yang oleh tuntunan Tuhan, berada dalam waktu dan tempat yang benar dan dengan tuntunan Tuhan mengambil pilihan-pilihan yang tepat dalam hidupnya… Orang tersebut mencapai potensi maksimalnya walaupun mungkin IQ dan EQ-nya tak sehebat org lain yang mengejar sasaran yang sama… Haleluyah !!!

Ingat hidup Yusuf: dari narapidana menjadi Perdana Mentri hanya karena satu saja penafsiran mimpi (yang dari Tuhan tentu saja).


Nah sekarang anda mau mengandalkan IQ dan EQ anda atau mengandalkan wisdom dari Allah yang Maha Tahu …? No brainer. Tentu kita harus memilih yang terakhir bukan…?

Kedua. Kalau ukurannya Sukses… Sesukses apapun seseorang di dunia ini apa bisa menandingi mereka yang sukses di dunia dan di kekekalan…? Seorang konglomerat yang sukses selama 40 tahun tak bisa menandingi orang yang terkecil di kerajaan Surga yang memerintah bersama Yesus di dalam kekekalan… Amin ?

Ah jadi teringat perkataan Tuhan Yesus di Mat16:26-27

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”

SQ yang Tinggi Dihasilkan Dari Kedekatan dengan Tuhan (dan Firman Tuhan)
Apa saja hasilnya? 



Banyak sekali. Antara lain:
- Kemampuan untuk menyaring ide-ide yang destruktif dan tidak menguntungkan (Yak 3:17)
- Perlindungan dari penghancur Sukses: women/men, money, power abuse
- Koreksi dari Roh Kudus yang menghasilkan self-improvement yang berkelanjutan (2Tim3:16)
- Visi yang diperlebar (Allah memberi Abrham visi pasir di pantai dan bintang-bintang dilangit)
- Menerapkan inspirasi ide-ide kreatif Allah kedalam kehidupan dan pekerjaan kita. 
- Dipersiap menghadapi masa depan (Yoh 16:13)
- Melepaskan perlindungan (malaikat) Tuhan atas keluarga, pekerjaan, dan asset-asset yang Tuhan percayakan (Maz 91:9-11)

Berapa SQ anda dan saya? Mungkin sulit unutk menentukan angkanya. Tapi yang jelas kita bisa meningkatkan kebergantungan kita pada Tuhan dengan lebih lagi melibatkan Dia dalam pekerjaan, bisnis dan rumah tangga kita

All blessings,